Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Balai Pelestarian Kebudayaan survei cagar budaya bawah air di Kota Jayapura

September 8, 2025
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
cagar budaya bawah air

BPK Wilayah XXII Papua saat melakukan survei penyelamatan peninggalan cagar budaya bawah air di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Senin (08/09/2025).-dok/Istimewa

Jayapura, Jubi – Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Papua melakukan survei penyelamatan cagar budaya bawah air di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada 2 September 2025 hingga 10 September 2025.

Survei penyelamatan dilakukan di perairan Enggros atau perairan Teluk Youtefa, Hamadi dan sekitar pulau Kura-kura di Dok II.

Survei penyelamatan ini sebagai upaya melindungi kekayaan sejarah dan budaya dari ancaman kerusakan atau eksploitasi ilegal.

RELATED POSTS

Festival Port Numbay diharapkan menjadi sarana anak muda Papua cinta budayanya

Balai Pelestarian Kebudayaan Papua optimalkan pendataan potensi cagar budaya

Balai Pelestarian Kebudayaan Papua konservasi Situs Megalitik Tutari

Pamong Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Papua, Saberia mengatakan survei ini dilakukan karena pentingnya pelestarian peninggalan cagar budaya bawah air perang dunia ke-II di Kota Jayapura.

Survei ini juga untuk perekaman dan dokumentasi bawah air terhadap peninggalan  Perang Dunia ke-II di perairan Kota Jayapura, serta menyusun peta dasar situs untuk memetakan persebaran peninggalan cagar budaya bawah air.

Selain itu, survei bertujuan mendapatkan data dan informasi akurat, agar pihak terkait dapat melakukan pelestarian secara tepat dan menghindari penanganan yang keliru.

“Perairan di Kota Jayapura menyimpan peninggalan arkeologi bawah air yang berkaitan dengan Perang Dunia ke-II, dan survei ini membantu mengidentifikasikan cagar budaya yang rentan terhadap perusakan lingkungan dan tindakan ilegal yang dilakukan orang-orang tidak bertanggung jawab,” kata Saberia, Senin (8/9/2025).

Menurutnya, berdasarkan survei yang dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Papua dalam beberapa hari terakhir, ditemukan sembilan titik koordinat situs cagar budaya.

Selain itu, hasil perekaman terbaru menunjukkan adanya reruntuhan kapal perang atau landing craft, sisa pesawat tempur, mobil lapis baja, dan tank yang tenggelam.

“Hasil identifikasi sementara dari sisa pesawat tempur di Perairan Teluk Youtefa adalah pesawat milik kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia ke-II, dengan tipe Hayabusa yang diperkirakan jatuh pada tahun 1944 saat peperangan dengan pasukan Sekutu,” ucapnya.

Selain itu kata Saberia, banyak juga ditemukan landing craft kapal yang membawa pasukan sekutu dan kendaraan perang dari kapal perang ke pantai-pantai di Kota Jayapura pada masa Perang Dunia ke-II.

Peninggalan tersebut dinilai sebagai bukti penting sejarah Perang Pasifik. Namun, temuan berharga ini kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia yang merusak.

Laporan hasil perekaman dan dokumentasi bawah air menunjukkan bahwa selain faktor alam, peninggalan bersejarah ini juga mengalami kerusakan akibat aktivitas bom ikan dan pembuangan sampah ke laut.

“Kami minta kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk segera menghentikan penggunaan bom ikan serta mulai disiplin dalam tidak membuang sampah ke laut. Kedua aktivitas ini tidak hanya merusak lingkungan hidup, tetapi juga mengancam keberadaan warisan budaya dunia yang ada di dasar laut Jayapura,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelestarian peninggalan cagar budaya bawah air ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat.

Dengan melibatkan komunitas lokal, para penyelam, para nelayan, dan generasi muda, diharapkan dapat bersama menjaga warisan sejarah ini, agar tetap lestari dan dimanfaatkan untuk pendidikan serta wisata budaya yang berkelanjutan.

“Mari bersama-sama melindungi warisan budaya maritim Jayapura demi generasi mendatang,” katanya.

Shinatria Adhityatama sebagai penyelam mengatakan, survei ini dilakukan agar cagar budaya tersebut tetap mendapatkan perlindungan sebagai warisan budaya di Tanah Papua.

Selain itu cagar budaya bawah air menyimpan nilai-nilai sejarah, kebudayaan dan pengetahuan yang penting bagi generasi mendatang.

“Hasil survei ini juga bisa dijadikan sebagai edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang kekayaan sejarah dan budaya bawah air,” kata Shinatria Adhityatama.

Katanya, praktik penangkapan ikan dengan bahan peledak telah menyebabkan kerusakan parah pada ekosistem laut sekaligus merusak situs-situs cagar budaya bawah air yang tidak ternilai harganya.

Begitu pula kebiasaan membuang sampah ke laut, yang mempercepat proses degradasi tinggalan sejarah tersebut.

“Cagar budaya bawah air ini kalau terkelola dengan baik bisa menjadi aset untuk pengembangan pariwisata dan kegiatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ucapnya. (*)

Tags: Balai Pelestarian Kebudayaan PapuaCagar Budaya Bawah Airsurvei
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Lingkungan Perumahan
Mamta

Perumahan tak ramah lingkungan, bupati Jayapura panggil ratusan pengembang

April 25, 2026
Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Sampah
Mamta

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
Yahamak
Mamta

Yahamak tunjuk Yakolina Kwalik sebagai direktur

April 22, 2026
Ulayat
Mamta

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

April 21, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara