Sentani, Jubi – Pemerintah Kampung Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Papua, menghasilkan 31 usulan pada Musyawarah Rencana Pembangunan Kampung atau Musrenbangkam pada 22 November 2024. Puluhan usulan tersebut diharapkan agar dapat diakomodir melalui musrenbang selanjutnya.
Kepala Kampung Doyo Baru, Marice Yappo menjelaskan bahwa usulan dari masyarakatnya ini merupakan kebutuhan dasar, seperti, jalan lingkungan, lampu penerangan jalan, drainase, serta normalisasi sungai dan peningkatan potensi tempat wisata.
Dikatakan, usulan masyarakat melalui musrenbang akhir tahun lalu bukan usulan baru, melainkan sudah beberapa kali diusulkan. Hanya saja kekuatan anggaran melalui APBK belum cukup untuk menjawab semua usulan masyarakat.
“Kampung Doyo Baru saat ini ditinggali 17 ribu jiwa, dipadati dengan perumahan dan permukiman. Sehingga sangat diperlukan adanya jalan-jalan lingkungan yang baik, serta drainase yang cukup untuk mengendalikan air saat cuaca hujan deras,” ujar Marice di kantornya pada Selasa (18/2/2025).
Menurutnya, jalan lingkungan dan lampu penerangan jalan memperlancar aktivitas warga, dan menghindari adanya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti pencurian dan pemalakan.
“Kita juga berencana membangun spot wisata di perbukitan, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melihat view Kampung Doyo Baru dari ketinggian,” katanya.
Marice mengatakan, dari usulan masyarakat tersebut ada juga untuk program PKK dan Kader Malaria, serta usulan lainnya dari Bamuskam.
“Fasilitas penunjang dasawisma yang terakomodir dalam program PKK, lalu fasilitas penunjang bagi kader malaria, serta pembentukan karang taruna, dan forum anak oleh bamuskam,” katanya.

Yappo juga berharap agar usulan-usulan yang ditetapkan melalui musrenbang ini dapat terafiliasi dengan program dan kegiatan di tingkat distrik dan kabupaten. Sehingga penerapannya memudahkan pemerintah kampung.
“Pemerintah kampung juga dalam waktu dekat akan menetapkan peraturan kampung, serta membentuk sebuah forum yang fokus kepada penyandang disabilitas di Kampung Doyo Baru,” katanya.
Penjabat Bupati Jayapura Semuel Siriwa mengatakan, usulan dan laporan dari kampung-kampung yang sudah melaksanakan musrenbang bisa di-update langsung ke tingkat distrik dan berlanjut kepada aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
“Agar supaya bappeda dan tim anggaran dapat melakukan pemetaan terhadap seluruh usulan yang sudah masuk,” ujarnya.
Dikatakan, setelah musrenbang kampung akan dilanjutkan kepada musrenbang wilayah pembangunan, I, II, III, dan wilayah pembangunan IV. Musrenbang wilayah dilaksanakan pada awal Maret 2025 di tiap wilayah pembangunan.

Menurutnya, dengan melihat kondisi daerah saat ini, maka yang dibahas adalah program dan kegiatan yang sifatnya prioritas.
“Tentunya kita akan bedakan mana yang keinginan dan kebutuhan, dan yang didahulukan adalah kebutuhan,” kata Siriwa.
Untuk musrenbang wilayah, kata Semuel, wilayah pembangunan I dipusatkan di Distrik Sentani, wilayah pembangunan II dipusatkan di Distrik Yokari, wilayah pembangunan III dipusatkan di Distrik Kemtuk dan wilayah pembangunan IV dipusatkan di Distrik Unurumguay.
“Bagi kepala distrik agar segera mempersiapkan diri dengan seluruh usulan masyarakat dan berkoordinasi langsung dengan bappeda, agar dalam musrenbang wilayah sudah ada point penting yang didiskusikan,” kata Siriwa.
Warga Kampung Doyo Baru, Orthis Kreutha mengatakan, usulan masyarakat melalui musrenbang ini sangat penting, tetapi pelaksanaanya selalu saja tidak terealisasi. Pemerintah selalu berpatokan kepada ketersediaan anggaran.
“Keluhan masyarakat selalu kepada apa yang mereka usulkan pada musrenbang sebelumnya, lalu diusulkan lagi tetapi tidak berhasil. Jika dirasakan itu tidak urgen, tidak mungkin diusulkan dalam musrenbang. Sebagai masyarakat, kita hanya bisa berharap yang terbaik saja,” ujarnya. (*)











Discussion about this post