Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Headline

Bupati Biak Numfor janji akan hentikan proyek Bandar Antariksa kalau banyak dampak buruknya (4/4)

September 25, 2023
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
bupati biak numfor

Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap. - Foto: Yaumal/Suara.com.

Penerbitan laporan jurnalistik ini adalah hasil kerja kolaborasi Jubi, Tempo, suara.com dan Project Multatuli

Jubi, Jayapura – Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap mengatakan pembangunan bandar antariksa yang direncanakan LAPAN/BRIN di tanah ulayat masyarakat adat Warbon di Kampung Saukobye, Distrik Biak Utara akan berdampak positif kepada kabupaten itu.

RELATED POSTS

Eltinus Omaleng: Kami undang Freeport untuk bahas nasib masyarakat adat

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

Menurutnya dengan pembangunan fasilitas tersebut otomatis fokus perhatian kepada Kabupaten Biak Numfor akan menjadi lebih baik dalam upaya meningkatkan infrastruktur dasar dan kesejahteraan masyarakat. Ketika pembangunan terlaksana maka pengguna hotel dan transportasi akan meningkat karena kunjungan ke Biak akan tinggi.

“Kita tidak perlu takut menghadapi perubahan, kita harus menghadapi perubahan dengan bijak dan melihat apa sisi-sisi positifnya,” katanya kepada Suara.com, Project Multatuli, dan Majalah Tempo, media kolaborasi liputan dengan Jubi di Hotel Aryaduta Tugu Tani, Jakarta, Selasa (29/03/2022).

Dengan adanya pembangunan bandar antariksa, kata bupati, otomatis infrastruktur di Biak juga akan dibangun. Kemudian terjadi pengembangan sumber daya manusia Biak.

Pemkab Biak Numfor, kata Naap, telah membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan Profesor Yohanes Surya pada 2021 untuk mengirim anak-anak Biak belajar mengenai antariksa. Harapannya ketika mereka kembali, merekalah yang akan bekerja di bandar antariksa yang akan dibangun tersebut.

Itu, katanya, adalah upaya yang dilakukan Pemkab Biak Numfor untuk meningkatkan kapasitas SDM di Biak melalui bandar antariksa.

“Saya selalu katakan, saya minta anak-anak Biak dipersiapkan dulu sebelum dibangun. Saya katakan ke Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan untuk siapkan anak-anak sebagai SDM yang akan mengisi bandar antariksa. Saya tidak mau setelah bandar antariksa Biak dibangun, anak-anak Biak sendiri justru menjadi cleaning service, tukang jaga, tukang antar. Saya tidak mau,” ujarnya.

Naap mengatakan sebelum menyetujui pembangunan bandar antariksa di Biak sudah dilakukan kajian dampak baik dan buruknya. Menurut Naap pembangunan bandar antariksa akan banyak membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Biak.

Ia mengaku tidak akan membuat suatu kebijakan yang akan mengorbankan rakyatnya sendiri.

“Kalau banyak dampak buruknya, saya sendiri yang akan menghentikan dan tidak mengizinkan pembangunan terus berlangsung. Karena dampak positifnya banyak, jadi ayo kita kerjakan supaya memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Naap lokasi pembangunan bandar antariksa telah dilepas masyarakat adat kepada LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) pada 1982 dan telah dibayar dengan nilai Rp15 juta untuk 100 hektare. Nilai pembayaran sebesar itu, menurutnya wajar karena jika nilai uang tersebut dikonversi saat ini maka nilainya besar.

“Tahun 1982 nilai sebesar itu luar biasa, kalau hari ini kita terima Rp20 miliar sampai Rp30 miliar gede, tapi nanti 20 hingga 30 tahun lagi nilainya juga tidak sebesar itu. Tapi saya tidak tutup mata akan hal ini,” ujarnya.

Lapan

Naap mengatakan Pembak Biak Numfor telah diundang pemerintah pusat untuk membicarakan dan mempersiapkan beberapa hal terkait pengembangan bandar antariksa Biak, terutama melakuakan sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh adat pemilik ulayat.

Demi merealisasikan pembangunan bandar antariksa itu, katanya, Pemkab Biak Numfor melakukan pertemuan akbar yang melibatkan seluruh tokoh adat dan tokoh agama. Pertemuan untuk mendengar aspirasi masyarakat terhadap rencana pembangunan bandar antariksa tersebut.

Dalam pertemuan, kata Naap, pemilik ulayat membuat pernyataan sikap dan dukungan terhadap Pemkab Biak Numfor agar menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan bandar antariksa di lokasi itu.

Menurut bupati, terkait penolakan hanya ada beberapa kelompok yang mengatasnamakan kelompok adat tertentu yang tidak menyetujui pembangunan tersebut.

“Saya pikir adanya pro dan kontra atas pembangunan itu wajar. Tapi kita harus melihat dan menimbang apa manfaat dan dampak pembangunan itu bagi masyarakat,” ujarnya.

Naap mengatakan telah berdiskusi dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat) dan pada 2023 akan dibangun khusus jalan lingkar Biak dan beberapa ruas jalan khusus menuju akses lokasi bandar antariksa tersebut.

Kemudian dalam rapat terakhir dengan Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan dan LAPAN yang kini di bawah BRIN sedang menunggu komitmen pihak Elon Musk untuk berinvestasi.

Ia mengaku tidak mengetahui nilai investasinya, namun pembangunan rencananya akan menggunakan dana bersama, APBN dengan investor. Sejauh ini sesuai pembahasan masih menunggu Elon Musk.

“Tapi saya tidak tahu, ini urusan pemerintah pusat dengan kementerian terkait. Kami tidak tahu. Intinya dalam pembangunan ini, kami harus menyambut, karena ini prospek yang baik. Kami harus menyiapkan lahan dulu untuk itu, maksudnya supaya ketika sudah ada kesepakatan, kita sudah siap,” katanya.

Terkait jarak pemukiman ke lokasi LAPAN hanya 1 km, Bupati mengatakan nanti pembangunan bandar antariksa akan menghadap ke arah timur sehingga berhadapan langsung dengan Laut Pasifik.

Pihaknya juga sudah berbicara dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI supaya dibangun kebun raya di sekitar bandar antariksa itu.

“Karena ada masyarakat yang menyatakan bandar antariksa itu bisa berbahaya bagi masyarakat sekitar, maka dikolaborasikan bandar antariksa yang skala kecil itu dengan kebun raya,” katanya.

Naap mengatakan Pemkab Biak Numfor terus berupaya merangkul masyarakat yang saat ini menolak. Upaya itu dilakukan melalui Dinas Pendidikan dengan menyiapkan pemuda-pemuda terbaik pemilik hak ulayat dari tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi. Pemkab Biak, katanya, bahkan membuka kuota khusus bagi anak pemilik hak ulayat untuk menempuh pendidikan sebagai bekal generasi masa depan mereka untuk bekerja.

“Dalam APBD saya alokasikan uang untuk ucapkan terima kasih kepada pemilik hak ulayat. Yang pasti saya sebagai kepala daerah tidak akan korbankan rakyat saya,” ujarnya.

Naap mengatakan telah berbicara dengan pemerintah pusat agar mendahulukan persiapan sumber daya manusia, terutama anak-anak Biak. Sehingga ketika pembangunan bandar antariksa diresmikan mereka sudah siap untuk bekerja di sana.

“Jadi komitmennya adalah saya minta persiapkan dulu anak-anak kami bersekolah, sehingga ketika pembangunan ini jalan dan jika sesuai rencana pada 2024 atau 2025 diresmikan, anak-anak kami sudah menjadi sarjana dan siap untuk bekerja di sana,” katanya.

Bupati mengaku selalu menopang dan mendukung masyarakat supaya tidak menjadi korban pembangunan. Pembangunan bandar antariksa, kata Naap, tidak akan mengorbankan masyarakat adat, tetapi akan merangkul, memberdayakan, dan masyarakat adat harus jadi orang yang berguna bekerja di bandar antariksa tersebut.

Bentuk dukungan Pemkab Biak Numfor kepada masyarakat adat, kata Naap, yaitu melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dengan lembaga masyarakat adat telah membuat peta wilayah adat. Pihaknya bahkan mendatangkan ahli dari Australia untuk melakukan kajian agar pembangunan ramah lingkungan dengan membuat kebun raya.

“AMDAL-nya sekarang ada di BRIN yang sedang melakukan kajian,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah terbit di Jubi TV dengan judul Bupati Biak Numfor: Kalau banyak dampak buruknya, saya sendiri yang akan menghentikan

Tags: Bandar Antariksa BiakBiak NumforLAPANMasyarakat Adat
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

odong-odong
Indepth Story

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026
Pasukan Non-organik
Indepth Story

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026
Daniel Hanasbey
Indepth Story

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi
Indepth Story

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pasar Lama Sentani
Indepth Story

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Persipura Experience
Indepth Story

Persipura Experience obati kerinduan pencinta Persipura

April 11, 2026

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara