Sentani, Jubi – Sehari menjelang penutupan Festival Danau Sentani atau FDS XIV, manfaat penyelenggaraannya belum berimbas pada pendapatan pengojek sepeda motor setempat. Pendapatan mereka masih berkisar Rp100 ribu sehari.
Yulius Sanyi, 33 tahun, pengojek sepeda motor mengaku belum merasakan dampak penyelenggaraan FDS XIV terhadap perekonomiannya. Pendapatan selama FDS XIV justru menurun daripada hari biasa.
“Pendapatan pada hari biasa justru lebih baik [besar] daripada saat FDS ini. Pada hari biasa, saya sering mendapat Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sedangkan selama FDS XIV, tidak sampai Rp100 ribu sehari,” kata Sanyi, saat ditemui di Pangkalan Ojek Khalkote, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (22/6/2024).
Sanyi mengatakan kondisi tersebut berkebalikan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pendapatannya pada setiap FDS selalu melonjak daripada hari biasa.
“Pendapatan waktu itu [dalam beberapa FDS sebelumnya] lumayan besar. [Nilainya] sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu [sehari],” ujarnya
Menurut Sanyi, pemilik kendaraan makin banyak sehingga memengaruhi pendapatan mereka. Selain itu, banyak warga menggunakan jasa ojek ataupun taksi daring saat pergi dan pulang dari lokasi FDS XIV.
Kondisi serupa dialami Jeffry Ohee, 50 tahun, dan Keis Deda, 42 tahun. Mereka juga mengaku pendapatan dari mengojek selama FDS XIV menurun daripada tahun-tahun sebelumnya.
“Pada hari-hari biasa, [pendapatan dari mengojek] sekitar Rp150 ribu, sama saja [dengan saat FDS XIV]. Banyak pengunjung menggunakan kendaraan sendiri dan ojek dari pangkalan lain,” kata Ohee.
FDS XIV digelar pada Rabu hingga besok. Seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, FDS XIV juga berlokasi di Pantai Wisata Khalkote, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur.
Pengojek di Pangkalan Ojek Khalkote menetapkan tarif sebesar Rp10 ribu kepada setiap penumpang yang hendak ke lokasi FDS XIV ataupun sebaliknya. Walaupun pengunjung FDS XIV terlihat lebih ramai daripada penyelenggaraan sebelumnya, kondisi itu belum berdampak terhadap pendapatan para pengojek sepeda motor.
“Pengunjungnya lebih ramai mungkin karena [FDS] sempat vakum beberapa tahun [selama pandemi Covid-19]. Namun, pendapatan [dari mengojek sepeda motor] tidak sebesar [saat FDS] tahun lalu. Hasilnya sama saja dengan hari biasa, sekitar Rp100 ribu,” kata Deda.
Deda menggunakan sepeda motor sewaan untuk mengojek. Harga sewanya Rp50 ribu sehari. (*)











Discussion about this post