Jayapura, Jubi- Jelang perayaan Natal 2024, pakaian bekas atau biasa disebut cakar bongkar di Pasar Hamadi Kota Jayapura, banyak diminati warga.
Endi 50 tahun, salah satu pedagang pakaian bekas mengakui adanya peningkatan pembeli di Desember ini, rata-rata masyarakat mencari baju dress. Ada juga yang memburu kemeja, celana jeans dan celana kulot.
“Baju Dress salah satu pakaian yang paling masyarakat minati di bulan ini, karena menjelang Natal,”katanya saat ditanyai Jubi di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua, Rabu (11/12/2024).
Menurut Endi, peminat pakaian bekas banyak dari kalangan anak muda, dan orang tua baik laki-laki maupun perempuan. Ia menjual berbagai kemeja, celana, Baju hingga dress pesta untuk anak-anak dan orang dewasa dengan berbagai model dan warna. Harga satu dress Rp50 ribu sampai Rp80 ribu, celana jeans dari harga Rp35 sampai Rp100 ribu tiga pasang, sedangkan kemeja Rp30 ribu.
“Kalau baju sehari-hari untuk anak dan dewasa Rp10 ribu sama dengan celana pendek Rp10 ribu juga,”katanya
Pedagang lainnya, Sinta 45 tahun juga mengakui menjelang Natal peminat pakaian bekas di Pasar Hamadi meningkat. Menurutnya setiap hari pasti ada saja orang yang datang membeli di tempatnya. Pakaian yang ia jual juga berbagai model pakaian dari dress, celana kulot, celana pendek, dan jeans serta baju. Harga dress Rp50 ribu sampai Rp80 ribu, celana jeans tiga pasang Rp100 ribu, celana pendek Rp10 ribu, dan kemeja Rp15 ribu sampai Rpp20 ribu.
“Setiap hari pasti ada saja yang beli, banyak anak-anak muda tapi juga orang tua. Mereka suka karena bahannya juga bagus dan harga juga terjangkau,”katanya
Risky 27 tahun, seorang pembeli mengaku senang mengenakan pakaian cakar bongkar. Selain murah, pakaian bekas tersebut memiliki kualitas bagus. Tidak kalah dari yang dijual di toko-toko. Harga rata-rata untuk baju Rp10 ribu sampai Rp30 ribu, celana panjang Rp40 ribu sampai Rp70 ribu.
“Saya suka karena memiliki kualitas yang kuat dan bagus, dan paling penting harga yang cukup terjangkau. Bagus untuk digunakan dan memiliki model yang tidak pasaran,”katanya
Sementara itu Fransina Ilapo seorang pembeli pakaian bekas juga mengatakan ia senang menggunakan pakaian cakar bongkar karena bahannya kuat dan bagus serta harganya juga murah. Menurutnya ia lebih suka membeli pakaian cakar bongkar di Pasar Hamadi, karena pedagang sudah menata rapi jualannya.
“Selain beli untuk pakai, saya juga beli dalam jumlah banyak kirim ke Wamena untuk dijual disana. Karena disana masyarakat juga senang menggunakan cakar bongkar apalagi mau persiapan Natal. Biasa beli satu karung harganya Rp280 ribu, dan jual di Wamena satu celana Rp50 ribu dan baju Rp30 ribu,”katanya(*).







Discussion about this post