Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Usaha cakar bongkar Mama Martha Ayeri dari modal awal cuma Rp100 ribu

Dari hasil berjualan minuman saset, sembako, bensin, minyak tanah, dan pinang ia menabung sedikit demi sedikit untuk memulai usaha cakar bongkar.

April 6, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: CR-11 - Editor: Syofiardi
Usaha

Martha Ayeri (55) menjelaskan harga barang dagangan cakar bongkarnya di Jl Matoa II Perumahan Grand Waibu/Efata Doyo Lama, Sentani, Papua, Kamis (5/4/2024).-Jubi/CR-11

Sentani, Jubi – Martha Ayeri (55 tahun), perempuan asli Papua asal Serui, salah satu penjual baju cakar bongkar di Kabupaten Jayapura. Usaha yang digelutinya awalnya hanya bermodalkan Rp100 ribu.

RELATED POSTS

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

Pengusaha kecil di Kabupaten Jayapura memilih berjuang sendiri

Pengusaha Papua Usilina Epa, suka duka membangun usaha dari bawah

Jubi menemui Martha Ayeri di tempat usahanya di Jl Matoa II Perumahan Grand Waibu/Efata Doyo Lama, Sentani, Papua pada Kamis (5/4/2024). Ia menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari berjualan minuman kemasan saset.

“Awal usaha itu saya jual Jas-Jus dengan modal hanya Rp100 ribu di depan rumah saya, lalu dari hasil jualan Jas-Jus itu saya kembangkan lagi dengan berjualan sembako, lalu saya kembangkan lagi berjualan bensin dan pinang,” ujarnya.

Dari hasil berjualan minuman saset, sembako, bensin, minyak tanah, dan pinang itu ia lalu menabung sedikit demi sedikit untuk memulai usaha cakar bongkar.

“Awal jualan cakar bongkar pada 2019 itu cuma jualan sedikit saja, setelah itu Mama mulai beranikan diri untuk ajukan pinjaman ke bank BRI,”ujarnya.

Kredit awal sebesar Rp10 juta. Dari uang itu ia mulai memesan pakaian cakar bongkar dalam jumlah banyak. Harga satu paket pakaian cakar bongkar berkisar Rp10 juta sampai Rp12 juta.

“Untuk satu paket pesanan baju cakar bongkar itu isinya dress, baju kaos, celana pendek, celana panjang, baju dalam, dan baju untuk anak kecil,” katanya.

Mama Martha kemudian menjual per helai baju sesuai ukuran. Baju besar Rp25 ribu dan kecil Rp20 ribu. Untuk celana pendek Rp30 ribu, setengah panjang Rp35 ribu, dan celana panjang Rp50 ribu.

“Kalau dress harganya di sesuaikan dengan ukuran dress. Kalau yang panjang Rp50 ribu, terus yang pendek Rp35 ribu,” ujarnya

Dengan berjualan pakaian cakar bongkar pendapatan per hari Mama Martha jika berjualan di dalam kompleks sebesar Rp800 ribu. Untuk mendapatkan hasil yang agak lebih ia membawa jualannya ke Lere.

“Kalau di Lere Mama bisa dapat uang dalam waktu empat hari itu sebesar Rp15 juta,” ujarnya.

Jika berjualan di Lere ia tidak hanya menjual baju cakar bongkar, tapi juga bensin, ikan asar, ikan mentah, minyak goreng, sayur, dan bumbu.

“Ongkos bensin ke Lere dan balik lagi ke Doyo Lama itu sebesar Rp400 ribu, biasa juga Mama ambil cadangan bensin 20 liter. Kalau di Lere Mama mesti jalan dari satu tempat ke tempat lainnya,” ujarnya.

Uang hasil jualan itu ia pakai untuk membayar cicilan mobil blakos, cicilan kredit di bank. “Sisanya untuk melihat barang jualan, apa lagi yang harus ditambah, jadi untungnya itu beda-beda tipis,” katanya.

Menurut Mama Martha ada untung dan ruginya jika memesan baju cakar bongkar per bal, karena per bal baju cakar bongkar ditentukan oleh penjualnya.

“Kalau baju cakar bongkar yang datang kebanyakan yang bagus-bagus berarti Mama untung. Apalagi kalau dapat baju anak-anak,” ujarnya. (*)

Tags: Pengusaha KecilUsaha Cakar BongkarUsaha OAP
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Uncen
Ekonomi

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026
Hotel
Ekonomi

Restoran hotel di Jayapura ramai pengunjung selama Ramadan

March 20, 2026
Kebutuhan pokok
Ekonomi

Harga cabai di Kota Jayapura melambung jelang Idulfitri

March 19, 2026
kas Keliling
Ekonomi

BI Papua gelar tiga kali kas keliling ke wilayah 3T

March 13, 2026
Pembangunan Ekonomi
Ekonomi

Pembangunan ekonomi di Papua Tengah mesti berbasis kekuatan lokal

February 26, 2026
Universitas Ottow Geissler
Ekonomi

Universitas Ottow Geissler bentuk pusat inkubasi penggerak usaha rintisan

February 26, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara