Manokwari, Jubi – PT PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan atau UP3 Manokwari memastikan aliran listrik bagi 9 titik di wilayah pelayanannya akan aman sepanjang pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru. Wilayah kerja mereka meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.
Manager UP3 Manokwari Arvy Tryudha di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Rabu (24/12/2025) mengatakan pihaknya memberlakukan masa siaga untuk memastikan pasokan listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Masa siaga itu diberlakukan sejak H-7 Natal atau tanggal 18 Desember 2025, berlangsung hingga hingga H+8 Tahun Baru 2026.
Arvy mengatakan pihaknya memastikan aliran listrik di tempat ibadah maupun sejumlah titik keramaian warga pada masa perayaan Natal dan Tahun Baru. “Selain tempat ibadah, PLN juga memfokuskan [aliran listrik] lokasi atau titik massa berkumpul, ” kata Arvy.
Selama masa siaga, terdapat sembilan titik yang menjadi fokus PLN dalam memasok listrik, termasuk Gereja Ebenhaizer di Manokwari. Aliran listrik di sana dipasok Gardu 124 (160 kva) dari suplai utama Bougenville dan suplai cadangan Genset plg 10 KW. PLN juga menempatkan tiga petugas di sana.
Prioritas aliran listrik juga diberikan untuk GKI Maranatha dari Gardu 192 (250 kva), dengan suplai utama Freder Raflesia dan suplai cadangan dari Genset plg 18 kva yang akan dipantau tiga petugas.
GKI Getsemani di Distrik Prafi, Manokwari akan dikawal ULP Prafi melalui gardu 021 (200 kva), dengan suplai utama Freder Trikora dan suplai cadangan Genset plg 8,5 kva yang dipantau tiga petugas. Sementara Gereja Katolik Santo Paroki Santo Cristoforius mendapat pasokan dari ULP Prafi Gardu 021 (200 kva), dengan suplai cadangan dari genset plg 8,5 kva yang dipantau tiga petugas.
GKI Solafide Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan akan mendapat pasokan listrik melalui gardu 006 (200 kva) Freder 2 Orba, dengan suplai cadangan genset plg 50 kva yang dipantau dua petugas. Gereja GKI Maranatha Oransbari mendapat pasokan listrik lewat Gardu 014 (50 kva) Freder 2 Orba, dengan suplai genset cadangan plg 5 kw yang dipantau dua petugas.
GKI Via Dolorosa Teluk Bintuni mendapat aliran listrik dari Gardu Btn 01 (250 kva), dengan suplai utama dari Freder Kota 2 dan genset cadangan plg 33 kva yang dipantau tiga petugas. Gereja Katolik Kilo 2 Teluk Bintuni mendapat pasokan listrik lewat gardu Btn 060 (160 kva) Freder Kota 2 dengan genset cadangan plg 33 kva yang dipantau tiga petugas. Gereja GKI Syalom Wasior mendapat aliran listrik dari Gardu Wsr 014 (200 kva) Freder pasar, dengan genset cadangan plg 5 kw yang dipantau tiga petugas.
Arvy mengatakan sistem Manokwari meliputi UPL Prafi dan ULP Ransiki di Manokwari Selatan, dengan daya mampu sekitar 44,37 MW. Sedangkan beban puncak sistem Manokwari 34,7 MW. “Saat ini terdapat cadangan [daya mampu] sekitar 9,67 MW,” katanya.
Sistem Bintuni memiliki daya mampu 7,25 MW, dengan beban puncak 6,16 MW, sehingga memilik cadangan daya mampu 1,09 MW. Sedangkan sistem Teluk Wondama memiliki daya mampu, 3,8 MW, dengan beban puncak 2,36 MW.
Asisten manager Jaringan dan Kontruksi PLN P3 Manokwari, Stanly Stephens Yarangga menambahkan bahwa pihaknya menyiagakan armada yang terdiri dari dua unit truk, empat unit crane, 21 unit mobil pick-up, serta 26 unit sepeda motor. “Untuk daerah lain kami bisa disiasati dengan genset,” ucapnya.
Dia mengatakan bahwa beban puncak sistem Manokwari sangat memadai. Kendala pasokan listrik yang paling utama adalah faktor cuaca yang menyebabkan jaringan sistem Manokwari terganggu. (*)











Discussion about this post