Jayapura, Jubi – Sebanyak 13,8 miliar rupiah uang layak edar disiapkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua atau KPw BI Papua Dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat atau ERB 2024 di lima pulau terluar di Papua.
Hal itu disampaikan Kepala KPw BI Papua Faturachman kepada sejumlah wartawan usai kegiatan pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat atau ERB 2024 di Satuan Patroli TNI AL Jayapura pada Senin (13/5/2024).
Dalam kegiatan ini, Faturachman menyebutkan sebanyak 16 tim telah disiapkan untuk bertugas melayani pulau-pulau terluar Papua, yaitu Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Yapen, Pulau Numfor, dan Pulau Bras.
Ia menambahkan 16 tim tersebut bukan hanya dari KPw BI Papua, tetapi juga berasal dari perwakilan BI lainnya di Indonesia. “Ada dari KPw BI Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Utara, dan lain-lain,” ujarnya.
Kegiatan itu dilaksanakan selama tujuh hari, mulai 13 Mei – 19 Mei 2024. Selain itu, BI Papua juga menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia sebesar Rp500 juta untuk kelima pulau tersebut.

Adapun tujuannya untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit dijangkau oleh transportasi umum. Oleh karena itu pihak BI bekerja sama dengan TNI AL menggunakan Kapal Perang KRI Mata Bongsang – 873 untuk memberangkatkan sejumlah tim kas keliling wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Papua.
Komandan Lantamal X, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ludi Prastyono M Tr Opsla mengatakan KRI Mata Bongsang-873 merupakan kapal patroli cepat yang menjadi salah satu ujung tombak TNI AL dalam menjalankan tugas keamanan di perairan laut Papua.
KRI Mata Bongsang – 873 dikomandoi oleh Mayor Laut (P) Rizky Prima Afristya Putra beserta 16 ABK. Kecepatan kapal itu adalah 15 knot. Untuk total jarak tempuh yang dilalui kapal tersebut dari Jayapura menuju ke lima pulau tersebut hingga kembali ke Jayapura adalah 1.106 Nautica Mile.
Dengan kecepatan tersebut dan didorong oleh arus gelombang, sehingga ia berharap bisa lebih cepat sampai tujuan. “Untuk cuaca saya kira masih bisa diperhitungkan dan dijangkau oleh KRI Mata Bongsang – 873, Insya Allah, kita bisa kembali tepat waktu,” katanya.
Penjabat Sekda Papua Derek Hegemur mendukung dan mengapresiasi kas keliling wilayah 3T yang sudah kelima kalinya di Papua. “Pemprov Papua mendukung penuh BI kerjasama dengan TNI AL. Setelah pemekaran, kita masih punya wilayah yang sulit terjangkau,” katanya. “Saya mengapresiasi BI Papua untuk menarik uang kertas yang tak layak edar dan ditukarkan dengan uang baru.”
Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat teredukasi mengenai uang rupiah, seperti ciri-ciri fisik dan perubahan-perubahan gambar pada uang tersebut.
“Ini penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kita, membangun kebersamaan demi pembangunan Papua. Dengan adanya rupiah ini, kita menyatakan kedaulatan RI di wilayah kita,” ujarnya. (*)











Discussion about this post