Jayapura, Jubi – Sebanyak 10 penerima Beasiswa Australia Awards Nusantara memulai perkuliahan di Monash University Indonesia pada pekan ini. Mereka terdiri atas para pekerja profesional di sektor publik maupun perusahaan swasta di Indonesia.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM menyatakan beasiswa itu diberikan Pemerintah Australia untuk mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Para mahasiswa akan mempelajari bidang kebijakan dan manajemen publik, inovasi bisnis, keamanan siber, dan kesehatan masyarakat.
“Pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah individu, masyarakat, dan bangsa. Australia sangat senang para penerima Beasiswa Nusantara memulai studi mereka di Monash University Indonesia pada pekan ini,” kata Williams dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia, Jumat (6/10/2023).
Rencana Program Beasiswa Australia Awards Nusantara diumumkan Presiden Indonesia bersama Perdana Menteri Australia dalam pertemuan tahunan di Australia pada Juli lalu. Tercatat, ada 500 pelamar program tersebut.
Para pelamar bersaing untuk dipilih oleh sebuah panel ahli yang terdiri atas akademisi Indonesia, dan Australia, serta perwakilan Otoritas IKN. Pelamar terpilih dianggap memiliki kemampuan menjadi pemimpin global, dan agen perubahan, dengan potensi profesional, pribadi, dan akademis untuk berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia
“Beasiswa ini diberikan bagi para sarjana Indonesia untuk belajar di Monash University Indonesia pada bidang-bidang yang relevan dengan pengembangan ibu kota baru [IKN]. Setiap individu berbakat ini akan menerima pendidikan kelas dunia yang membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan jaringan untuk berkontribusi terhadap ibu kota baru Indonesia,” kata Williams.
Monash University mendirikan kampus luar negeri pertama di Indonesia pada 2020. Penerima Beasiswa Australia Awards akan belajar selama dua tahun di universitas tersebut dan juga bakal mengikuti pelatihan kepemimpinan di Australia. (*)










