Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Youth Forest Camp 2025: Anak muda Papua bangun ekonomi berbasis alam

October 31, 2025
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
Papua

Kopi Anggi asal Kabupaten Pegunungan Arfak, -Jubi/Gamaliel

Sorong, Jubi – Dalam kegiatan Youth Forest Camp 2025 Kampung Solol, Distrik Salawati Barat, Raja Ampat, Papua Barat Daya, bertema “Merajut Kata, Merawat Alam” yang diinisiasi oleh Yayasan Bentara Papua, sejumlah pelaku UMKM dan komunitas masyarakat adat dari berbagai kabupaten di Tanah Papua tampil membagikan cerita tentang perjuangan mereka mengembangkan produk lokal hasil bumi.

Yunita D. Ahoren, penggiat kopi asal Kabupaten Pegunungan Arfak, menuturkan bagaimana kopi arabika Anggi kini menjadi sumber kebanggaan baru bagi masyarakat pegunungan.

RELATED POSTS

KNPB Maybrat kecam penangkapan warga di Teminabuan

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

Dari Maluku Utara ke Raja Ampat, Institut USBA minta negara konsisten tegakkan hukum lingkungan

Jadi awalnya masyarakat belum sadar bahwa kopi ini punya nilai ekonomi yang besar. Mereka hanya tahu pohon kopi itu sebagai hiasan Natal. Tapi setelah ada pendampingan dari Bentara Papua dan kerja sama dengan masyarakat di lapangan, mereka mulai sadar bahwa kopi ini bisa menjadi sumber penghidupan,” ujar Yunita D. Ahoren., Rabu (29/10/2025).

Ia juga menjelaskan bahwa pendampingan intensif sejak tahun 2020 membuat masyarakat mulai tertarik menanam dan merawat kopi dengan baik dan Dari tahun 2020 sampai sekarang.  Sudah banyak petani yang sadar dan mulai menanam kopi.

Menurut Yunita juga bahwa keberhasilan itu tak lepas dari dukungan lintas pihak, termasuk kerja sama dengan Bentara Papua dan kementerian. “Kini alat produksi kami sudah lengkap dan berdampingan dengan stasiun kopi. Ini hasil asli dari Kabupaten Pegunungan Arfak,” katanya.

Pemasaran kopi Anggi sudah mulai keluar daerah, bahkan ada yang pesan dari luar Papua. “Kami berharap ke depan Kabupaten Pegunungan bisa menjadi kabupaten penghasil kopi unggulan di Tanah Papua,” katanya.

Kopi Anggi dan Inovasi Rasa Alam Papua Dalam sesi diskusi, Yunita juga menjawab pertanyaan tentang kemungkinan inovasi rasa pada
Kopi arabika Anggi tidak menggunakan bahan kimia, tetapi inovasi rasa itu ada. membuat kopi rasa kayu aquay. Kayu itu asli dari pegunungan. Rasanya unik sekali dan seperti aroma kayu alami.

Inovasi seperti itu bisa menjadi ciri khas kopi Papua yang membedakannya dari produk lain di Indonesia. “Kopi rasa aquay itu belum ada di tempat lain. Kami baru coba dan pamerkan waktu itu, tapi belum produksi massal. Ke depan, mungkin bisa dikembangkan lagi selama bahannya asli dari alam Papua,” ujar Yunita.

Ia optimistis, jika terus dikembangkan secara konsisten, kopi Papua bisa bersaing di tingkat dunia dan Kalau kopi ini terus dibudidayakan dan dijaga kualitasnya, tidak menutup kemungkinan Papua bisa dikenal seperti Brazil.” Papua bukan cuma dikenal karena hutannya, tapi juga karena kopinya,”katanya.

Sementara itu, Helena Mobalen dari EcoNusa Foundation menjelaskan tentang pendampingan produk lokal masyarakat di beberapa kabupaten di Tanah Papua. Seperti mendampingi kelompok masyarakat mengolah hasil lokal seperti kacang tanah dari Maybrat, keripik pisang dari Malamkarta, hingga kerajinan kulit kayu dari Suku Moi.

Sistem kerja EcoNusa dibagi antara tim program dan tim bisnis agar pemberdayaan dan pemasaran bisa berjalan beriringan. “Teman-teman program fokus di pelatihan dan pendampingan masyarakat, sementara bagian bisnis mengurus pemasaran. Produk-produk masyarakat kemudian disetor ke Sea Games, sentra industri kecil menengah di Sorong,” ujarnya.

Helena juga menekankan bahwa setiap produk yang dikembangkan adalah hasil ekonomi berkelanjutan dari masyarakat adat. Ini bagian dari konsekuensi pemetaan wilayah adat. “Setelah pemetaan, harus ada gerakan ekonomi supaya masyarakat tidak hanya tahu batas hutan, tapi juga bisa hidup dari hasilnya,” tuturnya.

Produk-produk masyarakat ini kini telah dipasarkan di beberapa lokasi strategis, termasuk bandara Eduard Osok. Semua hasil penjualan kembali untuk masyarakat.

Aksesori dari daun sagu – Jubi/Gamaliel

Warga Kampung Solol, Aplena Natalia Dimara memperkenalkan beragam produk turunan dari kelapa, pisang, dan ikan, seperti tepung pisang dan kue dari bahan lokal. “Daripada pisang busuk di kebun, lebih baik dibuat tepung jadi Kami jemur satu sampai tiga hari tergantung cuaca, lalu haluskan untuk bahan kue,” katanya.

Mereka juga mengolah hasil laut menjadi sambal ikan yang awet hingga sebulan tanpa bahan pengawet.
Komunitas IMU Kokoda dari Kabupaten Sorong Selatan juga tampil memperlihatkan hasil karya berbahan daun sagu dan rumput atau tali ini.

Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari tali anyaman, tas tas dengan menggunakan pewarna alami.
Dari Manokwari, Selih Nauw mempresentasikan kopi buatannya yang berasal dari Pegunungan Arfak dan Kopi ini berasal dari Distrik Anggigida.

“Pemasaran lewat WA dan Facebook. Kadang saya antar langsung ke kafe yang pesan. Penjualan lancar sejauh ini,” kata Seli.

Ia mengakui bahwa tantangan utama bukan di penjualan, melainkan di kualitas bahan baku dari petani. “Kualitas biji dari petani kadang berbeda. Ada yang sudah sortir bersih, ada yang belum. Itu tantangan kami untuk jaga mutu kopi,” katanya.

Komunitas Tival, bagian dari Anak Muda Adat Knasaimos (AMAK) yang berada di bawah lindungan BPMA Knasaimos, juga memamerkan hasil olahan unggulan mereka sambal udang dan bumbu kaldu udang.

“Kami lihat sumber daya alam di sekitar, lalu berpikir bagaimana mengolahnya jadi produk Awalnya kami latihan dengan Bentara Papua dari situ lahirlah sambal udang ini,” ujar ketua komunitas TIVAL, Richa Kamesrar.
Ia mengatakan bahwa bahan utama sambal berasal dari udang lokal yang dikombinasikan dengan bumbu-bumbu.

Namun, Richa mengakui ada terkendala dalam proses perizinan produksi serta alat kerja yang memadai.  “Tapi semangat teman teman muda luar biasa Kami terus kolaborasi dengan Bentara Papua supaya produk ini bisa naik kelas,” katanya penuh harap.

Dari berbagai produk dan kisah pendampingan tersebut, tampak satu semangat yang sama dan menghidupkan ekonomi berbasis adat dan alam. “Yang kami buat bukan sekadar produk, tapi bukti bahwa masyarakat adat bisa berdiri dengan sumber dayanya sendiri,”  ujar Direktur Yayasan Bentara Papua Yunes Magdalena Bonay.

Kegiatan Youth Forest Camp 2025 di Kampung Solol menjadi ruang belajar dan inspirasi bagi anak muda Papua untuk menjaga alam sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru dengan sorotan tema Merajut kita merawat alam. (*)

Tags: Bentara PapuaProvinsi Papua Barat DayaRaja AmpatYouth Forest Camp
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara