Jayapura, Jubi – Forum masyarakat adat peduli Jalan Klayili, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya melakukan aksi pemalangan jalan Aimas menuju Distrik Klayili, Senin (30/6/2025).
Masyarakat memasang sejumlah pamflet, di antaranya bertuliskan “Kami sudah menderita 60 tahun kerusakan jalan Klayili dimanakah pemerintah” dan “Kami tidak minta dana desa kami minta jalan Klayili 100 persen di aspal”.
Aksi itu sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintah provinsi dan kabupaten, sebab selama 60 tahun akses jalan itu tak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Koordinator aksi, Yezer Su mengatakan selama ini Pemkab Sorong dan Pemprov Papua Barat Daya tidak pernah memperhatikan atau memperbaiki akses jalan itu.
“Jalan ini sudah rusak puluhan tahun. Akan tetapi kami masyarakat masih hidup dalam penderitaan. Kami tidak minta banyak, kami hanya minta pemerintah kabupaten Sorong dan Pemprov Papua Barat Daya, tolong perhatikan jalan kami,” katanya melalui telepon selulernya kepada Jubi, Senin (30/06/2025).
Katanya, kondisi jalan rusak itu merupakan salah satu masalah utama bagi masyarakat Distrik Klayili. Sebab, rusaknya jalan tersebut berdampak pada kondisi pendidikan, pelayanan kesehatan dan ekonomi masyarakat di sana, yang tidak bisa berjalan maksimal.
“Begitu pula pembangunan yang dilakukan, tidak bisa berjalan. Bukan saja di ibu kota distrik juga di kampung-kampung di Distrik Klayili, karena jalan ini merupakan satu-satunya jalan menuju kampung yang lain,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah distrik pun tak berlajan maksimal, sebab perangkat Distrik kesulitan melakukan pelayanan ke kampung-kampung, karena jalan yang rusak. Akses jalan hanya bisa dilalui mobil double gardan.
“Kami minta perhatian serius dari pemerintah kabupaten dan provinsi [untuk memperbaiki] akses jalan kami. Kami sudah terlalu menderita dengan kondisi jalan seperti ini. Masyarakat tidak minta banyak. Kami hanya minta kebijakan dari pemerintah saja, usahakan melakukan perbaikan termasuk beberapa jembatan yang sudah rusak parah,” ucapnya.
Tokoh masyarakat setempat, Marten Ulimpa mengatakan, masyarakat Distrik Klayili menuntut perhatian pemerintah Kabupaten Sorong, untuk segera memperbaiki jalan menuju Distrik Klayili.
“Masyarakat minta aksi nyata dari pemerintah Kabupaten Sorong juga Provinsi Papua Barat Daya, agar segera mengambil kebijakan melakukan perbaikan jalan tersebut. Kami minta pemerintah lihat jalan kami. Jangan tidur atau diam, tapi tolong lihat kondisi jalan kami ini,” kata Ulimpa.
Katanya, aksi pemalangan jalan itu berlangsung sejak pagi. Akan tetapi, hingga sore tidak ada perwakilan pemerintah kabupaten atau provinsi yang datang menemui warga.
“Aksi dari pagi, dan sampai saat ini tidak ada pejabat yang hadir langsung untuk mendengar tuntutan kami, sehingga kami masih tunggu di tempat pemalang jalan,” ujarnya. (*)











Discussion about this post