Jayapura, Jubi – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Jayawijaya di Provinsi Papua Pegunungan menyelenggarakan debat kandidat kedua yang mempertemukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya di Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (28/10/2024). Debat kedua itu bertema “Peningkatan Pelayanan Publik dan Solusi Permasalahan Daerah di Kabupaten Jayawijaya“.
Dalam debat tersebut, KPU Jayawijaya mempertemukan keempat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya. Mereka adalah pasangan Anthonius Wetipo – Dekim Karoba (nomor urut 1), pasangan Atenius Murip – Ronny Elopere (nomor urut 2), pasangan Esau Wetipo – Kornelex Gombo (nomor urut 3), dan Jhon Richard Banua – Marthin Yogobi (nomor urut 4).
Debat kedua itu menghadirkan tiga orang panelis, yaitu Edward Kocu SSos MSi (dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Cenderawasih atau Uncen), Theranos Luter Safkor SSos MPA (dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP Uncen) dan Jackson Yumame SIP MPA (P) (dosen Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Jurusan Ilmu Administrasi FISIP Uncen).
Ketua KPU Jayawijaya, Silas Huby mengatakan pelaksanaan debat kandidat itu dilakukan agar pemilih di Kabupaten Jayawijaya dapat memahami visi-misi setiap pasangan calon. “Debat itu dapat menjadi acuan atau referensi bagi setiap warga yang mempunyai hak pilih, mengenai setiap gagasan, visi, dan misi setiap pasangan calon yang ada,” kata Huby.
Debat yang menyampaikan setiap program kerja tiap-tiap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati itu dapat menjadi tolak ukur pemilih saat berada di bilik suara pada 27 November 2024, sehingga pemilih bisa menentukan pilihan sesuai dengan hari nurani masing-masing. “Kami berharap apa yang disampaikan dalam debat kandidat itu dapat mempengaruhi pilihan rakyat Jayawijaya,” katanya.
KPU Jayawijaya juga menyatakan bahwa masalah keamanan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. “KPU juga mengajak seluruh pasangan calon dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di seluruh Jayawijaya, sehingga pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan baik,” kata Silas Huby.
Dalam debat itu, pasangan nomor urut 1, Anthonius Wetipo dan Dekim Karoba menjelaskan program tata kelola pemerintahan. Pasangan itu bertitik berat tata kelola pemerintahan yang kepada takut akan Tuhan, manajemen sumber daya manusia dan potensi sumber daya alam, keterbukaan dan sosialisasi Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) kepada rakyat, pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), inovasi pelayanan publik, kenyamanan dan keamanan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bertugas, peningkatan insentif dan tugas belajar bagi ASN.
“Visi-misi kami, peningkatan pelayanan publik [harus] dapat dirasakan seluruh masyarakat Jayawijaya. Misalnya, pembagian Dana Desa disalurkan secara transparan, hingga kepengurusan administrasi kependudukan [yang] tidak berbelit-belit,” ujar Anthonius Wetipo.
Pasangan nomor urut 2, Atenius Murip – Ronny Elopere mengangkat misi tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan transparan. Mereka berjanji untuk menempatkan ASN sesuai dengan kualifikasi masing-masing, memastikan adanya tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, dan memperkuat kolaborasi antara tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah membangun Jayawijaya.
“Tata pemerintahan yang bersih sangat penting, karena tanpa itu semua seluruh visi-misi hanya omong kosong. Optimalisasi pengelolaan APBD untuk kepentingan publik [juga penting],” kata Atenius Murip.
Pasangan nomor urut 3, Esau Wetipo – Kornelex Gombo menekankan bahwa visi-misi mereka telah sesuai dengan upaya tata kelola pemerintahan baik dan serta kebutuhan untuk menuntaskan permasalahan daerah. “Bagaimana membangun kebersamaan dalam keragaman, menuju Jayawijaya yang damai, aman, nyaman, dan indah dalam menata birokrasi pemerintahan dan memajukan perekonomian daerah. [Program kerja kami ingin] menciptakan lapangan kerja dalam semangat Otonomi Khusus,” kata Esau Wetipo.
Pasangan nomor urut 4, Jhon Richard Banua – Marthin Yogobi adalah pasangan petahana. Mereka menekankan paparannya terkait keberlanjutan program yang saat ini sudah dijalankan, dan menjanjikan perbaikan di berbagai bidang. “Visi kami, terwujudnya masyarakat Jayawijaya yang sejahtera, mandiri secara ekonomi, berkualitas, sehat, dan berbudaya. Misi [kami] Jayawijaya mandiri, sehat, cerdas, dan berbudaya,” kata Marthin Yogobi. (*)











Discussion about this post