Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Pulau Roon saksi sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua

June 22, 2022
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Injil

Makam guru Injil asal Maluku, Dominggus Rissapary, di Kampung Syabes, Pulau Roon. Rissapary berkarya di Syabes pada 1907. - Jubi/ANTARA/HO-Zack Tonu B.

Manokwari, Jubi – Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat pada masa lalu merupakan salah satu wilayah pusat penyebaran agama Kristen, terkhusus Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.

Banyak tempat di Wondama menyimpan peninggalan yang menjadi bukti sejarah pewartaan atau pekabaran Injil di Tanah Papua, ratusan tahun lalu.

RELATED POSTS

Perayaan Satu Abad Peradaban Papua Wilayah Tabi dipusatkan di Nimboran 

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

Polres Teluk Wondama siapkan pengamanan jelang peringatan satu abad tanah peradaban

Sebut saja Bukit Aitumeiri di Miei, Wasior yang terkenal dengan situs batu peradaban karena menjadi tempat pertama kalinya orang asli Papua mengenal pendidikan formal.

Juga Yende di Pulau Roon dengan warisan berupa gereja dan Alkitab tua.

Di Pulau Roon sendiri, tidak hanya Yende yang sarat dengan kisah pekabaran Injil tempo dulu.

Syabes, kampung kecil yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Yende ternyata juga menyimpan banyak jejak kekristenan di masa lalu yang belum banyak diketahui secara luas.

Awal mula orang Syabes mengenal agama Kristen dimulai dengan kehadiran Pendeta Rudolf Beyer, misionaris asal Eropa, pada 6 Mei 1866.

Beyer di utus dari Mansinam, Manokwari untuk mewartakan Injil bagi orang Roon yang ketika itu masih hidup dalam tradisi kafir alias belum mengenal Tuhan.

Setahun kemudian, tepatnya pada Februari 1867, Beyer memutuskan menetap di Syabes.

Dia memboyong serta sang istri, Anna Cambier. Misi utama Beyer yakni mewartakan Injil bagi orang Syabes, ternyata tidak mudah. Dia mendapat tantangan dan penolakan hebat dari warga setempat yang masih primitif.

Beragam siasat dilakukan untuk bisa mengusir Beyer dari Pulau Roon yang pada masa itu dikenal dengan julukan “Pulau Tahta Iblis”. Sampai akhirnya sang istri, Anna Cambier, menjadi korban. Anna Cambier meninggal dunia pada 3 Juni 1868.

Konon, Anna Cambier diracun oleh Rokowery, seorang panglima perang di Syabes yang sangat menentang pewartaan Injil.

Anna Cambier dimakamkan di Syabes. Makamnya ada di atas Bukit Bindani.

“Tapi mungkin banyak orang yang belum tahu. Orang lebih tahu itu Yende,” kata Bernadus Nehemia Rumadas, anggota Majelis Jemaat GKI Rudolf Beyer Kampung Syabes, usai perayaan 156 tahun Pekabaran Injil di Syabes, belum lama ini.

Nehemia menceritakan, Bukit Bindani yang terletak persis di bagian atas Kampung Syabes dahulunya merupakan tempat tinggal Rudolf Beyer bersama sang istri.

Di lokasi itu masih tampak gundukan tanah dan batu-batuan yang diyakini merupakan bekas rumah Beyer. Di tempat itu juga ada bangunan pendukung lainnya.

Selain rumah Beyer dan pusara Anna Combier, di Bukit Bindani terdapat pula makam seorang guru Injil asal Maluku yang bernama Dominggus Rissapary.

Rissapary diutus ke Syabes 41 tahun setelah kepergian Rudolf Beyer. Beyer meninggalkan Syabes dengan kekecewaan mendalam sepeninggal sang istri.

“Guru Rissapary inilah yang mengajarkan orang Syabes kesenian suling tambur sehingga sekarang orang Wondama bisa tahu main suling tambur,” jelas Nehemia.

Tidak Terurus

Meski menjadi bagian dari sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua di masa lalu, pusara Anna Combier dan juga Dominggus Rissapary tampak tidak terurus.

Makam Anna Combier sendiri memang sudah dipugar menjadi kuburan semen namun terkesan asal jadi saja. Atapnya juga hanya ala kadarnya saja. Pun tidak ada batu nisan maupun papan nama sebagai petunjuk bahwa itu adalah makam istri dari seorang penginjil masa lalu.

“Ini yang buat dulu dari Dinas Pariwisata,” kata Nehemia.

Sementara, makam guru Injil Rissapary baru dilakukan pemugaran beberapa waktu lalu menjelang perayaan 156 tahun Pekabaran Injil di Syabes. Dalam jangka waktu sekian tahun, makam tokoh penting sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua itu nyaris tidak tersentuh perbaikan apapun.

“Jemaat di sini yang gotong royong membuat kubur Guru Rissapary. Karena kalau tidak dibuat begini (disemen, red.) bisa-bisa hilang,” ucap Nehemia.

Warga berharap Pemkab Teluk Wondama memberi perhatian khusus terhadap makam Anna Combier dan Guru Rissapary, juga bekas rumah Rudolf Beyer maupun barang-barang peninggalan para misionaris zaman dahulu yang ada di Kampung Syabes.

“Atas nama Majelis Jemaat Rudolf Beyer Syabes, saya minta ke Pemkab Wondama, situs-situs ini agar dipugar kembali untuk menjadi aset sejarah gereja di Kabupaten Teluk Wondama. Ini semua adalah situs sejarah tapi terpendam sampai hari ini, tidak ada yang tahu karena tidak terurus,” kata dia.

Alkitab Tua

Jejak kekristenan di Syabes tidak hanya berupa makam istri Rudolf Beyer dan guru Injil Dominggus Rissapary. Syabes juga menyimpan Alkitab tua yang diperkirakan telah berumur lebih dari 200 tahun.

Alkitab berbahasa asing itu –diduga bahasa Belanda atau Jerman– ditemukan di rumah bekas kediaman Pendeta Rudolf Beyer. Saat ini Alkitab tua itu telah diserahkan menjadi inventaris jemaat GKI Rudolf Beyer.

“Alkitab ini lebih tua dari Alkitab yang ada di Yende karena masih ditulis dalam bahasa Eropa. Kalau di Yende sudah menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa lain,“ jelas Eduard Yohan Manaw, Kepala Jemaat GKI Rudolf Beyer Syabes.

Dia menjelaskan Alkibat tua itu pertama kali ditemukan salah seorang warga ketika membersihkan bekas rumah Beyer. Selanjutnya, Alkitab itu diserahkan kepada ketua jemaat gereja setempat secara turun-temurun hingga generasi sekarang ini.

“Tahun 2006 saya pindah di sini baru diserahkan ke saya sebagai ketua jemaat. Saya bawa dan serahkan sebagai inventaris jemaat,” ujar dia.

Alkitab tua itu disimpan sebagai harta waris peninggalan para zendeling.

Saat ini, Alkitab tua itu disimpan di ruang khusus di gedung Gereja Jemaat Rudolf Beyer Kampung Syabes.

Buku suci itu pun hanya bisa dikeluarkan pada momentum penting, mengingat kondisinya yang sudah sangat tua. (*)

 

Tags: InjilKristenPekabaran InjilTeluk Wondama
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel
Domberai

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor
Meepago

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, - IST
Bomberai

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025
Pinehas Torey
Domberai

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025
Polda Papua Barat
Domberai

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025
Kwamki Narama
Meepago

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara