Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Kisah pilu pengungsi Papua : “Alpukat dan markisa biasa kasih ke mereka, tetapi rumah kami mereka tembak”

February 8, 2022
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Pengungsi

Pengungsi

Jubi – Orang bilang, kalau kau melakukan perjalanan di Tanah Papua belum lengkap tanpa kakimu menapak di Wamena. Sebuah kota yang berada di punggung negeri Cendrawasih. Sejuk angin kurima yang bertiup dari lembah Baliem akan membuatmu betah berlama-lama di sana. Dan yang terbaik dari tanah ini adalah manusianya.

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

Mereka akan selalu merentangkan kedua tangannya di udara dan mendekapmu ke dalam dada menyambut kedatanganmu. Dalam waktu singkat, kau akan kami anggap sebagai anak, sebagai adik, sebagai kakak, juga sebagai nayak yang berarti keluarga.

Semuanya tampak begitu indah dan baik-baik saja. Tapi tunggu, segalanya segera gugur setelah kamu mendengar cerita kami.

*

Hari itu 24 Desember 2021. Satu hari menjelang natal tiba. Kami berpesta dan menghelat upacara bakar batu. Dua ekor babi dewasa dimasak di dalam sebuah lubang galian. Di dalamnya, daun singkong, ubi, ayam, dan wam [daging babi] dimasak bersama. Dua ekor babi itu kami beli dengan uang patungan. Para lelaki meletakkan batu panas sebesar kepala di atasnya. Mama-mama duduk melingkar bersama anak-anak, sembari ngobrol.

Nama saya Raga Kogoya, umur 42 tahun dan hidup bersama suami dan dua anak lelaki yang tampan dan cerdas. Dua anak itu, adalah Berlian dan Junior. Kami berempat kini mengungsi dan tinggal di kampung Sekom, sebab kampung kami di desa Nitkuri, Nduga, telah porak-poranda diterjang perang yang semakin panas. Saya lahir dan besar di desa itu. Tak pernah terbayang sebelumnya, bagaimana nasib kami menjadi sial: terkatung-katung di desa lain. Sejak empat tahun yang lalu, sampai hari ini.

Asap hitam membumbung tinggi di udara. Ada aroma hangit yang menguar. Kami tunggu kepul asap hitam sampai lamat-lamat memutih. Jika asap sudah jadi putih, bertiup dari celah-celah batu, artinya pesta akan segera dimulai.

Dentum dansa Wisisi Sapusa meletup dari speaker milik pendeta. Anak, mama, dan bapa, mulai larut dan menggoyangkan badan. Kemudian kami berdansa mengitari api. Setelahnya, firman Tuhan dibacakan.

Pendeta mengatakan, bahwa dunia akan terus bergerak; tak selamanya hidup akan terperangkap dalam gelap. Begitu juga nasib pengungsi, nasib kami. Kami tidak pernah tahu kapan terang itu akan tiba. Tetapi kami percaya, bahwa cepat atau lambat, hari-hari gelap akan segera tersibak. Kami kembali ke Nduga, dan hidup kembali pulih: kami bisa kembali ke sekolah, bekerja di ladang di bawah langit yang terang, dan bergumul dalam kehangatan sebuah keluarga.

Setelah ditutup dengan doa, batu-batu panas mulai dibongkar. Potongan daging, ubi, daun singkong, dan ayam dibagi rata. Setiap orang, harus dapat bagian yang sama. Kami duduk melingkar, dan bersama-sama menyantap apa-apa yang tersedia di hadapan kami. Ini adalah secuil kebahagiaan yang dititipkan Tuhan, kepada kami, para pengungsi yang telah empat tahun terkatung-katung di tanah sendiri.

**

Tags: HAMLapagoPapua
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel
Domberai

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor
Meepago

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, - IST
Bomberai

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025
Pinehas Torey
Domberai

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025
Polda Papua Barat
Domberai

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025
Kwamki Narama
Meepago

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

Recommended Stories

Polsek Kawasan Bandara Wamena

Polsek Kawasan Bandara Wamena amankan penumpang membawa 12 botol minol

February 3, 2024
B20

Australia hadiri Pertemuan B20

November 12, 2022
Lebanon

Ribuan orang di Brussels tuntut gencatan senjata di Gaza dan Lebanon

October 21, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara