Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Filep Karma, Leyte Filipina, dan pantai Hamadi Hollandia, tempat Mac Arthur mendarat

October 12, 2022
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Filep Karma

Patung Mac Arthur di Leyte, Filipina. - Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Aktivis pejuang HAM dan Papua merdeka yang pernah belajar di Filipina, Filep Karma, mengatakan pantai Hamadi dan Leyte di Filipina sebenarnya sangat menarik untuk menjadi tempat wisata sejarah Perang Dunia II.

“Memang berbeda dengan Leyte ada taman dan juga patung Jenderal Mac Arthur saat mendarat di pantai Leyte,” kata Filep Karma kepada test.jubi.id, di Kota Jayapura, belum lama ini.

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Mahasiswa kedokteran UPNG gelar pameran karier

Dia menambahkan, sebenarnya pantai Hamadi dan Holtekamp sangat menarik untuk dikelola sebagai tempat wisata, termasuk harus menjaga sisa-sisa pendaratan Sekutu Amerika Serikat dibawah pimpinan Douglas Mac Arthur pada saat Perang Dunia II.

Lebih lanjut Karma menuturkan bahwa lokasi pendaratan Mac Arthur di Filipina adalah di bagian Leyte Utara dan merupakan sebuah provinsi di sana dengan ibukotanya Tacloban City.

Karma yang pernah belajar setahun di Asian Institute of Manajemen Filipina, 1996-1997, menuturkan bagi masyarakat Filipina wilayah Leyte menjadi salah satu situs bersejarah. Melalui taman wisata serta patung Jenderal Mac Arthur, para siswa di sana bisa belajar tentang sejarah Perang Dunia II.

Filep Karma
Invasie strand Hamadi, April 1944. – Jubi/Museum WW2 US

Hal senada juga dikatakan Dr Bernarda Meteray, dosen sejarah Universitas Cenderawasih (Uncen) dan juga penulis buku Nasionalisme Ganda Orang Papua bahwa situs sejarah Perang Dunia II di Papua harus dijaga dan juga dirawat hingga bisa menjadi bukti sejarah bahwa Jenderal Douglas Mac Arthur pernah mendarat di Pantai Hamadi.

Dr Bernarda juga mengakui kalau kisah Perang Dunia II di Papua juga pernah ditulis dalam buku berjudul The Liberation of the Philippines, Luzon, Mindanao, the Visays 1944-1945.

“Saya juga selalu menyarankan mahasiswa untuk membaca buku berjudul Jayapura Ketika Perang Pasifik karya A Mampioper sebagai bahan referensi dalam menulis kisah Perang Pasifik di Jayapura,” katanya.

Invasie strand Hamadi, April 1944. – Jubi/Museum WW2 US

Kisah Bukit Mac Arthur

Jepang pertama kali menduduki Hollandia dan wilayah Aitape di Vanimo Papua Nugini pada 19 April 1942, setelah Jepang menghancurkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941.

Hampir selama dua tahun Jepang dengan Armada VIII dan IX menguasai Teluk Humbold dan Youtefa serta membangun Pangkalan Udara di Sentani dan Doyo.

Sebelum tentara Sekutu Amerika Serikat tiba di Hollandia, pada 30 Maret sampai dengan 16 April 1944, terjadilah serangan bom oleh pesawat tempur Amerika Serikat.

Saksi mata di Kampung Asei Sentani Timur menuturkan pagi-pagi pesawat tempur AS terbang di atas Danau Sentani dan melepaskan bom ke pangkalan udara di sini.

“Kami berhamburan dan lari bersembunyi di dusun sagu dan sebagian mengungsi. Banyak bom yang jatuh,” kata Hans Robert Ohee mengenang masa masa sulit yang menimpa mereka kala itu.

Mac Arthur mendarat di Hollandia pada 22 April 1944as. Pasukan Sekutu Amerika Serikat menyerbu pangkalan militer Jepang di Sentani melalui dua arah. Pertama melewati Teluk Tanah Merah dengan membangun 23 tanki minyak di sana. Melewati Sentani, Doyo, dan membangun basis di kaki gunung Cycloop Ifar Gunung.

Sedangkan serangan dari Teluk Humboldt, Teluk Youtefa, hingga sampai ke Pangkalan Militer Jepang di Doyo dan Sentani. Mac Arthur menginjakkan kakinya di Pantai Hamadi pada pukul 10.00 pagi, 22 April 1944.

Oleh karena itu, Gubernur Nederlands Nieuw Guinea, Prof Dr Jan Van Baal, membangun tugu peringatan Invasie strand di Hamadi pada 1958. Pemerintah Jepang juga membangun tugu peringatan atas korban tentara Jepang di Abe pantai, di Sarmi, dan juga di Biak.

Filep Karma
Rumah Jenderal Mac Arthur di Ifar Gunung, Hollandia. – Jubi/IST

Mac Arthur sendiri tinggal di Hollandia dari April sampai dengan Maret 1945. Selanjutnya Mac Arthur pindah ke Biak dan membangun markasnya di dekat Nasbaren, Bosnik.

Markas Mac Arthur pertama di Hollandia (Jayapura sekarang) bukit dekat Taman Makam Pahlawan Waena dan selanjutnya pindah ke Ifar Gunung sekarang.

Mac Arthur membangun Camp Sevent Fleet dan Markas Besar Pasifik Barat Daya dari Brisbane pindah ke Hollandia. Ia sempat membangun rumah di Markas Ifar Gunung Hollandia.

William Manchester dalam bukunya berjudul American Caesar Douglas Mac Arthur, 1880-1964, menyebutkan “Mac Arthur’s controversial house in Hollandia.” Dalam buku itu pula ditulis Jenderal Berbintang Lima itu tiba di Hollandia April 1944. Bahkan selanjutnya tiba di Leyte pada Oktober 1944.

Saat meninggalkan Filipina pada 11 Maret 1942 akibat serbuan Jepang. Mac Arthur terbang menuju Australia. Dia meninggalkan Pulau Correigidor di Filipina dan pasukannya dikepung Jepang.

Mac Arthur dan keluarga serta pengawalnya perjalanan dengan kapal PT hingga mencapai Mindanao. Dua hari kemudian MacArthur dan rombongannya terbang ke Australia dengan sepasang Boeing B-17 Flying Fortresses.

Dia tiba di Melbourne dengan kereta api pada 21 Maret 1942. Di Australia, dia berpidato di mana dia menyatakan, “Saya datang dan saya akan kembali”. (“I came through and I shall return”.)

Pernyataannya terbukti, ia mendarat di Leyte dan warga Filipina menyambutnya sebagai pahlawan. Oleh karena itu tak heran jika sampai sekarang ada patung pendaratan Jenderal Mac Arthur dan rombongan di Leyte yang menjadi saksi sejarah bahwa perang adalah kekerasan dan korban jiwa. Kalah dan menang perang sama-sama ada yang korban baik militer maupun warga sipil. (*)

Tags: Leyte FlipinaPantai HamadiPapuaPasifikPerang Dunia IIsejarah
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel
Domberai

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor
Meepago

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, - IST
Bomberai

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025
Pinehas Torey
Domberai

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025
Polda Papua Barat
Domberai

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025
Kwamki Narama
Meepago

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara