Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Papua Tengah

Kasus malaria tertinggi di Papua Tengah ada di Mimika

March 4, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Papua Tengah

Kepala Dinkes Papua Tengah Agus (kanan) dengan stafnya. Jubi/dok

Nabire, Jubi – Dinas Kesehatan atau Diskes Provinsi Papua Tengah mencatat daerah dengan kasus malaria tertinggi di wilayah itu adalah Kabupaten Mimika.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Papua Tengah, dr. Agus mengatakan akumulasi kasus malaria di delapan kabupaten di Papua Tengah pada 2025, mencapai 205.068 kasus. Sebanyak 190.597 kasus atau 80 persen dari jumlah kasus malaria itu ada di Kabupaten Mimika.

RELATED POSTS

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

Realisasi pendapat daerah Papua Tengah melampaui target

Menurut dr. Agus kasu malaria di setiap kabupaten di Papua Tengah pada 2025, adalah Kabupaten Mimika 190.597 kasus, Kabupaten Nabire 8.744 kasus, Kabupaten Puncak 3.025 kasus, Kabupaten Puncak Jaya 2.031 kasus, Kabupaten Intan Jaya 334 kasus, Kabupaten Paniai 273 kasus, Kabupaten Deiyai 51 kasus, dan Kabupaten Dogiyai 13 kasus.

“Dengan keseluruhan sebanyak 205.068 kasus Malaria di Papua Tengah,” kata dr. Agus di kantor, di jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, ibu kota Papua Tengah, Senin (2/3/2026).

Katanya, penyebab utama tingginya kasus malaria adalah keberadaan nyamuk anopheles dan parasit plasmodium yang ada di tubuh manusia. Nyamuk ini pembawa bibit penyakit dari orang ke orang. Faktor lainnya adalah kebersihan lingkungan, seperti genangan air akibat curah hujan tinggi, sampah dan sebagainya.

“Di lingkungan yang kurang bersih dan perilaku hidup yang belum sehat itu yang jelas tempat berkembang biak nyamuk,” ucapnya.

Ia mengatakan, solusi utama adalah screening massal atau deteksi dini. Semua warga, baik yang sakit maupun sehat tanpa gejala, wajib melakukan pemeriksaan darah.

“Logikanya sederhana, semua orang diperiksa, hasilnya positif atau negative. Upaya penurunan kasus Malaria di Papua Tengah yang bisa dilakukan adalah screening massal dan pengobatan tuntas itu kunci utama solusi eliminasi malaria” ujarnya.

Setelah dilakukan screening massal lanjut dr. Agus, apa bila ditemukan ada yang positif malaria, maka harus diberi obat untuk diminum secara tuntas.

Ia menjelaskan, obat malaria diminum tiga hari awal, kemudian dilanjutkan dengan melakukan periksaan ulang setelah 14 hari. Jika hasilnya masih positif, ulangi pengobatan hingga jadi negatif.

“Ini agar menghilangkan plasmodium dari tubuh agar nyamuk tidak lagi membawa infeksi ke orang lain. Misalnya seseorang positif tanpa gejala minum obat tuntas, periksa ulang negatif. Meski digigit nyamuk, dia tidak lagi menularkan penyakit karena parasit sudah hilang,” katanya.

Ia menambahkan, hambatan utama dalam memerangi malaria adalah kurangnya disiplin mengkonsumsi obat. Masyarat juga tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan,

“Tanpa pengobatan tuntas, bibit penyakit tetap ada didalam tubuh. Nyamuk gigit, lalu infeksi menyebar,” ujar Agus.(*)

Tags: kasus malariaProvinsi Papua Tengah
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Pesantren
Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa resmikan pesantren dan sambut berdirinya SMP-SMA Riyadhul Qur’an

April 25, 2026
Pemuda Katolik Papua Tengah
Papua Tengah

Pemprov berharap program kerja pemuda Katolik Papua Tengah menyentuh masyarakat

April 24, 2026
Puncak
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah salurkan bantuan untuk warga Puncak

April 24, 2026
raperda
Papua Tengah

Gubernur Nawipa ingatkan agar raperda tidak hanya daftar tanpa realisasi

April 23, 2026
Batik Air
Papua Tengah

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

April 23, 2026
Papua Tengah
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah bentuk tim tangani korban Puncak

April 22, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Covid-19, RSUD Abepura

RSUD Abepura diminta percepat pembayaran insentif Covid-19

December 20, 2023
Bendungan Sadawarna

Jokowi resmikan Bendungan Sadawarna di Subang

December 27, 2022
Pelabuhan Jayapura, Pas Masuk Pelabuhan

Pelabuhan Jayapura uji coba pembayaran pas masuk pelabuhan dengan e-money 

December 10, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara