Merauke, Jubi – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Selatan mengagendakan pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) paling lambat akhir Juni 2025 guna memilih pengurus baru organisasi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Rapat persiapan Musprov dipimpin oleh Ketua Umum KONI Papua Selatan yang juga Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, di kantor sementara gubernur di Kabupaten Merauke, Rabu (26/3/2025).
Apolo Safanpo menyatakan bahwa KONI Provinsi perlu menyampaikan informasi kepada KONI tingkat kabupaten serta pengurus cabang olahraga di tingkat provinsi terkait persiapan pemilihan pengurus baru dan rapat kerja. Hal ini bertujuan agar seluruh jajaran pengurus memiliki waktu yang cukup untuk mengikuti agenda tersebut.
“Time line atau batas waktu sesuai dengan surat dari KONI Pusat adalah sebelum Juni, paling lambat 31 Juni 2025, pengurus baru sudah harus terbentuk,” kata Apolo Safanpo.
Ia menjelaskan bahwa KONI Papua Selatan masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan berbagai persiapan, termasuk penentuan jadwal, pembentukan panitia, dan pembahasan teknis pelaksanaan Musprov. Ia berharap panitia dapat menetapkan jadwal pelaksanaan paling lambat pada 31 Mei 2025.
“Waktu pelaksanaannya paling cepat dua hari, paling lambat tiga hari. Hari pertama untuk rapat kerja (Raker), kemudian hari ketiga Musprov. Namun, hal ini dapat disesuaikan dengan jadwal. Jika tidak bisa dua hari, maka bisa tiga hari,” ujarnya.
Terkait kepanitiaan, Apolo Safanpo menyatakan bahwa masyarakat di empat kabupaten dalam cakupan wilayah Papua Selatan dapat mengusulkan diri menjadi panitia. Hal yang sama berlaku untuk pencalonan Ketua Harian KONI Papua Selatan.
“Tugas kita adalah menyusun regulasi, ketentuan, persyaratan, tata cara, dan mekanisme. Siapa saja yang memenuhi ketentuan dan mendapatkan amanah dari para pemegang suara dapat dipilih dan memilih. Jadi, tugas kita bukan memilih orang, melainkan memastikan proses berjalan sesuai aturan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Papua Selatan, Soleman Jambormias, secara aklamasi dipercayakan sebagai Ketua Panitia Rakerprov dan Musprov KONI Papua Selatan 2025.
Soleman Jambormias menjelaskan bahwa masa bakti KONI Papua Selatan sebenarnya berakhir pada Desember 2024. Namun, karena pertimbangan perlunya gubernur definitif sebelum pembentukan pengurus baru, KONI Pusat memperpanjang masa bakti pengurus hingga Juni 2025.
“Hanya ada dua agenda yang diberikan oleh KONI Pusat, yaitu Rakerprov dan Musprov. Saya sebagai Ketua Panitia akan mengakomodasi semua pihak. Besok akan diterbitkan SK panitia, dan kami langsung bekerja. Satu bulan saja kita persiapkan.
Pada April, kami akan ke Jakarta untuk koordinasi terakhir, lalu kembali dan langsung bekerja. Sebelum Juni, pengurus baru sudah terbentuk,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sesuai arahan gubernur, komposisi pengurus KONI Papua Selatan tahun 2025 harus terdiri dari 60 persen Orang Asli Papua (OAP) dan 40 persen non-OAP. (*)











Discussion about this post