Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Suasana Stadion Mandala setelah ‘ditinggal’ Persipura

January 23, 2026
Waktu Membaca: 5 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi Bachyul Jb
studion mandala

Bench pemain yang mulai ditumbuhi rumput. – Jubi/ Sudjarwo Husain

Jayapura, Jubi – Suara langkah kaki orang-orang yang sedang jogging sore terdengar konstan di lintasan atletik Stadion Mandala, Jayapura. Sore itu, Rabu (21/1/2026), sejumlah warga tampak asyik memacu keringat. Ada yang sekadar jalan santai, ada pula yang berlari kencang memutari lapangan.

Di pinggir lintasan, sekelompok pemuda yang sepertinya dari klub sepak bola lokal tampak sibuk melakukan pemanasan dan latihan ringan.

RELATED POSTS

Menuju PON NTB–NTT 2028, KONI Papua siapkan Musprov dan pembinaan atlet

Rekonstruksi taktik Rahmad Darmawan, adopsi komposisi tim juara

Rahmad Darmawan fokus benahi keseimbangan permainan Persipura

Pemandangan itu kini menjadi wajah sehari-hari di stadion yang berada di pinggir pantai itu.

​Namun, di balik aktivitas rutin itu, ada suasana yang berbeda. Stadion ini tak lagi riuh oleh teriakan suporter saat akhir pekan.

Persipura Jayapura, sang pemilik sejarah panjang, terpaksa harus pindah rumah ke Stadion Lukas Enembe di Kabupaten Jayapura untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Regulasi kompetisi yang mewajibkan adanya perangkat Video Assistant Referee (VAR) dan e-board membuat Stadion Mandala harus rela ditinggalkan sementara karena belum memenuhi syarat tersebut.

Padahal, dari kompetisi ke kompetisi, Mandala tak pernah sepi di akhir pekan. Selalu ramai dengan para pecinta bola, suporter, hingga pelaku UMKM.

Infografis Stadion Mandala

​Meski kini hanya dimanfaatkan sebagai sarana untuk aktivitas warga yang berolahraga, para penggawa Persipura masih tetap terlihat di atas rumput lapangan yang tak lagi rapi, sedang berlatih mematangkan kebugaran dan menyiapkan taktik jelang menghadapi laga lanjutan Grup Timur.

Butuh renovasi

Bagi masyarakat Kota Jayapura, Stadion Mandala tidak hanya dikenal sebagai lapangan sepak bola semata. Stadion itu telah merekam banyak sejarah indah.

Mandala menjadi saksi bisu awal perjuangan Persipura mulai dari era pelatih legendaris seperti HB Samsi, Hengky Rumere, hingga menjadi klub tersukses dengan mengangkat empat trofi juara Liga Indonesia.

Bahkan sekelas bintang-bintang dunia seperti Mateja Kezman dan Nicky Butt juga pernah merumput di Mandala pada ajang AFC Cup. Hampir lima tahun lalu, kemegahan pesta olahraga empat tahunan atau PON XX dan juga ajang olahraga akbar penyandang disabilitas Peparnas XVI juga pernah terekam di sana.

Sayang, meski tetap dipakai berlatih oleh Persipura, wajah Stadion Mandala yang penuh sejarah itu kini tampak kusam seperti kurang terawat.

​Pemandangan mencolok terlihat di beberapa sisi. Rumput liar mulai tumbuh di sela-sela kursi bench pemain dan di area belakang gawang.

Tanaman liar itu juga merambat di pinggiran pagar pembatas, bahkan menjamur hingga arena lapangan pertandingan. Rumput berstandar FIFA, Zoysia matrella yang dulu memanjakan mata penonton kini hanya tinggal sisa-sisa.

Di tribun, cat-cat dinding mulai mengelupas, ditambah lagi dengan kondisi beberapa kursi single seat yang sudah terlepas dari tempatnya.

​Pengurus Stadion Mandala, Akmar, mengatakan pihaknya tetap rutin menjaga dan melakukan pemeliharaan stadion, mulai dari perawatan ruangan hingga area lapangan. Namun untuk urusan tribun, kondisinya berbeda.

studion mandala
Warga Jayapura sedang berolahraga di lintasan atletik di Tribun Utara Stadion Mandala. – Jubi/ Sudjarwo Husain

​”Maintenance ruangan hampir setiap hari kita lakukan, kalau rumput setiap bulan dibabat dan dilakukan pemupukan. Kalau tribun tidak ada perawatan. Lapangan biasanya disewa sama tim-tim lokal atau instansi-instansi,” ujar Akmar.

Pulex, ofisial Persipura yang berada di lapangan menanggapi kondisi Stadion Mandala saat ini. Menurutnya, kondisi sekarang sudah lebih mendingan dari tahun sebelumnya.

“Kondisi Stadion Mandala saat ini sebenarnya jauh lebih baik dari tahun-tahun lalu,” katanya.

​Kondisi Stadion Mandala juga tak luput dari perhatian seorang mantan pemain legendaris Persipura, Benny Jensenem, yang kini mengurus sarana prasarana di KONI Papua.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Papua yang baru untuk membahas nasib stadion bersejarah ini.

​”Kemarin kebetulan saya dengan Sekum (sekretaris umum KONI Papua) sudah bertemu dengan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang baru. Kami bicara dan saya mengusulkan tentang perawatan Mandala. Mudah-mudahan bisa diakomodir,” kata Benny.

Berapa waktu lalu, manajer Persipura Owen Rahadian, menyebutkan pihaknya akan melobi pemerintah untuk merenovasi Stadion Mandala. Menurutnya betapa besar kerinduan suporter Persipura melihat tim kesayangannya berlaga lagi di Mandala. Namun sampai sekarang, keinginan itu belum terealisasikan.

Menurut Owen, Persipura tidak akan pernah meninggalkan Mandala. Stadion bersejarah itu tetap menjadi rumah bagi Persipura.

​”Mandala akan tetap dipakai karena merupakan tempat lahirnya Persipura. Selain itu, Mandala juga diproyeksikan menjadi Elite Pro Academy (EPA) bagi anak-anak muda, supaya mereka terinspirasi karena berlatih di lapangan bersejarah,” ujarnya.

​Keinginan untuk melihat Persipura kembali berlaga di Stadion Mandala mendapatkan dukungan penuh dari suporter. Ikhsan dari kelompok The Commens berharap proses renovasi bisa cepat dilakukan.

Studion Mandala
Tribun Liverpool yang sebagian kursinya sudah terlepas. – Jubi/ Sudjarwo Husain

“Kami berharap Persipura bisa kembali bermain di stadion Mandala. Peluang Persipura untuk promosi ke Liga 1 masih sangat terbuka,” katanya.

Tak masalah Persipura pindah markas

Benny Jensenem, pelaku sejarah di klub Persipura pada era 1970-an menyayangkan Persipura harus bergeser dari rumah mereka di Stadion Mandala karena ada beberapa item yang tidak memenuhi standar verifikasi yang diberlakukan operator kompetisi. Padahal Stadion Mandala sudah beberapa kali direnovasi.

​”Mereka harus pakai stadion lain karena fasilitas yang diminta oleh operator kompetisi di Mandala, beberapa hal tidak memenuhi syarat. Harus diperbaiki, seperti ruang kesehatan dan lain-lain. Nah, sehingga terpaksa pakai Lukas Enembe dengan konsekuensi biaya,” katanya.

Namun, ia tetap mendukung keputusan tim, dan ia melihat ada nilai positif dari sisi edukasi penonton ketika Persipura berlaga di Stadion Internasional Lukas Enembe. Terlebih jumlah penonton pada laga terakhir Persipura di sana membludak hingga hampir menyentuh 13 ribu penonton.

Menurutnya, itu sebuah kemajuan dan memberikan dampak positif bagi klub Persipura sendiri.

​”Itu sesuatu hal yang positif, artinya ada satu perubahan yang terjadi di kalangan penonton kita, masyarakat pencinta Persipura,” ujar Benny.

​Kepindahan Persipura itu, tambah Benny, secara tidak langsung melatih mental pencinta dan suporter untuk lebih menghargai profesionalisme sepak bola.

“Menurut saya sangat positif karena kebiasaan kita waktu di Mandala dulu suka tidak mau bayar, atau bayar tidak 100 persen, mau pilih yang murah-murah saja. Mental itu yang kita ubah. Dengan menonton di stadion yang fasilitas standar, penonton diajarkan membayar untuk men-support Persipura juga. Itu tuntutan sepak bola modern sekarang,” katanya.

Berdasarkan statistik yang dicatat operator kompetisi I-League, dua laga Persipura di Stadion Lukas Enembe mencatatkan perolehan jumlah penonton terbanyak.

Pertama saat menghadapi Kendal Tornado FC yang menyentuh angka 9.000 penonton. Lalu yang kedua saat menjamu Deltras Sidoarjo pada 4 Januari lalu dengan meraup 12.881 penonton.

Studion Mandala
Stadion Mandala dilihat dari sisi pagar pembatas. – Jubi/ Sudjarwo Husain

Jumlah itu menjadi rekor penonton terbanyak di Stadion Lukas Enembe. Bahkan menempati urutan keempat penonton terbanyak di laga Pegadaian Championship musim ini.

Harus tetap bergelora di Mandala

​Benny Jensenem juga mengusulkan agar Stadion Mandala ke depannya dikelola lebih komersial, namun tetap mengedepankan pelayanan publik yang menyasar olahraga masyarakat.

“Mandala kita upgrade, rawat dia, menjadi lapangan latihan Persipura atau klub apa saja. Kita bisa komersialkan untuk klub internal di Kota Jayapura ini. Banyak klub yang ada, kita izinkan bermain dengan tarif yang sesuai, biar lapangan menghasilkan dan bisa mengurus dirinya sendiri. Misalnya dipakai pertandingan antar-instansi atau turnamen seperti Waena Cup,” katanya.

​Selain itu, baginya Stadion Mandala harus tetap menjadi rumah pembinaan atlet-atlet KONI dalam menggelar persiapan menghadapi iven-iven olahraga nasional.

“Itu harus, Stadion Mandala tetap diproyeksikan sebagai pusat pembinaan atlet KONI karena fasilitasnya yang terintegrasi dengan Wisma Atlet dan GOR di sekitarnya,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar Stadion Mandala tetap terbuka buat umum bagi masyarakat yang hendak berolahraga, karena pemerintah memiliki kewajiban untuk melayani masyarakat.

“Itu kewajiban pemerintah untuk mengurus dan melayani masyarakat, kecuali kalau ada pertandingan resmi,” katanya.

Putra, pencinta olahraga di Jayapura rutin berolahraga di Stadion Mandala karena suasananya yang nyaman dan tenang.

​”Hampir setiap sore saya jogging di Mandala. Tempatnya nyaman dan tidak ada gangguan. Kalau kondisi stadionnya sih sama saja kayak kemarin-kemarin, tapi tetap nyaman untuk kita berolahraga,” ujarnya.

​Hal senada disampaikan Ekawati. Ia juga sering berolahraga di Stadion Mandala. Selain dekat dengan tempat tinggalnya, suasana di Stadion Mandala juga nyaman untuk orang-orang menyalurkan gaya hidup sehat.

“Sering berolahraga di sini karena dekat dengan rumah. Kita bebas berolahraga dan gratis. Senang ada fasilitas pemerintah yang bisa dimanfaatkan untuk hidup sehat,” katanya.

​Saat hari mulai gelap, aktivitas di lintasan lari perlahan surut. Para pemain Persipura pun mulai meninggalkan lapangan. Stadion Mandala kembali sunyi, menyimpan sejuta kenangan masa lalu sembari menanti waktu untuk melihat wajah baru di masa depan. (*)

Tags: KONI PapuaLatihan PersipuraStadion Lukas EnembeStadion Mandala
ShareTweetSendShareShare
Sudjarwo Husain

Sudjarwo Husain

Related Posts

odong-odong
Indepth Story

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026
Pasukan Non-organik
Indepth Story

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026
Daniel Hanasbey
Indepth Story

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi
Indepth Story

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pasar Lama Sentani
Indepth Story

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Persipura Experience
Indepth Story

Persipura Experience obati kerinduan pencinta Persipura

April 11, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara