Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Indepth Story

Lagi, rencana menata Pasar Lama Sentani

September 17, 2025
Waktu Membaca: 6 mins read
0
Penulis: Engel Wally - Editor: Aryo Wisanggeni G
Pasar Lama Sentani

Pedagang yang berjualan hasil bumi di pinggir jalan raya depan Pasar Lama Sentani. - Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Sejak Pasar Sentral Sentani terbakar pada 2002, lebih dari 22 tahun yang lalu, berulang kali muncul rencana untuk menata pasar yang kini lebih dikenal dengan sebutan Pasar Lama Sentani itu. Rencana muncul, lalu hilang tanpa realisasi, rencana lain lagi muncul, pun hilang lagi. Kini, giliran Bupati Jayapura, Yunus Wonda yang melontarkan rencana meremajakan pasar itu.

Yunus Wonda mengumumkan rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura pada 2026 untuk menata Pasar Lama Sentani. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menata kawasan pasar itu, dan menyediakan fasilitas bagi para pedagang yang kini berjualan di pinggir jalan raya.

RELATED POSTS

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

Harga telur lokal di Kabupaten Jayapura masih terbilang mahal

Harga bawang merah di Pasar Pharaa mulai turun pada awal 2026

“Kasihan mama-mama pedagang ikan danau yang berjualan di atas drainase dan setiap saat terkena debu jalan raya. Harus ada tempat yang layak bagi mereka,” ujar Wonda usai menghadiri Rapat Koordinasi Stakeholder di Sentani pada 2 September 2025 lalu.

Pasca terbakarnya Pasar Sentral Sentani pada 2002, banyak pedagang pasar yang berjualan di pinggir jalan raya di depan pasar itu. Kini, areal pasar yang telah ada sejak tahun 1970-an itu telah banyak berubah wajah. Fasilitas pendukung pun telah berubah, termasuk tempat berjualan di dalam pasar, beserta deretan rumah toko sepanjang 300 meter sejak dari pertigaan jalan masuk menuju Kelurahan Dobonsolo.

Bupati Jayapura sebelumnya, Mathius Awoitauw (menjabat 2012-2022) pernah mengumumkan rencana menutup Pasar Lama Sentani. Pasalnya, sebagian besar pedagang di pasar itu justru lebih memilih berjualan di pinggir jalan raya. Selain itu, di dalam areal pasar terdapat permukiman, rumah ibadah, bahkan gedung sekolah.

Rencana itu tinggal jadi rencana. Hingga masa jabatan Awoitauw berakhir, penutupan Pasar Lama Sentani tak terlaksana. Lalu kini Yunus Wonda menyampaikan rencananya untuk meremajakan areal pasar itu, sehingga para pedagang yang berjualan di pinggir jalan dapat kembali ke dalam areal pasar, berjualan dengan aman di tempat yang layak.

Tidak aneh jika rencana itu muncul. Jalan Pasar Lama Sentani kini sudah semakin sesak dan kacau, karena banyaknya pedagang di pinggir jalan raya, dan semakin padatnya lalu lintas di ibu kota Kabupaten Jayapura itu. Tempat berjualan para pedagang semakin sempit dan tidak teratur, berebut tempat dengan lahan parkir pengunjung pasar dan pangkalan ojek. Kemacetan pun semakin sering terjadi pada pagi dan sore hari.

Masalahnya menata pasar yang sudah “mati suri” selama 22 tahun tidaklah mudah. Bagaimana akan menata areal pasar yang telah menjadi tempat untuk beragam aktivitas—mulai dari permukiman, ibadah, hingga sekolah?

Menata pasar, menata jalan

Menurut Bupati Yunus Wonda, penataan ulang Pasar Lama Sentani juga bertujuan menyediakan tempat berjualan yang layak bagi para pedagang yang kini berjualan di pinggir jalan raya. Penataan pasar itu juga dilakukan untuk mencairkan kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Menurut Wonda, penataan akan direncanakan secara detail setelah tim teknis melakukan survei lokasi, mendata identitas para pedagang, dan mencatat semua kebutuhan pedagang. Wonda menyatakan tim teknis itu akan mencari cara untuk memastikan permukiman di dalam areal pasar tidak akan terdampak proyek penataan pasar. Wonda menjelaskan besaran anggaran yang dibutuhkan proyek itu akan ditentukan sesuai hasil pendataan tim teknis.

Wonda menyatakan rencana penataan pasar itu akan diusulkan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Pemerintah Kabupaten Jayapura 2024 – 2029. Itu berarti rencana penataan pasar akan dibahas dan disetujui DPR Kabupaten Jayapura.

“Usulan penataan pasar ini sudah ada sejak lama, hanya saja tidak di kerjakan. Tahun depan kami akan realisasikan, agar para pedagang kita, khususnya mama-mama yang berjualan ikan segar dari Danau Sentani, bisa mendapat tempat berjualan yang layak,” katanya.

Ia meminta semua pihak turut berpartisipasi dan mendukung program maupun proyek Pemerintah Kabupaten Jayapura pada 2026. “Dengan kondisi pemerintahan saat ini, serta limit waktu yang berada pada akhir tahun, kami sudah sepakat untuk membuat program. Tetapi [kami] juga menyerap seluruh aspirasi masyarakat yang sejalan dengan visi dan misi kami,” ujar Wonda.

Tidak akan mudah

Bagi Baharuddin, salah satu pedagang di kawasan Pasar Lama Sentani, rencana penataan Pasar Lama Sentani sudah berulang kali terdengar, namun tak kunjung terlaksana. Baharuddin yang berasal dari Sulawesi Selatan tinggal di Jalan Mambruk, di belakang kawasan Pasar Lama. Ia memilik lapak jualan di pasar itu.

Bahar, sapaan akrabnya, tidak keberatan jika Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menata Pasar Lama Sentani. Ia yakin penataan itu untuk kebaikan juga kesejahteraan masyarakat, khususnya para pedagang pasar.

Menurutnya, lokasi tempat tinggalnya saat ini adalah permukiman yang terpisah dari areal Pasar Sentral, dahulu merupakan rawa dan hutan sagu. Hampir semua warga di Jalan Mambruk itu adalah pedagang Pasar Lama Sentani. Ia berharap penataan Pasar Lama Sentani tidak berujung dengan relokasi warga Jalan Mambruk, karena kepadatan penduduk di sana sangat tinggi.

“Sebelum Pasar Sentral terbakar, ditahun 2000-an, kami sudah tinggal disini,” kata Bahar

Bagi Bahar, jika Pemerintah Kabupaten Jayapura menata Pasar Lama Sentani, ia berharap pemerintah membangun infrastruktur dan akses jalan masuk pasar yang memadai. Ia juga berharap ada penataan terminal angkutan umum dan pangkalan ojek di sana.

“Selama ini, tidak ada tempat jual yang layak bagi para pedagang di pasar ini. Mereka berjualan di atas drainase hingga pinggir aspal jalan raya,” ungkapnya

Pedagang sayur di Pasar Lama Sentani, Petrina Swewali sudah belasan tahun berjualan di tempat berjualan yang tidak layak. Ia berjualan di pinggir jalan raya, hanya beberapa jengkal dari perlintasan lalu lintas di sana. Sayur dagangannya biasa ia taruh di atas papan bekas beralas karung.

Swewali sudah berulang kali mendengar rencana penataan pasar. Namun, selama ini yang terealisasi hanyalah pembersihan drainase di pinggir jalan. Terkadang pembersihan drainase itu dilakukan oleh petugas kebersihan, terkadang oleh komunitas peduli lingkungan.

Swewali menyebut selama belasan tahun Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak pernah peduli dengan kondisi para pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya. Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten Jayapura akhirnya membangun Pasar Pharaa, namun lokasi pasar itu terlalu jauh dari Pasar Lama Sentani. Lokasi Pasar Pharaa juga terlalu jauh dari Dermaga Yahim di Danau Sentani, sehingga para mama penjual ikan lebih memilih berjualan di kawasan Pasar Lama Sentani.

Swewali kini merasa bingung mendengar rencana penataan Pasar Lama Sentani. “Bagian mana yang mau ditata? Ini tempat jualan kami buat sendiri, dari hasil jualan yang kami peroleh. Kami beli papan bekas dan buat tempat jualan, dengan menutup drainase yang ada,” katanya.

Swewali menyebut areal berjualan di kawasan pasar sudah sangat padat pedagang. “Tempat jualan sangat terbatas. Di samping dan belakang sudah ada kios, rumah toko, dan bangunan permanen,” ujarnya.

Menurutnya, berjualan di Pasar Lama tidak beda jauh dengan pasar lainnya. Yang dibutuhkan adalah ketekunan dan kesabaran dalam menjalankan usaha.

Baginya, pemerintah sudah berulang kali berjanji memperbaiki fasilitas Pasar Lama, namun tidak pernah melaksanakannya. Janji untuk memberdayakan para pedagang pun tak pernah terwujud.

Walau demikian, bagi Swewali tidak ada masalah untuk terus berjualan sayur mayur. Menurutnya, kebutuhan hidupnya tercukupi bukan hanya dari pendapatan berjualan, namun juga dari barter sayur dagangannya dengan aneka barang yang bisa dia jual lagi. Menurutnya, banyak pedagang yang pada pagi hari berjualan sayur, dan pada sore hari berjualan ikan tangkapan dari Danau Sentani.

Infografis Penataan Pasar Lama Sentani

Menurut Swewali, penataan Pasar Lama nantinya tidak boleh menggusur pada pedagang yang kini berjualan di pinggir jalan raya depan pasar itu. “Kalau mau lakukan penataan, sekaligus siapkan tempat jualan yang permanen dan besar. Kami tidak mau pindah dari pasar ini, karena sudah lama berjualan di sini. Tempat ini sudah sangat nyaman dan strategis bagi kami untuk berjualan,” harapnya.

Rusli, pedagang barang kelontong di Pasar Lama menyebut kondisi pasar itu sudah tidak memungkinkan untuk menempatkan pedagang baru. Pasar itu sudah sangat sesak dan padat karena lokasinya di pinggir jalan raya.

Menurut Rusli, ada puluhan kios, toko, dan warung makan, serta tempat berjualan di Pasar Lama Sentani yang dimiliki oleh masyarakat perantau dari berbagai daerah, baik itu Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, Maluku maupun Jawa. Banyak pula usaha milik Orang Asli Papua.

Di bagian dalam pasar, ada sejumlah perumahan. Ada pula gedung ibadah dan gedung pendidikan, bahkan hotel serta penginapan. “Ada tempat jualan yang sudah dibangun beberapa waktu lalu oleh pemerintah yang diperuntukkan bagi mama-mama yang berjualan ikan danau. Tetapi, sampai saat ini [tempat berjualan] itu tidak dipergunakan karena lokasinya di bagian dalam,” katanya.

Membagi peran pasar

Wakil Ketua DPR Kabupaten Jayapura, Hariyanto Piet Soyan menyarankan Pemerintah Kabupaten Jayapura melakukan sinkronisasi antar rencana pengembangan Pasar Lama Sentani dan Pasar Pharaa. Soyan juga bilang semrawutnya pedagang dalam menambah lapak jualan di jalan masuk Pasar Lama Sentani sudah ditinjau Penjabat Bupati Jayapura pada 2024, namun tindak lanjutnya tidak tahu. Hingga kini, pedagang masih berjualan di trotoar, di atas drainase, atau bahkan di pinggir jalan.

Soyan juga menyoroti trotoar yang penuh pedagang, sehingga menyulitkan pejalan kaki. Ketiadaan tempat parkir di depan pasar itu juga menimbulkan kemacetan. Karena tidak ada area parkir, banyak pembeli yang menggunakan kendaraan berhenti di depan lapak pedagang.

Menurut Soyan, dinas teknis seharusnya memperhatikan kondisi pasar maupun pedagang di Pasar Lama. dengan mengacu kepada seluruh aspek, aturan dan peruntukannya. Pemerintah Kabupaten Jayapura seharusnya juga menjaga Pasar Lama Sentani maupun Pasar Pharaa sebagai aset pemerintah daerah, dengan menata dan menyediakan fasilitas penunjang yang menghidupkan pasar sebagai jantung perputaran ekonomi daerah.

“Pasar baru yang seharusnya ditata ulang paskah kebakaran. Fasilitas pendukung disiapkan seperti air bersih, listrik serta los atau tempat jual bagi pedagang,” ujar Soyan.

Menurutnya, Pasar Pharaa memang harus ditata ulang. Setiap los atau bangunan yang tersedia harus digunakan untuk menjual barang sesuai jenisnya. Hasil bumi seharusnya dijual di lantai dasar, dan barang manufaktur maupun kelontong seharusnya dijual di lantai dua.

Ia mengusulkan Pasar Lama Sentani diperbaiki agar bisa dijadikan pasar yang menjual ikan tangkapan dari Danau Sentani. Pasalnya, Pasar Pharaa yang baru dibangun lokasinya terlalu jauh dari Dermaga Yahim.

Menurut Soyan, penataan Pasar Lama Sentani maupun Pasar Pharaa juga harus memastikan kedua pasar menjadi sentra perekonomian di Kabupaten Jayapura. Ia menyoroti banyaknya pasar dadakan yang bermunculan di berbagai ruas jalan, dan penataan pasar dadakan itu harus menjadi perhatian harus menjadi bagian dari penataan ruang publik.

“Perputaran uang dan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik. Pendapatan Asli Daerah juga bisa meningkat. Selama ini pedagang di Pasar Lama juga tidak dikenakan retribusi,” ungkapnya. (*)

Tags: Pasar Lama SentaniPasar PharaaPenataan Pasar
ShareTweetSendShareShare
Aryo Wisanggeni

Aryo Wisanggeni

Related Posts

odong-odong
Indepth Story

Pemuda Papua yang mencari nafkah dari odong-odong

April 23, 2026
Pasukan Non-organik
Indepth Story

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026
Daniel Hanasbey
Indepth Story

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

April 21, 2026
Poster film dokumenter Pesta Babi - Dok. Jubi
Indepth Story

Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

April 19, 2026
Pasar Lama Sentani
Indepth Story

Pasar Lama Sentani, tetap hidup dan menghidupi

April 18, 2026
Persipura Experience
Indepth Story

Persipura Experience obati kerinduan pencinta Persipura

April 11, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara