Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa menegaskan bahwa kadang-kadang implementasi otonomi khusus atau Otsus Papua, di mana lewat afirmasi ini jangan sampai membuat orang asli Papua atau OAP tidak menaikan standar, akhirnya terlena dan kalah bersaing dari banyak sisi tertentu, terutama dalam menekuni bidang usaha.
“Kalau bisa tidak ada afirmasi sudah, biar bersaing saja, sehingga, ngapain kita manja orang? Kita punya orang tua tidak pernah manja kita,” kata meki Nawipa dalam sambutannya saat mengunjungi para pengusaha peternak ayam OAP di Timika, Kabupaten Mimika pada Rabu (23/7/2025).
Gubernur Nawipa menjelaskan bahwa laut tidak pernah manjakan seorang nelayan mencari ikan, kalau waktu ombak datang, tetap datang tanpa memikirkan nelayan itu. Jadi ini yang kadang-kadang orang Papua menjadi manja dan harap gampang dengan kehadiran Otsus.
“Kadang-kadang kita terlena dengan kata-kata, saya orang asli Papua, ini otonomi khusus, saya orang Amungme, saya orang Kamoro dan lain-lain. Padahal kita bisa usaha penternakan ini kan tidak usah,” ujarnya.
Mantan bupati Paniai itu menyampaikan bahwa siapa saja yang mau bersukses, dia harus mengembangkan diri, dengan membayar waktu, tenaga, energi, dan dedikasi supaya bisa mencapai kesuksesan.
“Tentunya untuk sukses dan tidak itu kembali ke bapak-ibu sekalian. Pemerintah mau kasih uang sebanyak apapun, pemerintah kasih kesempatan sebanyak pun, tetapi kalau tidak punya niat untuk sukses, niat untuk memperbaiki hidup melalui peternakan ini percuma,” katanya.
Ia mengatakan bahwa peluang-peluang yang ada itu menjadi momentum untuk kebangkitan pribadi setiap orang. Terutama harus memulai dari pribadi orang bagaimana supaya dia bisa sama dengan orang lain.

“Jangan sampai kita hanya jadi orang yang bisa menceritakan kesuksesan orang. Tetapi kita sendiri tidak sukses. Ada yang kita mau jadi pengusaha, tapi hanya bahasa pengusaha supaya orang lain senang. Tapi kita sendiri tidak berusaha untuk jadi sukses,” katanya.
Nawipa mengatakan jika mau memulai berusaha harus berpikir sesuatu yang terlalu besar dulu dan banyak. Tapi saat memulai itu perlahan satu per satu, terus tambah lagi satu jadi dua, tambah lagi satu jadi tiga, dan pelan-pelan saling mendukung.
“Kelemahan buat kita, yang saya ketemukan itu adalah orang itu dia mau berjuang, mau sukses sendiri. Percaya sama saya, tidak ada orang itu akan sukses sendiri. Tidak ada. Kita butuh kerja sama saling mendukung dan menolong,” katanya. (*)











Discussion about this post