Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Kabupaten Merauke

Yan Mandenas sebut nelayan Merauke “merepotkan” otoritas Australia

March 1, 2023
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Yan Permenas Mandenas

Anggota DPR RI Yan Permenas Mandenas melakukan kunjungan kerja di Merauke, Rabu (1/3/2023) - Jubi/Emanuel Riberu.

Merauke, Jubi – Anggota Komisi I bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelejen pada Dewan Perwakilan Rakyat – DPR RI, Yan Permenas Mandenas mengatakan, sejumlah nelayan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan masih saja “merepotkan” otoritas negara Australia.

Yan Permenas Mandenas kepada wartawan di Merauke, Rabu (1/3/2023), mengungkapkan ada banyak masalah yang terjadi di wilayah perairan Indonesia – Australia. Permasalahan dimaksud disebabkan oleh ulah sejumlah nelayan Merauke. Salah satunya kegiatan penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing yang dilakukan oleh nelayan Merauke di wilayah perairan Australia.

RELATED POSTS

Gubernur Fakhiri pastikan hak nelayan terdampak survei seismik terbayarkan

Nelayan Jayapura protes pemutusan puluhan rumpon oleh tim Kementerian ESDM

Pemprov Papua Selatan dorong penanganan gizi buruk

“Hari ini saya ada kunjungan ke Lantamal Merauke. Banyak hal yang mau kita bicarakan. Di antaranya banyak sekali masalah di laut yang sering membuat Australia ‘repot’ untuk menangani nelayan-nelayan kita di sini,” kata Mandenas.

Mandenas menyatakan bahwa ia beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke Australia, dan bertemu dengan duta besar Indonesia di Canberra. Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang terkait pelanggaran teritorial dibahas bersama duta besar Indonesia.

“Ini (karena pelanggaran tersebut) yang kita ingin perkuat Lantamal XI. Supaya Lantamal Merauke bisa melakukan patroli rutin untuk melakukan pengawasan di laut terhadap ilegal fishing serta kegiatan-kegiatan nelayan yang sudah sering dan berulang kali masuk  ke wilayah hukumnya Australia,” tuturnya.

Mandenas juga mengungkapkan, pengawasan dari Lantamal XI terhadap aktivitas nelayan Indonesia di batas perairan Indonesia – Australia, dan juga Indonesia – Papua Nugini belum optimal dilakukan. Rendahnya pengawasan itu disebabkan pasokan bahan bakar minyak dan oli untuk kapal patroli AL masih sangat kurang.

“Ya belum optimal karena memang di sini tidak ada ketersediaan bahan bakar benol (bensin oli) untuk kapal-kapal Lantamal Merauke itu bisa melakukan patroli rutin di perairan. Kita lagi upayakan untuk ketersediaan benol di sini, supaya kapal Lantamal bisa berpatroli secara rutin,” tutupnya.

Sekadar diketahui, informasi yang dihimpun Jubi bahwa kapal nelayan Indonesia kerap melakukan pencarian ikan secara ilegal, baik di perairan Australia maupun Papua Nugini.

Jenis ikan yang paling diburu ialah kakap cina, gulama dan kuru. Bagian yang diambil dari tiga jenis ikan ini adalah gelembungnya. Harganya terbilang fantastis. Untuk gelembung ikan kakap cina jantan seberat 200-300 gram harganya mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta per lembar.

Berdasarkan informasi pula, kapal-kapal nelayan pemburu gelembung ikan ini memasuki perairan Australia dan Papua Nugini melalui Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Dilaporkan ada puluhan hingga ratusan kapal nelayan yang berlabuh di Kali Torasi – yang merupakan batas wilayah perairan Indonesia dan Papua Nugini. Di sana (Kali Torasi), ada satu Pos TNI AL yang mengamankan wilayah perbatasan. (*)

Tags: AustraliaMeraukeNelayanPapua SelatanYan Permenas Mandenas
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Mobil Pemadam Kebakaran
Jayapura Membangun

Wakil Bupati jayapura serahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran ke BPBD

December 8, 2025
Papua Selatan
Animha

Pemilih sementara Papua Selatan 342.490 orang, pemilih baru 32.073 jiwa

August 16, 2024
KPU
Animha

RSUD Merauke jadi opsi pemeriksaan kesehatan bakal calon kepala daerah

August 12, 2024
Renang
Animha

Perenang cilik Papua Selatan sabet emas Danlantamal X Cup OWS 2024

June 30, 2024
KPU
Animha

KPU sosialisasikan Pilgub Papsel lewat pagelaran seni budaya

June 24, 2024
Australia
Animha

Otoritas Australia tangkap empat kapal nelayan Merauke

June 24, 2024

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara