Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Headline

Pendekatan baru Indonesia untuk Papua ternyata sudah lebih dari 50 tahun tak berhasil diwujudkan

February 9, 2022
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Papua

Peta Papua

Jubi TV – Pemerintah Indonesia sedang mencari pendekatan yang lebih terintegrasi untuk kebijakan di Provinsi Papua dan Papua Barat. Pendekatan yang dicari ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua dan efektif mengatasi konflik yang berlangsung cukup lama di Tanah Papua.

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

“Pemerintah akan memperkenalkan pendekatan baru yang berbasis kesejahteraan,” kata Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers, Kamis pekan lalu

Pendekatan ini menurut Mahfud akan kolaboratif dan terintegrasi, artinya kementerian tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin pendekatan baru ini di Papua dan Papua Barat, yang akan difokuskan pada masalah pertanian, keamanan dan sosial.

Mahfud menambahkan bahwa pendekatan multi-stakeholder diatur dalam amandemen Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang baru-baru ini disahkan, yang memberikan alokasi dana otonomi khusus yang lebih besar bersama dengan pengawasan pemerintah pusat yang lebih besar dalam pencairannya.

Namun rencana pemerintah ini dilihat sebagai “lips service” oleh Filep Karma, tokoh politik Papua yang selama ini aktif berkampanye Papua Merdeka.

Menurut Karma, apa yang dilakukan Pemerintah Indonesia ini bukan hal baru. Sudah terjadi sejak tahun 1963. Janji-janji Pemerintah Indonesia hanya manis terdengar tapi pahit dalam kenyataan. Ia menyebutkan Pemerintah Indonesia sejak menganeksasi Papua yang saat itu bernama Netherland New Guinea, menjanjikan kesejahteraan juga. Namuh sudah lebih 50 tahun Papua menjadi bagian dari Indonesia, kesejahteraan itu tak kunjung datang.

“Yang terjadi hanyalah mengulang janji-janji itu saja. Sejak Otonomi Khusus diterapkan tahun 2021, janji itu diulang kembali. Setelah 20 tahun kemudian diulang lagi,” kata Karma.

Karma menambahkan alokasi dana yang ditingkatkan dari 2 persen menjadi 2,25 Dana Alokasi Umum (DAU) bukanlah hal yang perlu digembar-gemborkan oleh Pemerintah Indonesia. Sebab dana yang disebutkan sebagai dana Otsus tersebut adalah konsekuensi logis dari adanya Undang-Undang Otsus.

“Dana itu pun tidak sebanding dengan penderitaan Orang Asli Papua sejak dianeksasi Indonesia,” kata Karma.

Ia menambahkan pendekatan apapun yang dibuat Pemerintah Indonesia akan sulit dipercaya oleh Orang Asli Papua karena selama ini Pemerintah Indonesia tidak pernah konsisten dan terbuka pada setiap kebijakan yang diterapkan di Papua. Contohnya, pendekatan humanis yang dijanjikan oleh Panglima TNI yang baru, Jenderal Andika Perkasa sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi di Papua. Droping pasukan non organik masih terus terjadi.

Sama halnya dengan migrasi dari luar Tanah Papua ke Tanah Papua yang terjadi secara masif, tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemerintah Indonesia meskipun migrasi ini menjadi faktor yang sangat signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan Orang Asli Papua.

“Pemerintah seharusnya bisa mensortir orang-orang yang masuk ke Tanah Papua agar tidak memindahkan kemiskinan ke Tanah Papua. Orang-orang yang punya keahlian khusus silahkan datang ke Tanah Papua agar ada transfer keahlian. Kalau yang tidak punya, mohon maaf, tidak usah datang ke Tanah Papua,” ujar Karma.

Ia menyimpulkan rencana Pemerintah Indonesia ini hanya untuk konsumsi media massa saja, bukan untuk benar-benar menyelesaikan persoalan Tanah Papua.

Sejak terpilih pada tahun 2014, Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah berulang kali menekankan fokus pemerintah untuk membangun Papua dan Papua Barat melalui program pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan, dengan harapan dapat menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama di daerah. Amandemen UU Otonomi Khusus yang baru disahkan adalah bagian dari fokus pemerintah tersebut.

Namun laporan Institue for Policy Analysis of Conflict menyebutkan Undang-undang tersebut disatu sisi memuat beberapa ketentuan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas belanja pembangunan di Papua namun di sisi lain, hal itu meningkatkan gesekan antara Papua dan Jakarta dan mengabaikan tuntutan lama orang Papua untuk membatasi migrasi dan melindungi hak asasi manusia.

Laporan IPAC ini memberikan analisis mendalam tentang perubahan utama dalam UU Otsus yang baru dan proses kontroversial yang dilalui dalam penyusunannya.

“Jakarta mengarahkan proses revisi sepihak yang mengesampingkan orang-orang yang diklaim Jakarta telah dibantunya,” kata Sana Jaffrey, direktur IPAC.

Hasil amandemen ini kemudian membuat “kekhususan” Papua yang ada di dalam UU Otsus tersebut menjadi tidak ada lagi. (*)

News Desk

Tags: Filep KarmaOtsusPapua
ShareTweetSendShareShare
Victor Mambor

Victor Mambor

Related Posts

Jayapura
Headline

Kehangatan Peta dan kegembiraan “anak kaleng” saat hari raya di Jayapura

March 18, 2026
SHEK
Headline

Velix Wanggai : Perlu Desain Ulang Peran Freeport untuk Tanah Papua

February 22, 2026
Topeng roh Doro
Headline

Time for Papua : Jejak Orang Asli Papua di komunitas global sejak puluhan ribu tahun lalu ada di Leiden, Belanda

February 26, 2026
Freeport
Headline

Freeport benarkan terjadi penembakan di Mile 50

February 11, 2026
Diskusi
Headline

Masyarakat adat dan warga lokal, adalah benteng terakhir menjaga konservasi

February 8, 2026
pertobatan
Domberai

Ketua Sinode GKI serukan 5 pertobatan menyeluruh di Tanah Papua

February 6, 2026

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara