Jayapura, Jubi – Indonesia dirasa penting memiliki kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berdaulat, untuk menjadi pendorong kekuatan ekonomi Indonesia.
VP Head of External Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Eni Nur Ifati mengatakan berdasarkan laporan Empowering Indonesia, memberikan kesimpulan bahwa AI akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi hingga 140 miliar dolar atau sekira Rp2.300 triliun dengan kurs sekarang Rp16.000.
Katanya, kontribusi AI terhadap Indonesia pada 2030 itu dapat terwujud apabila benar-benar mengadaptasi AI dalam berbagai sektor pembangunan ekonomi mulai hari ini.
“Berdasarkan itu, kami melihat bahwa penting sekali buat Indonesia bisa memiliki AI yang berdaulat supaya kemudian bisa menjadi pendorong kekuatan ekonomi kita,” kata Eni Nur Ifati dalam kegiatan media update: Indosat Perkuat Jaringan, Dekatkan Papua di salah satu resto di Kota Jayapura, Papua, Senin, (15/12/2025).
Menurutnya, perkembangan AI akan selalu berhubungan dengan politik, ekonomi, wilayah, hukum dan sebagainya, sehingga AI berdaulat itu berkaitan dengan sebuah negara yang mampu menciptakan, mengembangkan, mengelola, mengimplementasi AI oleh dirinya sendiri secara mandiri dalam batas-batas wilayah negaranya.
Sementara itu, EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia mengatakan di Jayapura sudah terdapat AI center yang diharapkan bisa berkontribusi untuk Papua.
Swandi Tjia menyebutkan sudah melatih talent AI sebanyak enam orang di Jayapura.
“Khusus Jayapura, sampai hari ini kami sudah memberikan pelatihan enam orang dari Universitas Cenderawasih yang kami tugaskan di AI Center,” kata Swandi. (*)











Discussion about this post