Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kisah sukses Yafeth Wetipo, naik kelas lewat usaha “emas hijau”

December 13, 2023
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Kopi

Yafeth Wetipo (kaos putih) saat melakukan sharing kepada para peserta training / Dok Hihgland Roastery

Jayapura, Jubi – Yafeth Wetipo, pengusaha muda asli Papua yang merajut kesuksesannya dari berbisnis kopi. Bisnisnya kini semakin berkembang dan naik kelas berkat usaha “emas hijau” itu.

Yafeth mulai merintis usaha kopi sejak tahun 2014 setelah memutuskan berhenti sebagai dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di salah satu Universitas swasta di Papua.

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

West Papua National Committee (KNPB) issues demands over alleged civilian casualties in Puncak Military Operation.

Ia memulai dengan menjual biji kopi atau green beans. Usahanya itu mendapatkan respons positif di pasaran.

Lalu pada tahun 2016, Yafeth terus menseriusi usaha kopinya itu dan merintis sangrai kopi dengan pengoperasian secara sederhana menggunakan wajan.

Sejak lama pemuda berusia 34 tahun itu memang sudah berhasrat untuk menekuni bisnis kopi. Ia mulai mengenal kopi dari sang Ayah.

Sebagai putra asli Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua, Yafeth memutuskan terjun di bisnis kopi karena tergerak untuk membantu roda perekonomian para petani kopi di Pegunungan Papua.

Keputusannya meninggalkan profesi dosen tak bertepuk sebelah tangan. Usahanya terus berkembang, hingga pada tahun 2018 ia telah mengoperasikan sangrai kopinya menggunakan mesin.

“Usaha kopi ini saya rintis sejak tahun 2014 sampai saat ini. Awalnya penjualan green beans sampai tahun 2016 mulai merintis sangrai kopi dengan memakai wajan, dan pada 2018 barulah usaha saya memakai mesin sangrai yang properti sampai saat ini,” kata Yafeth kepada Jubi, Senin (30/11/2023).

Highland Roastery, bisnis kopi yang didirikan Yafeth Wetipo itu terus berkembang. Tak hanya melayani penjualan aneka biji kopi dari Pegunungan Papua. Highland Roastery yang terletak di Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura itu kini menjadi pusat pelatihan olah kopi bagi para pemuda Papua.

 

Naik Kelas

Sejak tahun 2020, Yafeth Wetipo menjadi salah satu mitra binaan PT Pertamina (Persero). Ia mengaku, berkat dukungan Pertamina berupa modal kerja dan pelatihan yang diberikan, ia bisa terus mengembangkan usahanya.

“Saya menjadi binaan PT Pertamina pada tahun 2020 silam, ada beberapa dukungan yang saya dapat yaitu modal kerja dan pelatihan. Dan semua sangat berguna bagi perkembangan usaha saya saat ini. Sampai sekarang saya masih menjadi mitra Pertamina,” kata Yafeth.

Pada tahun 2021 Yafeth Wetipo dinyatakan naik kelas, lewat UMK Academy Pertamina yang merupakan program pembinaan usaha mikro dan kecil yang dilakukan secara terstruktur, berjenjang, dan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan dan harapan para mitra binaan.

Dari program tersebut, usaha yang digarap Yafeth naik kelas ke Go Online yang berfokus pada perluasan pasar dengan menggunakan online platform.

“Jadi dari program UMK academy naik kelas yang saya dapat yaitu Go online. Nah, pada program ini kami dilatih selama satu tahun guna memaksimalkan digital marketing untuk penjualan,” ujarnya.

Yafeth mengungkapkan, lewat program UMK Acdemy Pertamina ia mendapatkan banyak manfaat, mulai dari pengetahuan terkait pemasaran secara online hingga proses pelatihan yang dirasa sangat baik dengan metode one on one.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan UMK Academy Pertamina dirancang untuk mencetak UMK naik kelas yang mampu meningkatkan produktivitas sesuai dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs) untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Dengan Pertamina UMK academy kami berharap dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan UMK agar dapat bersaing secara lebih efektif di pasar,” kata Fadjar lewat keterangan tertulis.

Sebagai BUMN, PT Pertamina memiliki program pendanaan UMK yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendukung UMKM naik kelas, Pertamina melakukan pembenahan yang lebih terstruktur melalui penyelenggaraan kurikulum UMKM yang terdiri dari beberapa tahapan modul, yaitu tahapan Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global.

Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku, Eddie Mangun mengatakan pada medio 2021-2023 sudah ada sekitar 6.731 UMKM binaan Pertamina yang naik kelas.

“Program akselerasi dilakukan melalui program Pertamina UMKM Academy dengan Program Go Modern, Go Digital, Go Online atau Go Global. Mitra binaan Pertamina tidak saja mendapatkan support permodalan dan fasilitas peralatan, namun diberikan juga program pembinaan melalui program tersebut,” kata Eddie Mangun kepada Jubi.

kopi
Para pemuda Papua saat menjalani training menjadi barista di Highland Roastery / Dok Highland Roastery

Menduniakan Kopi Papua

Usaha yang digeluti Yafeth Wetipo untuk ikut mengangkat roda perekonomian petani kopi Papua perlahan memberikan dampak positif.

“Dampak positif yaitu dalam memenuhi kebutuhan keluarga, dapat membantu memasarkan produk petani sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan memperkenalkan kopi papua ke banyak orang,” kata Yafeth.

Ia juga berharap dapat menjadi inspirasi bagi pemuda Papua untuk ikut berkontribusi dalam memperkenalkan kopi Papua ke seluruh Indonesia hingga mancanegara.

“Kami mengintervensi anak muda agar meneruskan apa yang sudah dijalankan oleh orang tua mereka, tetapi juga bisa menjadi informasi yang bagus ke kampung tentang perkembangan kopi yang cepat,” ujarnya.

“Harapan saya juga banyak anak muda yang bisa maju dan berkembang dengan mengelola sumber daya alam yang kita miliki saat ini baik lewat komoditas unggulan maupun komuditas yang lain.”

Hingga sekarang, kopi yang dipasarkan oleh Yafeth sudah tersebar ke sebagian besar wilayah Indonesia. Ia masih bercita-cita memperluas ekspansi bisnis kopi-nya hingga ke luar negeri agar bisa membuka lahan pekerjaan bagi banyak orang.

“Kami sudah memasarkan ke hampir semua provinsi di indonesia. Kami datangkan kopi-kopi dari Lanny Jaya, Yahukimo, Pegunugan Bintang, dan Kabupaten Jayawijaya. Mimpi besar kami adalah mengekspor kopi ke luar negri agar bisa memperkerjakan banyak orang untuk kebun, produksi maupun Coffee Shop,” katanya.

Dari berbagai jenis kopi Indonesia, kopi Papua kini menjadi salah satu yang dicari oleh penikmat kopi dunia. Ada banyak varian kopi Papua, baik dari jenis arabica maupun robusta.

Salah satu varietas kopi adalah kopi lembah baliem, yang ditanam di Wamena. Kopi ini memiliki sejarah panjang dan mulai diperkenalkan oleh Dinas Pertanian Belanda di era 1960-an. Bila menengok sejarahnya, kopi wamena yang ditanam di ketinggian 1.400-2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Pegunungan Tengah Papua itu merupakan varietas kopi arabica terbaik dan berkualitas tinggi. (*)

Tags: emas hijauKopiPapuapengusaha mudaYafeth WetipoYahukimo
ShareTweetSendShareShare
Sudjarwo Husain

Sudjarwo Husain

Related Posts

Uncen
Ekonomi

Mahasiswa Uncen olah pisang raja jadi ‘Royal Bananique’, belajar bisnis dari bangku kuliah

March 30, 2026
Hotel
Ekonomi

Restoran hotel di Jayapura ramai pengunjung selama Ramadan

March 20, 2026
Kebutuhan pokok
Ekonomi

Harga cabai di Kota Jayapura melambung jelang Idulfitri

March 19, 2026
kas Keliling
Ekonomi

BI Papua gelar tiga kali kas keliling ke wilayah 3T

March 13, 2026
Pembangunan Ekonomi
Ekonomi

Pembangunan ekonomi di Papua Tengah mesti berbasis kekuatan lokal

February 26, 2026
Universitas Ottow Geissler
Ekonomi

Universitas Ottow Geissler bentuk pusat inkubasi penggerak usaha rintisan

February 26, 2026

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara