Merauke, Jubi – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri – Kemendagri mendorong provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk memaksimalkan penyerapan Anggaran Belanja Pendapatan Daerah – APBD di setiap tahun anggaran.
Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo kepada Jubi di Merauke, Papua Selatan, Rabu (14/6/2023), menyatakan bahwa dorongan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah agar perputaran uang terjadi di masyarakat. Pemerintah khawatir perputaran uang (ekonomi) yang lambat, berdampak pada inflasi.
“Kemendagri mengontrol penyerapan APBD di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. Karena kalau perputaran uang lambat atau tidak ada nanti berdampaknya kan ke inflasi,” kata Wetipo.
Wetipo mengatakan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri baru-baru ini telah merilis penyerapan APBD di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. Rilis tersebut sebagai bahan evaluasi untuk melihat daerah mana yang penyerapan anggarannya masuk dalam kategori tinggi, dan daerah mana saja yang penyerapan anggarannya rendah.
“Kemarin data terkait penyerapan APBD baru dirilis, dan terlihat daerah yang penyerapannya tinggi, dan daerah yang penyerapannya rendah. Yang rendah ini karena apa, nah ini yang terus kita dorong supaya maksimal,” tuturnya.
“Tapi sebenarnya bukan sekadar kita kejar untuk menurunkan inflasi, tapi juga menjaga keseimbangan perputaran uang. Belanja masyarakat ini terus kita jaga dengan penyerapan APBD di seluruh kabupaten kota dan provinsi di Indonesia,” sambung Wetipo.
Terkait inflasi, Wetipo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian setiap pekan melakukan rapat koordinasi secara virtual dengan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk mengontrol sekaligus menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam menekan laju inflasi di daerah-daerah yang tingkat inflasinya tinggi.
“Pak Mendagri setiap hari Senin selalu memimpin rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah dalam rangka melakukan langkah-langkah strategis untuk menekan inflasi. Usaha ini cukup berhasil dan signifikan. Hingga saat ini inflasi kita secara nasional masih terjaga, kita lebih baik dari negara-negara lain,” katanya.
Wamendagri John Wempi Wetipo menambahkan salah satu strategi yang dilakukan dalam menekan laju inflasi di sejumlah daerah adalah dengan memastikan stabilisasi pasokan dan harga bahan pokok di daerah tetap stabil. Selain itu, pemerintah juga melakukan kegiatan distribusi pangan dari wilayah yang surplus ke wilayah defisit sehingga terjadi keseimbangan pasokan dan juga keseimbangan harga.
“Pemerintah mendorong agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga. Katakanlah ada komoditi-komodoti tertentu yang mengalami lonjakan, ya pemerintah berupaya memasok komoditi-komoditi tertentu itu sehingga tidak kekurangan. Karena kalau ketersediaan pasokan dan harga yang melonjak, bisa dipastikan terjadi inflasi,” tutupnya. (*)










