Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Kontraktor OAP datangi Kantor BPJN Papua Barat Daya

January 13, 2026
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
KAPP

Kontraktor OAP Geruduk Kantor BPJN Papua Barat Daya, Selasa (13/1/2026). – Jubi/Gamaliel

Sorong, Jubi – Puluhan kontraktor Orang Asli Papua (OAP) melakukan aksi di kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat, Satker PJN Wilayah III Sorong, Kilometer 10 Kota Sorong, Selasa (13/1/2026). Mereka menuntut negara taat pada aturan sendiri, yakni Undang-Undang Otonomi Khusus Papua dan Perpres 108 Tahun 2025 tentang keberpihakan terhadap orang Asli Papua (OAP).

Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Papua Barat Daya, Thomas Jaferson Baru mengatakan kontraktor Orang Asli Papua saat ini hanya menjadi penonton dan menderita di atas tanahnya sendiri.

RELATED POSTS

DAP Wondama serahkan SK Plt Ketua KAPP, berharap jadi tuan di negeri sendiri

Kemensos dorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Papua Barat

Dinkes: 16.719 warga Papua Barat sudah memanfaatkan CKG

“Otsus sudah keluar, Perpres sudah jelas, tapi kami tetap dipinggirkan. Negara hadir hanya di atas kertas, tapi tidak hadir di lapangan,” katanya.

Thomas menyebut Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 sebagai dasar utama tuntutan mereka.

Menurutnya terdapat beberapa pasal yang menegaskan keberpihakan kepada orang asli Papua, misalnya pasal 38 UU Otsus menegaskan bahwa pembangunan ekonomi di Papua harus mengutamakan Orang Asli Papua dalam kegiatan usaha, perdagangan, dan pemberdayaan ekonomi

Pasal 59 UU Otsus mengatur mengenai perlindungan dan pemberdayaan masyarakat adat, masyarakat lokal, dan kelompok usaha Orang Asli Papua, termasuk hak ekonomi dan akses terhadap usaha.

Pasal 36 dan Pasal 34 (Terkait Otsus Ekonomi dan Pembiayaan) Memastikan bahwa dana Otsus dan kebijakan pembangunan diarahkan untuk memperkuat kapasitas ekonomi Orang Asli Papua, bukan hanya administrasi.

Thomas menyebut bahwa ketidakadilan itu sudah tampak jelas di depan mata, khususnya pada proyek-proyek jalan di Kota Sorong.

“Kami mau bicara jujur saja. Semua pekerjaan ruas jalan di Kota Sorong ini hampir semuanya dikerjakan kontraktor dari luar Papua. Bukan kami, bukan orang asli Papua. Kami hanya menonton alat berat lewat di atas tanah kami sendiri,” katanya.

“Ini kota kami. Tapi kontraktor OAP disingkirkan, sementara kontraktor dari luar bebas kuasai paket pekerjaan miliaran rupiah. Di mana posisi kami? Di mana amanat Otsus dan Perpres? Jangan tutup mata jadi fakta ini terjadi di depan orang banyak,” katanya.

Mereka lalu memberikan waktu satu minggu kepada BPJN Papua Barat, Satker PJN Wilayah III Sorong untuk memberikan jawaban konkret.

“Kami akan palang kantor. Kami tidak mau lagi hidup sebagai penonton pembangunan di tanah kami sendiri. Kami mau jadi pelaku utama, sebagaimana diperintahkan undang-undang dan Perpres,” katanya.

Thomas menutup pernyataan bahwa UU Otsus bukan pajangan itu amanat hukum jadi Negara wajib menjalankan pasal pasal itu.

“Kami kontraktor Orang Asli Papua bukan pengemis proyek kami adalah pemilik tanah ini, dan negara wajib memberi kami ruang yang adil,” katanya. (*)

Tags: KAPPPapua Barat
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Bali United tetap serius lawan Persipura

February 24, 2022
KONI Papua

KONI Papua siap bantu pembentukan Pengprov Cabor Provinsi DOB

March 27, 2023
Puncak

Sembilan warga Puncak dilaporkan tewas tertembak saat operasi militer, salah satunya balita

April 18, 2026

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara