Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Ibu muda tewas di depan gereja, PMKRI: Polisi segera tangkap pelaku

January 19, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
Ibu Muda Tewas

Ilustrasi Kekerasan Seksual - IST

Sorong, Jubi – Seorang ibu muda, Cristina Ewit Syufi (22) tewas ditikam mantan suaminya di di depan gerbang Gereja Katolik Paroki Santo Bernadus, Jalan Sawi, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (18/1/2026) pagi.

Warga sekitar Jalan Sawi dikejutkan oleh teriakan korban yang meminta pertolongan sebelum akhirnya terjatuh bersimbah darah di depan gerbang gereja.

RELATED POSTS

KNPB Maybrat kecam penangkapan warga di Teminabuan

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

Sejumlah saksi mata menyebut korban tiba di lokasi gereja menggunakan mobil taksi online sekitar pukul 08.55 WP. Korban sempat meminta sopir untuk menunggu karena melihat mantan suaminya berada di sekitar gereja,” kata seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.

Menurut saksi, mantan suami korban terlihat berada di dalam sebuah mobil Hilux hitam yang terparkir tidak jauh dari gerbang gereja. Korban sempat ragu untuk turun, namun akhirnya memutuskan keluar dari kendaraan pada pukul 09.08 WP sambil menggendong anaknya.

Beberapa detik setelah korban turun, pelaku langsung mendekat dan melakukan penikaman.

“Kami lihat pelaku langsung menyerang. Korban berteriak minta tolong sambil berusaha masuk ke halaman gereja,” ujar saksi lainnya.

Dalam kondisi terluka parah, korban masih berusaha melindungi anaknya dan mencari perlindungan di area gereja namun nahas, korban terjatuh tepat di depan gerbang dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Warga menyebut terdapat luka tusukan di hampir seluruh bagian tubuh korban, menunjukkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi ini sangat kejam. “Dilakukan di depan anak korban dan di depan gereja,” kata seorang warga Malawele.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil Hilux hitam tanpa plat nomor polisi hingga berita ini diturunkan, pelaku masih dalam pelarian dan belum berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Sorong Santo Agustinus menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya CS yang juga seorang kader PMKRI yang tewas secara tragis di Kabupaten Sorong.

Ketua PMKRI Cabang Sorong Santo Agustinus, Marselus Nauw menyebut kejadian tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang mencederai rasa aman masyarakat, terutama di ruang ibadah.

“Kami mengecam keras tindakan yang tidak manusiawi ini. Korban dibunuh secara keji di depan rumah Tuhan. Ini bukan kejahatan biasa,” kata Marselus, Minggu (18/1/2026).

Korban diketahui berinisial CS, seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan kader PMKRI. Ia diduga hendak mengikuti ibadah pagi bersama anaknya saat peristiwa naas itu terjadi.

PMKRI Sorong menilai peristiwa ini sebagai alarm serius bagi keamanan warga sipil, khususnya perempuan dan anak korban adalah perempuan, ibu, dan kader organisasi. “Ia dibunuh saat hendak beribadah. Ini kejahatan berlapis,” ujarnya.

Marselus menyebut, pembiaran terhadap kasus kekerasan domestik yang berujung pembunuhan harus dihentikan kasus ini menunjukkan kegagalan sistem perlindungan terhadap korban kekerasan.

PMKRI menegaskan bahwa gereja seharusnya menjadi ruang aman, bukan lokasi teror dan pembunuhan pembunuh di depan gereja adalah bentuk penghinaan terhadap nilai kemanusiaan dan iman,” ujar Marselus.

PMKRI mendesak penyidik Polres Sorong dan Polda Papua Barat Daya untuk menggunakan pendekatan hukum maksimal, bukan sekadar administratif penegakan hukum harus berpihak pada korban, dan bukan mencari jalan aman bagi pelaku.

Menurut PMKRI, penanganan kasus ini akan menjadi ujian serius bagi komitmen aparat kepolisian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu kami ingin melihat hukum ditegakkan sesuai KUHP, bukan dikaburkan oleh kepentingan apa pun,” tegas Marselus.

PMKRI juga meminta perlindungan maksimal bagi anak korban yang menyaksikan langsung peristiwa tragis tersebut dan anak korban adalah saksi hidup tragedi ini. Negara wajib hadir melindunginya,” ujar Marselus.

Atas peristiwa tersebut, PMKRI Cabang Sorong menyampaikan dua tuntutan tegas kepada aparat keamanan pertama, PMKRI mendesak Kapolda Papua Barat Daya dan Kapolres Sorong segera mengejar dan menangkap pelaku.

“Kami minta pelaku ditangkap dan diadili sesuai aturan hukum yang berlaku di Republik Indonesia,” tegas Marselus.

PMKRI menolak segala bentuk kompromi atau pembiaran terhadap pelaku kejahatan berat tidak boleh ada impunitas. “Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya.

Tuntutan kedua, PMKRI memberikan batas waktu kepada aparat keamanan untuk bertindak dan kami memberikan waktu 1×24 jam kepada pihak keamanan untuk segera menangkap pelaku pembunuhan.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, PMKRI menyatakan akan mengambil langkah lanjutan. “Kami akan mengkonsolidasikan gerakan moral dan aksi terbuka sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan,” katanya.

PMKRI juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia menegaskan, keadilan bagi korban adalah bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.(*)

Tags: Femisidapembunuhan perempuanProvinsi Papua Barat Daya
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara