Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

GKI TP Klasis Sorong tegaskan sikap gereja tolak PSN

Proyek strategis jangan jadi proyek sengsara bagi Rakyat Papua

February 12, 2026
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel Kaliele - Editor: Angela Flassy
GKI

Nonton bareng, diskusi, dan konsolidasi bertajuk “PSN untuk Siapa?” yang digelar Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi se-Sorong Raya (SRP-PDSR), Rabu (11/2/2026) - Jubi/IST

Sorong, Jubi – Ketua Klasis Sorong GKI di Tanah Papua periode 2022–2027, Pdt. Jeane Haurissa, secara terbuka menegaskan sikap gereja terhadap Proyek Strategis Nasional atau PSN, gereja tidak bisa diam terhadap persoalan lingkungan dan dampak sosial yang ditimbulkan oleh proyek-proyek besar atas nama pembangunan.

“Saya menyatakan dengan jelas bahwa dalam pengakuan iman GKI di Tanah Papua, khususnya alinea kedelapan, kita punya tanggung jawab untuk menjaga alam ciptaan Tuhan ini. Untuk siapa? Untuk manusia, untuk keadilan, untuk kesejahteraan, untuk kebahagiaan umat manusia,” katanya saat menghadiri pemutaran film berjudul ‘Sa Punya Hutan Hancur’ dan diskusi bertajuk Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi Se-Sorong Raya: PSN Untuk Siapa?” yang digelar di Belantara Papua, Remu Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (11/2/2026).

RELATED POSTS

59 tahun Freeport, massa tuntut tutup PTFI dan tolak PSN di Sorong

Paskah 2026, Jemaat GKI Paulus hias taman dan libatkan semua rayon

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

Dalam forum yang dihadiri berbagai elemen masyarakat sipil itu, Pdt. Jeane menekankan bahwa GKI di Tanah Papua memiliki dasar teologis yang jelas dalam menyikapi persoalan lingkungan hidup dan eksploitasi sumber daya alam kita tentu sudah ada pernyataan dari Persekutuan Gereja Indonesia atau PGI. PGI menolak PSN.

“Dan kita bagian dari PGI. GKI di Tanah Papua adalah bagian dari PGI. Maka tentu sikap itu juga menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, penolakan terhadap PSN bukanlah sikap emosional, melainkan sikap iman yang berdasar pada pengakuan gereja dan sebagai pendeta, sebagai hamba Tuhan.

Pdt. Jeane menegaskan gereja tidak boleh berpihak pada kepentingan yang merusak tatanan kehidupan masyarakat. Ia menjelaskan, sikap para pendeta GKI dalam persoalan tersebut didasari pengakuan iman yang tegas serta tanggung jawab untuk menjaga ciptaan Tuhan.

Diskusi tersebut mengangkat kritik keras terhadap PSN yang dinilai lebih menguntungkan korporasi dibanding rakyat. Dalam forum itu disebutkan bahwa di Merauke lebih dari dua juta hektare tutupan hutan telah dibuka, memicu deforestasi besar-besaran, hilangnya keanekaragaman hayati, serta mendorong masyarakat adat ke jurang kemiskinan ekstrem.

“Kalau proyek strategis itu justru membawa kesengsaraan, merusak hutan, merampas tanah adat, dan memiskinkan rakyat, maka kita patut bertanya: ini proyek untuk siapa?” katanya  dalam forum diskusi.

Di Sorong Raya sendiri, disebutkan bahwa lebih dari 98 ribu hektare hutan ditargetkan untuk ekspansi perkebunan sawit, dan saat ini tinggal menunggu persetujuan Gubernur Papua Barat Daya. Ancaman tersebut dinilai sebagai bom waktu kerusakan ekologis yang dapat menghancurkan ruang hidup masyarakat adat.

Menanggapi situasi itu, Pdt. Jeane mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak apatis kita harus terbuka pikiran, berdiskusi, dan melihat persoalan ini sebagai tanggung jawab bersama.

“Gereja tidak berdiri sendiri. Ini perjuangan kemanusiaan,” katanya

Pdt. Jeane juga menyoroti bahwa pendekatan keamanan yang kerap mengiringi proyek-proyek besar justru memperkeruh situasi di lapangan kalau setiap suara kritis dijawab dengan intimidasi atau pendekatan aparat, itu bukan solusi. Itu hanya memperdalam luka masyarakat adat punya hak untuk berbicara tentang tanahnya sendiri tanpa rasa takut,tegasnya

Ia mengingatkan bahwa Papua bukan ruang eksperimen ekonomi yang bisa diperlakukan semaunya oleh pemodal dan elit kekuasaan dan di tanah papua ini bukan laboratorium investasi ini tanah hidup. Di sini ada nilai adat, ada spiritualitas, ada relasi manusia dengan alam yang tidak bisa diukur dengan angka-angka proyek,” ujarnya.

Dalam agenda nonton bareng, diskusi, dan konsolidasi bertajuk “PSN untuk Siapa?” yang digelar Solidaritas Rakyat Papua Pro Demokrasi se-Sorong Raya (SRP-PDSR) itu, peserta forum secara resmi mendeklarasikan pembentukan Front Masyarakat Adat Domberai Tolak PSN dan Militerisme.

Front ini dibentuk sebagai wadah konsolidasi terbuka lintas elemen masyarakat adat Domberai untuk menghadapi ekspansi proyek-proyek strategis nasional yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat. Selain deklarasi sikap, forum juga menyepakati penyusunan langkah strategis, mulai dari advokasi hukum, kampanye publik, hingga konsolidasi aksi damai apabila diperlukan.

“Pembentukan wadah ini bukan reaksi spontan, melainkan sikap politik masyarakat adat dalam mempertahankan tanah dan martabatnya. Ia menyebut front tersebut bukan organisasi elit, melainkan wadah perjuangan rakyat,” Ketua Front yang baru dibentuk, Musell Safkaur

Sementara itu, tim komunikasi kampanye hutan Greenpeace Indonesia di Sorong, Samuel Moifilit dalam pemaparannya menilai bahwa PSN sarat dengan kepentingan bisnis korporasi besar.

“PSN selalu diklaim sebagai kepentingan nasional. Tapi siapa yang paling diuntungkan? Korporasi besar. Sementara masyarakat adat kehilangan hutan, kehilangan sumber pangan, dan kehilangan hak atas wilayahnya,” ujar Samuel.

Samuel Moifilit kembali menekankan pentingnya solidaritas lintas wilayah untuk menghadapi proyek-proyek skala besar yang terhubung dengan kepentingan nasional dan global dan apa yang terjadi di Papua bukan peristiwa terpisah.

“Ini bagian dari model pembangunan ekstraktif yang terjadi di seluruh Indonesia karena itu, perjuangan masyarakat adat Domberai harus terhubung dengan gerakan nasional dan internasional,” jelasnya.

Ia menilai bahwa kerusakan ekologis di Papua akan berdampak luas, bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi benteng terakhir hutan tropis Indonesia dan dunia.

“Jika hutan hutan ini dihancurkan untuk sawit, tambang atau proyek pangan skala besar, maka dampaknya bukan hanya lokal krisis iklim akan semakin parah,” katanya.(*)

Tags: GKI di Tanah Papuatolak PSN
ShareTweetSendShareShare
Arga Reysamputra

Arga Reysamputra

Related Posts

Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026
kredit
Domberai

Perkara Kredit Prajurit TNI di Manokwari belum ada tersangka

April 21, 2026
Lapas
Domberai

Lapas Kelas III Teminabuan Komitmen Berantas Halinar

April 20, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

TPNPB, Konflik Bersenjata, Paniai

seorang ibu tewas dan dimutilasi, delapan warga lainnya tertembak di Pamebut, Distrik Yugumuak

March 6, 2023
DPRK Tolikara

Puluhan anggota DPRK Tolikara ikut penguatan kapasitas

May 12, 2025
friendly game

Friendly game Papua Indonesia vs Hekari United FC, 18 dan 19 Agustus di Stadion Lukas Enembe

August 1, 2023

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara