Sorong, Jubi — Sekelompok pemuda yang tergabung dalam “Sorong for West Papua” menggelar aksi demonstrasi di Pasar Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Aksi ini adalah bagian dari gerakan solidaritas global “A30 for West Papua,” yang diprakarsai oleh kelompok pemuda di Australia dan mendapatkan dukungan dari berbagai negara.
Para demonstran, yang diorganisir oleh Front Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (FNMPP) bersama kelompok pemuda lainnya, mengungkapkan tuntutan mereka dengan jelas: penghentian ekosida dan genosida di Papua Barat, pengusutan tuntas pelanggaran hak asasi manusia, penghentian militerisme di seluruh tanah Papua, pemberian hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua, serta pembebasan tahanan politik Papua Barat.
Koordinator aksi, Sayang Mandabayan, mengutip Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
“Penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan,” tegas Mandabayan saat dihubungi Jubi, Sabtu (31/8/2024).
Angganeta, salah satu peserta aksi, menambahkan pihaknya menghormati hak politik setiap bangsa untuk merdeka.
“Kami juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik pasukan militer dari Papua dan memberikan akses kepada jurnalis asing untuk meliput situasi di sana,” katanya.
Aksi berlangsung damai dari siang hingga sore hari, dengan para peserta membubarkan diri setelahnya. Tagar #a30westpapua dan #a30forwestpapua digunakan secara luas di media sosial untuk menyebarluaskan informasi tentang aksi solidaritas ini ke seluruh dunia.
Organisasi-organisasi yang terlibat dalam aksi ini termasuk FNMPP, IPMSDL, ILPS, West Papua Merdeka, West Papua Support Network, dan Peace In Papua. (*)











Discussion about this post