Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Ratusan mama pedagang Papua berdemonstrasi tuntut pembangunan pasar

March 18, 2024
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Emanuel Riberu - Editor: Syam Terrajana
Mama

 Seratusan mama pedagang asli Papua longmarch dari Pasar Baru Mopah ke Kantor MRPS. Mereka menuntut pemerintah daerah membangun pasar yang representatif di Merauke - JUBI/Emanuel Riberu

Merauke, Jubi – Seratusan mama pedagang orang asli Papua yang tergabung Ikatan Pedagang Mama-mama Asli Papua (IPM2AP) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, berunjuk rasa menuntut pemerintah daerah membangun pasar yang representatif dalam Kota Merauke.

Aksi  damai pada  Senin, (18/3/2024) itu,  berlangsung di Kantor Majelis Rakyat Papua Selatan – MRPS di Jalan Mandala Merauke.

RELATED POSTS

Mahasiswa desak pemerintah daerah segera tangani warga Distrik Kembru

Hak masyarakat adat dan buruh asli Papua dilanggar demi melindungi Freeport

Mahasiswa protes pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua

Sebelumnya, seratusan mama pedagang ini melakukan aksi longmarch dari Pasar Baru Mopah yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari Kantor MRPS. Dalam aksinya itu, mereka membawa spanduk dan beberapa orang di antaranya berorasi sepanjang perjalanan.

Di hadapan ketua dan anggota MRPS, mama-mama pedagang asli Papua menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya meminta Majelis Rakyat Papua Selatan mendesak pemerintah agar dapat membangun pasar khusus pedagang asli Papua di belakang SMP Negeri 2 Merauke.

Terkait Pasar Blorep yang dibangun Pemkab Merauke untuk pedagang asli Papua, mereka meminta agar sedianya pasar yang berlokasi di Blorep itu dijadikan tempat penjualan kerajinan tangan dan balai pelatihan untuk pengembangan ekonomi mama-mama asli Papua.

Tuntutan lainnya, mama-mama pedagang mendesak MRPS untuk segera mendorong pembangunan pasar pedagang asli Papua di belakang SMP Negeri 2 Merauke. Mereka berharap agar lembaga kultural itu dapat mendorongnya melalui Musrenbang provinsi dan dibahas bersama penjabat gubernur.

Mama-mama pedagang asli Papua juga meminta MRPS ikut memastikan dan mengawasi program ekonomi kerakyatan yang tepat sasaran atau sesuai dengan persebaran pelaku usaha orang asli Papua di wilayah provinsi baru itu

“Kami juga meminta agar MRP segera mendesak Badan Pengawas Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Selatan untuk memastikan pasar mama asli Papua menjadi agenda dan tugas wajib pemerintah sebagai bagian dari implementasi peraturan Presiden Nomor 121 Tahun 2022,” kata Koordinator IPM2AP, Mika Balagaize.

Dalam tuntutan akhir, Mika Balagaize menyampaikan agar MRPS, DPR Provinsi Papua Selatan serta penjabat gubernur segera mengeluarkan regulasi terkait pengembangan pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi orang asli Papua. Produk hukum itu bertujuan memproteksi, dan sebagai kebijakan afirmatif bagi orang asli Papua di sana.

“Terkait Pasar Blorep, kami minta MRPS berkoordinasi dengan Pemkab Merauke untuk membuat kajian kelayakan pasar tersebut,” kata dia.

“Kami mama-mama pedagang orang asli Papua berpendapat,  Pasar Blorep tidak strategis, karena jauh dari pemukiman sehingga dikhawatirkan tidak ada pembeli yang datang ke sana. Selain itu tidak ada akses transportasi ke sana dan daerahnya juga sepi. Karena sepi, sering terjadi kasus kriminal di sana, dan ini membuat kami takut,” tutup Mika Balagaize.

Ketua Majis Rakyat Papua Selatan, Damianus Katayu menyambut baik aksi damai yang dilakukan mama-mama pedagang orang asli Papua di Merauke. Dia berjanji untuk meneruskan aspirasi pedagang mama asli Papua ke pemerintah provinsi dan Pemkab Merauke. (*)

Lanjut Baca
Tags: aksi damaiMama PapuaMeraukePasar
ShareTweetSendShareShare
Syam Terrajana

Syam Terrajana

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel
Domberai

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor
Meepago

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025
Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, - IST
Bomberai

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025
Pinehas Torey
Domberai

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025
Polda Papua Barat
Domberai

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025
Kwamki Narama
Meepago

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara