Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah Papua, Irjen Mathius Fakhiri meminta jajarannya mengusut tuntas kasus kekerasan dan kasus terbakarnya empat kantor di Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo, yang terjadi pada Agustus 2023. Hal itu dinyatakan Fakhiri di Kota Jayapura, Jumat (25/8/2023).
Fakhiri menyebut kasus kantor terbakar telah berulang kali terjadi di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Pada 6 Agustus 2023, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo terbakar. Pada 24 Agustus 2023, Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Kantor Dinas Pendapatan Daerah juga terbakar.
“Kejadian itu kan berulang terus. Saya sudah minta kepada Kepala Kepolisian Resor Yahukimo untuk tetap melakukan penegakkan hukum,” kata Fakhiri.
Fakhiri menegaskan para pelaku teror harus dikejar dan ditangkap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia meminta aparat gabungan menangkap pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI Yahukimo dan para pengikut mereka.
“Tangkap para pengikutnya, mau dia anak kecil ka, anak SMP ka, tetap amankan, tidak perlu takut. Setelah dipastikan mereka terlibat, amankan, sebab ada aturan hukum yang bisa digunakan untuk memproses mereka. Jangan karena [mereka] anak-anak, [lantas] kita biarkan, karena itu akan berulang terus. Semua yang terlibat harus ditindak tegas,” katanya.
Fakhiri meminta Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Papua bisa segera memastikan penyebab terbakarnya Kantor KPU Yahukimo maupun tiga kantor lainnya karena hubungan singkat arus listrik (konsleting), atau sengaja dibakar. Hal itu penting untuk memastikan apakah ada motif dalam kasus terbakarnya empat kantor itu.
“Apakah ada kaitan dengan Pemilu? [Itu] harus dipastikan, supaya [kita] tidak beramsusi atau berandai-andai. Makanya saya minta dicek secara menyeluruh,” ujarnya.
Fakhiri meminta jajaran KPU Yahukimo tetap menyiapkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 secara baik. “Saya berharap jangan ada yang memanfaatkan momen itu. Karena itu Pemilu serentak, saya mau semua bisa berjalan dengan baik, sesuai ketentuan, sebab [pemilu itu] akan menjadi barometer untuk Pemilu berikutnya,” katanya. (*)






