Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Olahraga

Pemain Brasil di Persipura: Antara ‘jimat keberuntungan’ dan memori kelam

July 19, 2025
Waktu Membaca: 6 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Syofiardi
brasil persipura

Alberto ‘Beto’ Goncalves (kiri) bersama Ernest Jeremiah ketika masih berkostum Persipura. –Jubi/ Dok Papua Goal

Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura kembali menghidupkan tradisi lama dengan merekrut pemain asing latin dari Brasil. Tradisi yang sempat punah selama tiga tahun.

Brasileiro atau orang-orang Brasil di tim Mutiara Hitam punya beragam cerita di pentas tertinggi sepak bola Indonesia, sejak pertama kali mendarat di Papua pada 2003.

RELATED POSTS

Kisah Daniel Hanasbey, pesepakbola Papua pertama di Eropa

Satu lagi legenda Persipura era 1980-an, Daniel Mauri tutup usia

Selamat jalan legenda Persipura, Marthen Metusala Dwaramury

Persipura mulai menggunakan jasa pemain asing asal Brasil ketika dilatih Yudi Suryata, lalu beralih ke pelatih Suharno, pada kompetisi Liga Indonesia (Ligina) IX 2003/2004. Ketika itu, Persipura mendatangkan David Da Rocha, Uilian Souza, dan Jose Luiz Vieira Feitosa.

Dari tiga nama itu, Da Rocha satu-satunya yang bertahan di skuad Persipura. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu berpisah dengan tim Mutiara Hitam pada 2009, usai turut mengantar Persipura meraih trofi juara Liga Indonesia untuk kedua kalinya.

Da Rocha mencatatkan diri sebagai pemain Brasil pertama yang sukses di Persipura.

Namun, sebelum Da Rocha pergi, striker asal Brasil, Alberto ‘Beto’ Goncalves sudah berada dalam tim Persipura pada 2007. Ketika itu, Beto belum mengambil sumpah naturalisasi sebagai WNI.

Infografis Persipura

Pada awal kariernya berkostum merah hitam, Beto langsung menyabet sepatu emas ajang Copa Indonesia 2007. Ia dua kali beruntun membawa Persipura ke final pada ajang yang sama.

Bersama Da Rocha, Beto juga berandil dalam gelar juara Persipura di Liga Indonesia 2008/2009. Beto menjadi pencetak gol terbanyak kedua bagi Persipura dengan mengoleksi 23 gol. Hanya kalah lima gol dari rekannya, Boaz Solossa yang meraih sepatu emas pada musim itu.

Beto menjadi top skor pada kompetisi Liga Super Indonesia musim 2011/2012 dengan mencetak 25 gol.

Selepas era Da Rocha dan Beto, tim Mutiara Hitam mendatangkan Otavio Dutra, bek jangkung yang juga berkewarganeraan Brasil. Hanya semusim di Persipura, Dutra ikut mengantarkan timnya meraih trofi Liga Indonesia ketiga pada 2013.

Setahun berikutnya, tak ada keterwakilan pemain asing Brasil di dalam skuad Persipura, hingga kompetisi sepak bola Indonesia dibekukan pada 2015-2016.

Tren perekrutan pemain Brasil kembali berlanjut pada kompetisi nonresmi, Indonesia Soccer Championship (ISC) A tahun 2016. Persipura mendatangkan Ricardo Almeida alias Ricardinho berposisi gelandang. Persipura sukses menjadi juara ketika itu.

Kemudian, datang nama-nama lainnya seperti Addison Alves (2017), Marcel Sacramento (2017), Marcio Rosario Nascimento (2018), Hilton Moreira (2018), Andre Ribeiro (2019), Arthur Cunha (2020), Thiago Amaral (2020), Henrique Motta (2021), dan Hedipo Gustavo (2021).

Dari kejayaan hingga keterpurukan

Periode kesuksesan para ‘penari samba’ di Persipura cukup panjang. Dalam kurun waktu delapan tahun beruntun, dari 2005 hingga 2013, legiun asing asal Brasil berkontribusi besar bagi Persipura dalam raihan empat trofi juara Liga Indonesia.

persipura
Pemain asal Brasil pertama di Persipura, David Da Rocha. –Jubi/ Dok Jubi

David Da Rocha menjadi pemain Brasil tersukes dalam sejarah Persipura dengan dua gelar juara. Lalu ada Beto dengan satu trofi juara dan dua sepatu emas. Tapi, pasca berakhirnya era kedua pemain itu, prestasi Persipura menurun drastis.

Keberadaan Da Rocha, Beto, dan Dutra pada medio 2007 hingga 2013 menghadirkan ‘jimat keberuntungan’ bagi tim Mutiara Hitam. Pada periode itu, Persipura tak pernah terlempar dari posisi dua besar di papan klasemen.

Pada kompetisi musim 2007/2008 mereka memuncaki klasemen wilayah timur dan lolos ke semifinal. Lalu pada musim 2008/2009 mereka bertengger di peringkat 1 dan menjadi juara.

Pada musim 2009/2010 Persipura finis sebagai runner up, dan kembali juara pada musim 2010/2011. Siklus itu terjadi lagi ketika Persipura menjadi runner up pada musim 2011/2012, dan juara untuk keempat kalinya pada musim 2012/2013.

Bahkan, saat tak diperkuat oleh pemain Brasil pada musim 2013/2014, Persipura masih sanggup mengakhiri kompetisi sebagai runner up di klasemen wilayah timur dan runner up kompetisi.

Sayang, dua musim berikutnya kompetisi sepak bola Indonesia dibekukan akibat dualisme.

Ricardinho akhirnya tercatat sebagai pemain Brasil terakhir yang menaiki podium juara bersama Persipura. Namun sayangnya, kompetisi ISC A tahun 2016 tak diakui oleh otoritas sepak bola Indonesia dan dianggap sebagai turnamen nonresmi.

Liga Indonesia kemudian memasuki babak baru. Berubah brand menjadi Liga 1. Tapi, alih-alih meraih kesuksesan jilid dua bersama gerbong Brasil, performa Persipura justru angin-anginan pada edisi awal tahun 2017 hingga 2022.

Addison Alves dan Marcel Sacramento yang datang bergantian pada 2017 gagal membuktikan diri sebagai pencetak gol ulung. Alves hanya mencetak 15 gol, dan Sacramento hanya 7 gol. Ketika itu, Persipura finis di peringkat ke-6.

Lalu pada 2018, Alves kembali datang di putaran kedua. Tapi gol yang ia cetak lebih sedikit, hanya 5 gol. Dua kompatriotnya, Hilton Moreira dan Marcio Rosario Nascimento juga tak banyak berkontribusi. Peringkat Persipura merosot ke posisi 12.

Andre Ribeiro menjadi pemain asing terakhir asal Brasil yang membawa Persipura finis di posisi tiga besar pada kompetisi Liga 1 2019. Lalu datang dua pemain Brasil baru, Arthur Cunha dan Thiago Amaral pada 2020. Tapi ketika itu, kompetisi harus dihentikan karena pandemi Covid-19.

Persipura
Pelatih Persipura Ricardo Salampessy bersama Artur Jesus Vieira. –Jubi/ Dok Ofisial Persipura

Semusim berikutnya, atau di Liga 1 2021/2022, menjadi periode terkelam dalam sejarah klub Persipura. Tim Mutiara Hitam terdegradasi ke Liga 2 untuk pertama kalinya di era kompetisi profesional, setelah hanya mampu finis di posisi ke-16.

Dua pemain asing asal Brasil, Henrique Motta dan Hedipo Gustavo, menjadi bagian dari sejarah kelam itu.

Rekrut dua pemain Brasil, pertama kali di Liga 2

Seolah ingin mengulang kejayaan pada era Liga Super Indonesia, Persipura Jayapura akhirnya kembali mendatangkan dua pemain asing asal Brasil. Sesuatu yang baru dilakukan Persipura selama tiga musim berada di Liga 2. Pada musim 2022/2023, Persipura tak memakai jasa pemain asing karena regulasi kompetisi.

Barulah di musim 2023/2024, Persipura mendatangkan dua pemain asing sekaligus. Striker berkebangsaan Prancis, Enzo Celestine dan bek asal Kirgistan, Azamat Baimatov.

Musim kemarin, di Liga 2 2024/2025, Persipura juga mengontrak satu pemain asing, berasal dari Iran, Ali Nouri.

Kali ini, Persipura memboyong Artur Jesus Vieira dan Matheus Silva. Dua pemain berkebangsaan Brasil yang sebelumnya juga berkiprah di kompetisi sepak bola Indonesia. Artur sebelumnya memperkuat Deltras Sidoarjo di Liga 2, dan Matheus musim lalu bermain untuk PSM Makassar di Liga 1.

Manajer Persipura, Owen Rahadian menuturkan, ia menangani langsung pemilihan dan perekrutan pemain baru Persipura musim ini. Namun keputusan akhir merupakan hasil diskusi bersama pelatih dan internal manajemen.

“Semua dimulai dari game plan pelatih kepala. Sebagus apa pun pemain, kalau tidak cocok dengan skema permainan, tidak akan efektif,” kata Owen, Selasa (15/7/2025).

Semua keputusan, tambah Owen, tetap melalui koordinasi dengan manajemen inti Persipura.

“Sekitar 90 persen pemain saya temui langsung dan negosiasi juga saya lakukan sendiri. Beberapa sisanya didelegasikan kepada asisten manajer dan pelatih,” ujarnya.

Juru taktik Persipura, Ricardo Salampessy menjelaskan, perekrutan Artur Vieira dan Matheus Silva di musim ini karena faktor kebutuhan timnya yang memiliki kelemahan di duel-duel udara.

Selain itu, satu di antara legenda Persipura itu mengakui tipikal para pemain Brasil cocok dengan gaya bermain sepak bola Papua.

Persipura
Dua pemain baru Persipura asal Brasil, Matheus Silva dan Artur Jesus Vieira. –Jubi/ Dok Ofisial Persipura

“Karena kebutuhan tim dan dua pemain tersebut menarik perhatian saya di musim kemarin. Selain itu, pemain Brasil punya karakter yang mirip dengan pemain Papua dan juga cepat dalam adaptasi,” kata Ricardo.

Pelatih yang pernah tampil bersama tim nasional Indonesia semasa aktif menjadi pemain itu mengungkapkan, Artur Vieira dan Matheus Silva punya kelebihan yang bakal menutupi kekurangan Persipura.

Ia mengaku sudah mengamati dan menganalisis performa kedua pemain tersebut sejak musim lalu.

“Kehadiran keduanya akan meningkatkan kekuatan tim, terutama melihat musim lalu tim cukup kesulitan dalam duel bola atas. Artur bek yang tangguh dan punya jam terbang serta pengalaman yang baik, dan Matheus tipikal striker nomor 9 punya kemampuan penyelesaian yang baik di kotak penalti,” kata Ricardo.

Artur Vieira, salah satu rekrutan anyar Persipura asal Brasil menyadari tanggung jawabnya di Persipura adalah untuk membantu timnya itu kembali ke pentas tertinggi. Sebuah target yang tak bisa ditawar lagi.

“Saya tahu ada target yang ingin dicapai oleh tim ini, yaitu bermain untuk menang di setiap pertandingan dan saya juga punya target yang sama membawa Persipura kembali ke Liga 1,” kata Artur.

Pemain bertahan yang mencatatkan statistik terbaik di Liga 2 musim lalu itu mengaku ada kemiripan gaya bermain sepak bola Papua dengan negaranya, Brasil.

“Saya lihat Papua dan Brasil punya koneksi dan karakter sepak bola yang mirip. Saya sudah tak sabar ingin menampilkan permainan terbaik di Persipura,” ujarnya.

Diharapkan setimpal dengan harga

Bukan uang sedikit bagi manajemen Persipura untuk menyiapkan tim mereka demi bisa bersaing memperebutkan tiket promosi ke Super Liga (nama baru Liga 1).

Di bawah nahkoda anyar, Owen Rahadian, Persipura mau tak mau harus menyiapkan anggaran hingga Rp25 miliar. Nominal itu dikalkulasikan berdasarkan jadwal kompetisi Liga 2 yang lebih padat.

Anggaran tersebut tak hanya digunakan untuk operasional latihan tim, tapi seluruh kebutuhan mereka, termasuk belanja pemain untuk kedalaman skuad Mutiara Hitam pada kompetisi mendatang.

Ditelusuri lewat situs transfer pemain, Transfermarkt, dua pemain asing baru Persipura asal Brasil berlabel harga yang tak murah. Estimasi harga Artur Vieira dalam kurs rupiah mencapai Rp 1,74 miliar. Begitu pula Matheus Silva juga dengan banderol yang sama.

Persipura
Striker anyar Persipura asal Brasil, Matheus Silva. –Jubi/ Dok Ofisial Persipura

“Untuk Liga 2 musim ini biayanya akan lebih besar dari dua musim sebelumnya, karena durasi kompetisi lebih panjang dan jumlah pertandingan pun meningkat. Setidaknya, kami butuh dana minimal sekitar Rp25 miliar untuk musim ini,” kata Owen.

Pengamat sepak bola Papua yang juga eks pemain Persipura, Nando Fairyo berpendapat, siapa pun pemain asing yang didatangkan, terpenting harus bisa langsung beradaptasi dengan permainan Persipura. Apalagi didatangkan dengan harga yang mahal.

“Yang penting bisa nyetel dan menguntungkan tim. Selama bisa mengangkat performa tim dari mana pun asalnya boleh-boleh saja, karena sepak bola adalah tentang hasil akhir. Semua dilihat dari track record di lapangan, bukan di atas kertas,” kata Nando.

Pemain kedua belas atau kelompok suporter Persipura berharap kedatangan Artur dan Matheus bisa memberikan dampak positif bagi tim dan memulihkan kembali nama baik legiun Brasil di Persipura, seperti pada masa kejayaan Persipura dahulu.

“Sebagai suporter yang sudah lama mengikuti perjalanan Persipura, saya melihat bahwa pemain asal Brasil punya karakter permainan yang serasi dengan gaya main Persipura, teknikal, cepat, dan penuh determinasi. Dalam sejarahnya pun, beberapa pemain Brasil pernah memberi warna positif bagi tim,” kata Ikhsan, suporter Persipura dari kelompok The Comens.

Ia mengajak seluruh pecinta Persipura untuk tetap optimistis dengan skuad yang sudah dibentuk oleh manajemen Persipura saat ini, termasuk perekrutan Artur dan Matheus.

Menurut Ikhsan, itu sudah melalui pertimbangan dan analisis yang detail dari manajemen dan pelatih.

“Sekarang tinggal bagaimana mereka bisa menyatu dengan tim dan menjawab ekspektasi, serta dapat memberikan kontribusi dalam lapangan,” katanya.

Ia berharap kedua pemain bisa menjadi pembeda pada Liga 2 musim ini dan membantu Persipura kembali ke habitat aslinya, yaitu Liga 1. (*)

Tags: Kompetisi Liga 2 musim 2025/2026Legenda Persipurapemain BrasilSepakbola Papua
ShareTweetSendShareShare
Sudjarwo Husain

Sudjarwo Husain

Related Posts

PBSI
Olahraga

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

April 25, 2026
PFL Series Papua 2026
Olahraga

PFL Series Papua: Manzaby FC Bintang tundukkan Moncongbulo FC

April 25, 2026
Sepak bola
Olahraga

Kolaborasi PTFI dan PSSI perkuat fondasi sepak bola di Papua

April 19, 2026
KONI
Olahraga

Dana belum cair, agenda KONI Papua Barat tertunda

April 6, 2026
KONI Papua
Olahraga

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Persipura
Olahraga

Dua penyerang Persipura masih butuh adaptasi

March 27, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

PUPR Manokwari

PUPR Manokwari alokasikan Rp9 miliar bangun jalan di Distrik Mokwam

January 17, 2024
Kasus Kredit Fiktif Bank Papua

Perkara 3 tersangka kasus kredit fiktif Bank Papua segera disidangkan

September 21, 2023
kereta

Berburu tiket kereta mudik Tahun Baru Imlek di China

December 26, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara