Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Olahraga

Pemprov Papua diminta cepat respon situasi yang dihadapi KONI

Jika tak digubris, Papua terancam tidak ikut PON XXI 2024

April 6, 2024
Waktu Membaca: 3 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Alberth Yomo
Tim Cricket Papua pada PON XX tahun 2021 lalu

Tim Cricket Papua pada PON XX tahun 2021 lalu

Jayapura, Jubi – Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI di Aceh – Sumatera Utara hanya tersisa 156 hari. Persiapan kontingen Papua masih jalan di tempat karena masih menunggu dukungan anggaran dari pemerintah yang belum kunjung tiba. Situasi terburuknya, Papua bisa saja absen di hajatan akbar olahraga Indonesia itu.

Sebanyak 374 atlet dari 54 cabang olahraga yang telah berhasil lolos ke PON XXI melalui perjuangan berat di babak kualifikasi atau Pra-PON tahun 2023 lalu, masih menunggu kabar baik dengan penuh harap cemas.

RELATED POSTS

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Sebagai organisasi yang berwenang terhadap pembinaan atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua tak tinggal diam. Mereka masih terus berupaya untuk mencari jalan keluar.

Hanya saja, upaya yang dilakukan belum juga membuahkan hasil atau titik terang dukungan pemerintah lewat beberapa kali pertemuan. Program yang sudah dicanangkan untuk menghadapi PON XXI akhirnya masih terbengkalai.

“Schedule atau perencanaan pada Maret dan April ini sesuai periodesasi sebenarnya atlet-atlet kita itu sudah harus masuk dalam penampungan dan pemusatan latihan sebagai persiapan menuju PON XXI,” kata Ketua Umum KONI Papua, Kenius Kogoya kepada wartawan,  Kamis (4/4/2024).

“Namun program ini terancam tidak bisa jalan karena sampai dengan detik di mana kami bicara dan rapat itu belum mendapatkan sebuah kepastian atau nilai anggaran yang diperuntukkan untuk PON.”

KONI Papua masih berharap penuh kepada pemerintah untuk bisa memberikan respons perihal perhatian dan dukungan kepada atlet-atlet Papua yang hanya punya sisa waktu tiga bulan untuk mematangkan persiapan menuju PON XXI.

“Jangan sampai atlet-atlet kita yang sudah berlatih mempersiapkan diri dan segala macamnya dengan harapan besar tapi tahu-tahunya mereka kemudian tidak bisa ikut,” ujarnya.

Kenius mengaku persiapan atlet Papua menuju PON XXI semakin sempit. Ia pun berharap dalam waktu dekat ada jawaban ataupun solusi dari pemerintah perihal nasib kontingen Papua.

“Dari sisi waktu kita sebenarnya sudah kalah waktu dengan periodesasi yang sudah kita susun untuk mempersiapkan atlet. Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah, Pj Gubernur, DPR dan semua stakeholder untuk memberikan dukungan agar bagaimana atlet kita bisa mengikuti PON,” katanya.

Butuh Rp 200 Miliar 

KONI Papua membutuhkan minimal Rp 200 miliar untuk mengikutkan kontingen Papua ke PON XXI di Aceh – Sumut. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan sesuai kebutuhan mulai dari program TC hingga keberangkatan atlet.

“Ada beberapa versi, yang kita hitung tanpa bonus untuk 374 atlet dengan ofisial itu jumlahnya kurang lebih sekitar Rp200 miliar, itu mulai dari pelaksanaan TC Sampai dengan keberangkatan ke PON,” kata Kenius.

Namun, KONI tak mau mendesak. Mereka akan menyesuaikan jumlah atlet dan kebutuhan sesuai dengan anggaran yang nantinya diberikan oleh pemerintah daerah.

Bahkan opsinya, mereka akan mempertimbangkan untuk menyeleksi kembali berapa atlet yang akan diberangkatkan sesuai dengan potensi medali.

“Jumlah atlet kita yang sudah lolos itu kurang lebih 402 atlet dari 54 cabor, cuma setelah diseleksi lagi jadi 374 atlet. Kemudian ada kemungkinan bisa berkurang lagi dari jumlah 402 itu menjadi kurang lebih 271 atlet yang akan kita siapkan untuk PON XXI. Itu pun kembali tergantung dari anggaran, kalau misalnya ada yah kita akan berangkat,” ujarnya.

Dalam situasi yang masih mengambang, KONI Papua masih tetap optimis ratusan atlet yang sudah lolos ke PON XXI itu tak akan pulang dengan hasil mengecewakan dari Aceh – Sumut.

“Kami tetap optimis dan melakukan langkah untuk mendapatkan dukungan walau kalah dengan waktu, kita berharap atlet-atlet kami tidak mengecewakan dan mengharumkan nama baik Papua. Kita berharap bisa ikut meriahkan dan membawa nama Papua pada PON XXI nanti,” katanya.

Sangat Terlambat 

Ketua bidang sports science dan iptek KONI Papua, Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd,M.Fis,AIFO-P, mengatakan secara periodesasi atlet Papua sudah sangat terlambat dalam melakukan persiapan.

“Memang kalau kita menganalisa secara fisiologi dari periodesasi atau tahapan mempersiapkan atlet PON ini memang Papua sudah sangat terlambat,” katanya.

Namun ia menyebut, keterlambatan itu bukan karena kelalaian KONI Papua. Menurutnya, momen yang bertepatan dengan tahun politik mempengaruhi situasi yang dihadapi saat ini.

“Tentu ini bukan kelalaian KONI, walaupun sampai pada bulan ini memang KONI sendiri tidak berani melakukan tindakan-tindakan nyata untuk menyiapkan atlet yang sudah lolos ke PON XXI,” ujarnya.

“Salah satu penyebabnya adalah PON dilaksanakan di tahun politik, ini yang menjadi penyebab utama. Karena selama ini KONI selalu bergantung kepada dana hibah dari pemerintah, itu yang menjadi kendala bagi KONI Papua.”

Sementara itu, pelatih kepala Muaythai Papua, Donny Ayorbaba mengatakan, secara periodesasi latihan, atlet seharusnya sudah melakukan pemusatan latihan di awal Maret ini.

“Saya sudah buat periodesasi, di mana start dari bulan Maret ini untuk persiapan umum sampai Mei. Kemudian Mei-Juni persiapan khusus, Agustus itu sudah pra kompetisi dan September itu kompetisi utama,” kata Donny.

Donny mengaku perjuangan mereka sangat berat. Sebab menuju pertandingan utama tinggal menyisakan kurang lebih 4 bulan lagi. Sementara KONI belum melakukan pencanangan TC terpusat.

“KONI ini bergantung dengan pemerintah provinsi, dan kami pelatih dan atlet berharap kiranya jangan terlalu lama agar kami pelatih dan atlet bisa bergerak. Kami sangat berharap, pemerintah provinsi dapat memperhatikan KONI Papua agar tim PON KONI Papua segera dibentuk,” ujarnya.

Pelatih tim Dayung Papua, Vines Kambay juga berharap segera ada kepastian dukungan dari pemerintah. Pasalnya, waktu persiapan mereka sudah kian mepet.

“Dengan waktu yang singkat ini kita mau sesegera mungkin ada kepastian, biar waktu yang ada ini kita bisa mempersiapkan diri dengan lebih bagus lagi untuk tampil di PON XXI nanti,” kata Vines. (*)

 

ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

PBSI
Olahraga

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

April 25, 2026
PFL Series Papua 2026
Olahraga

PFL Series Papua: Manzaby FC Bintang tundukkan Moncongbulo FC

April 25, 2026
Sepak bola
Olahraga

Kolaborasi PTFI dan PSSI perkuat fondasi sepak bola di Papua

April 19, 2026
KONI
Olahraga

Dana belum cair, agenda KONI Papua Barat tertunda

April 6, 2026
KONI Papua
Olahraga

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Persipura
Olahraga

Dua penyerang Persipura masih butuh adaptasi

March 27, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Solomon

11 perempuan Solomon yang menjual pinang di zona bebas sirih akan diadili 

January 30, 2024
Untuk meningkatkan daya saing kedua negara, Wakil Menteri Perindustrian atau Wamenperin, Faisol Riza berharap agar pemerintah Swiss terus meningkatkan investasinya di Indonesia. - IST

Wamenperin minta Swiss tingkatkan investasi di Indonesia

March 13, 2025
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani bersama personel Satgas Damai Cartenz.- Jubi/Alexander Loen

Satgas Cartenz tangkap dua anggota TPNPB-OPM

April 11, 2024

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara