Jayapura, Jubi – Para atlet difabel National Paralympic Committee Indonesia atau NPCI Provinsi Papua tengah menjalani pemusatan latihan Pekan Paralimpiade Nasional atau Pepernas XVII Surakarta. Pemusatan latihan atau TC itu telah berlangsung dua bulan, dan diselenggarakan tanpa dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua.
Hal itu dinyatakan Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Prestasi NPCI Papua, Saharudin Ita di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (27/7/2024). “TC sudah berjalan enam minggu lebih. Yang dipusatkan di sini adalah sepak bola Cerebral Palsy, , atletik dan tenis meja. [TC] renang di Palembang. [TC] bulu tangkis dan menembak di Solo, [TC] panahan di Kalimantan dan Solo,” kata Saharudin yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan NPCI Papua itu.
Peparnas merupakan kejuaraan olahraga multicabang yangdikhusukan bagi atlet difabel. Seperti Pekan Olahraga Nasional atau PON, Peparnas rutin digelar setiap empat tahun sekali dan pertama kali digelar sejak 1957 di Surakarta. Peparnas menjadi ajang mencari atlet difabel berbakat untuk berlaga di ASEAN Para Games (tingkat Asia Tenggara), Asia Para Games (tingkat Asia), dan Paralimpiade (tingkat internasional).
Pemusatan latihan atau TC Peparnas NPCI Papua diikuti oleh sebanyak 160-an atlet dari 12 cabang olahraga. Cabang olahraga itu adalah atletik, renang, panahan, menembak, sepak bola Cerebral Palsy (CP), tenis meja, tenis lapangan kursi roda, boccia, catur, angkat berat, judo, dan bulu tangkis.
Menurut Saharudin, TC Papernas NPCI Papua saat ini difokuskan kepada persiapan umum. “Nantinya pada Agustus ke September itu sudah persiapan khusus dan pemantapan persiapan,” jelasnya.
Ia mengatakan TC itu memberlakukan sistem promosi dan degradasi untuk menentukan 150 atlet untuk mengikuti Peparnas XVII Surakarta. “Kami hanya akan membawa 150 atlet saja,” katanya.
Ofisial Tim Sepak Bola CP Peparnas Papua, Agus mengatakan para atletnya menjalani TC di Lapangan Uncen Mahacendra. Mereka menggelar persiapan dan berlatih sesuai periodesasi. Tim itu juga sudah melakukan pertandingan uji coba melawan Tim Sepak Bola Galanita PON Papua.
“Program latihan terus berjalan, karena waktu semakin dekat menuju ajang Peparnas XVII. Kami tetap berusaha dan berjuang untuk bisa kembali berprestasi. Hasil [pertandingan] uji coba kami dengan tim Galanita PON Papua, kami menang 2 – 1,” kata Agus.

Kendala anggaran
Ketua Umum NPCI Papua, H Jayakusuma berharap para atlet dan pelatih bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ia mengakui TC Peparnas NPCI Papua terkendala oleh keterbatasan dana, karena mereka belum mendapat kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Papua.
“Kami berharap persiapan [Peparnas] tetap berjalan sebaik mungkin, dan bisa dimanfaatkan oleh pelatih untuk mempersiapkan atletnya dengan baik. Persiapan tetap berjalan, meskipun kami masih menunggu dukungan dari pemerintah,” kata Jayakusuma di Kota Jayapura pada Sabtu.
NPCI Papua merupakan juara umum Peparnas XVI Papua pada 2021 lalu. Saat itu, mereka berhasil menggenggam 127 medali emas, 86 medali perak, dan 93 medali perunggu. Itu merupakan kali pertama NPCI Papua menjadi juara umum Peparnas.
Menurut Jayakusuma, kini sulit bagi NPCI Papua untuk mempertahankan prestasi itu. Menurutnya, NPCI Papua membutuhkan anggaran minimal Rp50 miliar untuk mempersiapkan atletnya berkompetisi dalam Peparnas XVII. Dana itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi, peralatan, konsumsi, dan transportasi bagi 150 atlet, 75 orang pelatih, asisten, dan pendamping, hingga 25 orang ofisial NPCI Papua.
“Tapi, tergantung pemerintah daerah, berapa [nilai bantuan] yang bisa [dikucurkan]. Kami berharap ada dukungan [Pemprov Papua] kepada NPCI Papua untuk persiapan Peparnas. Kita diperhitungkan di Indonesia, karena berstatus juara umum dan sukses untuk menyelenggarakan Peparnas XVI di Papua,” ujarnya.
Saharudin mengaku belum adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua berdampak kepada persiapan atlet NPCI Papua. “Kendala kami sekarang ini adalah peralatan. Sekarang kami modal berani saja, walaupun belum ada dukungan anggaran dari pemerintah. Kalau [TC] tidak dimulai dari sekarang, kami akan ketinggalan dengan waktu yang sudah semakin dekat. Apalagi kami tiga tahun lalu juara umum,” ujar Saharudin. (*)











Discussion about this post