Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Olahraga

Keterpurukan Persipura dan kisah kelam Raksasa Argentina

April 11, 2022
Waktu Membaca: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Persipura

Skuad Persipura Jayapura usai berlatih di Stadion Mandala / Sudjarwo Husain

Jayapura, Jubi – Mengakui Persipura Jayapura turun kasta memang sangat sulit. Tapi, degradasi adalah sebuah kenyataan yang harus diterima oleh sang juara empat kali di Liga Indonesia. Perjalanan selama 28 tahun akhirnya selesai.

Terdegradasinya klub sebesar Persipura merupakan hal yang tabu. Wajar saja, belum ada satu pun klub di Indonesia yang menorehkan kesuksesan serupa Persipura di Liga Indonesia era kompetisi profesional, dengan empat gelar juara (2005, 2009, 2011 dan 2013).

RELATED POSTS

Jelang laga perdana di Stadion Mandala, kesiapan Panpel Persewar mencapai 80 persen

Ini penjelasan Yan Mandenas soal hengkangnya beberapa pemain Persipura

Persipura sudah kehilangan tujuh pemain pilarnya, siapa lagi bakal menyusul?

Sebelum itu, Tim Mutiara Hitam ada dalam jajaran elit empat klub Indonesia yang tak pernah terdegradasi, selain PSM Makassar, Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Kompetisi Liga 1 2021 bukan hanya menjadi musim dengan statistik terburuk Persipura sepanjang keikutsertaan mereka di Liga Indonesia. Tapi juga mencoreng kesucian tim yang diklaim sebagai sang jenderal di persepakbolaan Indonesia itu.

Tak sekadar prestasi domestik. Persipura juga menjadi klub sepak bola pertama Indonesia yang menembus semifinal AFC Cup (turnamen kasta kedua antar klub benua Asia), yang diukir pada tahun 2014 silam.

Walau masih tercatat sebagai klub tersukses di Indonesia, Persipura harus menerima kenyataan pahit. Mengikuti jejak alumni juara Liga Indonesia lainnya, Sriwijaya FC, terjun ke kompetisi kasta kedua.

“Kita sudah berjuang dan lakukan apa yang sudah harus kita lakukan tapi itu tidak cukup untuk menyelamatkan kita. Itu (degradasi) sudah terjadi. Saya tidak bisa bicara, tim ini sudah luar biasa,” kata pelatih Persipura, Angel Alfredo Vera usai pertandingan menghadapi Persita Tangerang.

Persipura bukan satu-satunya pengoleksi gelar juara terbanyak di kompetisi domestik yang harus terhempas dari habitatnya. Di luar sana (kompetisi sepak bola luar negeri), beberapa penguasa Liga domestik juga pernah menelan pil pahit dan harus terdegradasi.

Penguasa Inggris dengan 20 gelar juara Liga, Manchester United pernah merasakan lima kali terdegradasi. Di Italia, Juventus yang mendominasi kompetisi Serie A dengan 36 gelar scudetto, juga pernah terlempar ke kasta kedua karena Calciopoli (skandal pengaturan skor).

Yang paling ironis, raksasa Argentina, River Plate. Klub yang pernah dinobatkan sebagai klub terbaik kesembilan di Dunia versi Federasi Internasional Sejarah dan Statistik sepak bola (IFFHS) itu harus menodai sejarah mereka, terdegradasi setelah 110 tahun eksis di kompetisi sepak bola Argentina.

River Plate berstatuskan klub tersukses dan penguasa Liga Argentina dengan 35 gelar juara ketika mengalami masa pelik itu pada 2011 silam.

Klub berjuluk Los Millonarios itu juga mengoleksi lima trofi internasional. Dua Piala Libertadores, satu piala Interkontinental, satu Supercopa Sudamericana dan satu trofi Copa Interamericana.

Kabar terdegradasinya River Plate kala itu menimbulkan kekecewaan berat bagi para suporternya. Suporter mengamuk masuk ke dalam area lapangan dan hendak meluapkan kekesalan saat tim kesayangan mereka kalah dari Belgrano de Cordoba di babak play off secara agregat.

Amarah supporter River Plate berlanjut di luar Stadion, mereka melemparkan benda keras ke arah lapangan dan terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Terlempar ke kasta kedua dengan status raksasa Liga Argentina yang belum pernah sekalipun terdegradasi, sulit diterima suporter klub elit yang membesarkan nama-nama legenda sepak bola dunia seperti Gabriel Batistuta, Ariel Ortega, Marcelo Gallardo dan Pablo Aimar ketika itu.

Kekecewaan para suporter tak berhenti disitu. Mereka menuding biang keladi terdegradasinya River Plate karena kesalahan manajemen.

Suporter terus melancarkan aksi protes termasuk mendesak Presiden klub, Daniel Passarella mundur dari kursi jabatannya.

Padahal, Passarella adalah legenda sepak bola Argentina yang membawa tim nasional Tango menjuarai Piala Dunia 1978. Pasarella juga merupakan mantan bintang River Plate di era 70-an.

Suporter menuding, finansial klub River Plate akibat kinerja manajemen yang buruk. Pasalnya, klub berwarna kebesaran Merah Putih Hitam itu menunggak hutang sebesar 19 juta USD atau sekitar Rp193 miliar. Situasi tersebut yang membuat mereka terpaksa melego pemain-pemain muda potensialnya.

Tak hanya para suporter, media-media Argentina kala itu ikut menyalahkan kinerja wasit yang memimpin laga play off River Plate kontra Belgrano sekaligus menyalahkan manajemen.

“Menakjubkan, namun nyata!,” sebuah sindiran dalam judul berita harian Ole di Argentina.

Meski klubnya terdegradasi, Daniel Passarella tak mau lengser dari jabatannya. Ia merasa bertanggung jawab dan optimis bisa mengembalikan harkat dan martabat klub yang telah membesarkan namanya.

Bangkit Lagi dan Jadi Penguasa

Degradasinya River Plate seolah menjadi cambuk yang menampar muka sendiri. Manajemen dan pihak klub akhirnya berbenah dan melakukan revolusi besar-besaran.

Itu dilakukan untuk kembali mengangkat klub tersukses di Argentina itu agar bisa kembali promosi ke kasta teratas.

Pihak klub akhirnya menunjuk legenda Lazio dan Parma, Mathias Almeyda sebagai manajer anyar usai memutuskan pensiun sebagai pemain di River Plate. Di saat bersamaan, manajemen mendatangkan pemain kelas dunia, David Trezeguet sebagai upaya untuk bisa kembali promosi.

River Plate pada akhirnya hanya butuh waktu semusim untuk promosi lagi ke Premiera Division (Liga Utama Argentina), setelah mendominasi klasemen Divisi National B (kasta kedua) sebagai juara di musim 2012/2013. Tiket promosi itu menjadi kado manis sekaligus menghapus luka para suporter yang kecewa sewaktu timnya itu terdegradasi.

“Ini adalah momen yang tak akan terlupakan. Dalam kurang dari setahun, kami berhasil mengembalikan River ke tempat yang seharusnya,” kata Matias Almeyda dilansir dari Buenos Aires Herald.

Berhasil membawa timnya ke kompetisi tertinggi, Almeyda kemudian mundur dari jabatannya karena gagal mempersembahkan trofi juara Copa Libertadores (Liga Champions-nya Amerika Selatan). Ia digantikan Ramon Diaz yang akhirnya sukses membawa River juara Liga Utama Argentina musim 2013/2014.

Sayangnya, Diaz juga mundur dari kursi pelatih. Posisinya kemudian digantikan legenda klub, Marcelo Gallardo. Sekadar diketahui, River punya tradisi dilatih oleh mantan pemain mereka sendiri. Bersama Gallardo ini lah River Plate perlahan kembali menjadi penguasa.

River Plate berhasil mengembalikan kejayaannya di era Gallardo dengan menjuarai Copa Sudamericana (2014), Copa Libertadores (2015, 2018), Copa Argentina (2016, 2017, 2019), Liga Utama Argentina (2021). Gallardo kemudian juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik di Amerika Selatan dalam tiga musim beruntun (2018, 2019, 2020).

Kedigdayaan River Plate dipersepakbolaan Argentina dan Amerika Selatan masih berlanjut. Saat ini, Los Millinairos masih menjadi penguasa dengan mengoleksi 37 trofi juara Liga Utama Argentina.

Apa yang dialami oleh klub River Plate setidaknya bisa menjadi ilham yang menginspirasi Persipura Jayapura, sebagai klub raksasa di Indonesia yang baru saja terlempar ke kasta kedua.

Revolusi besar-besaran manajemen perlu dilakukan, jika ingin promosi dan kembali berjaya di kompetisi tertinggi persepakbolaan Indonesia.

“Semenjak bermain di Warna Agung (klub Galatama), saya sudah merasakan bahwa Persipura ini tim yang sangat bagus dan banyak talenta muda berbakat. Saya berharap dengan turunnya Persipura ini tidak akan lama lagi mereka bisa naik kembali ke Liga 1 lagi,” pungkasnya. (*)

Tags: Berita OlahragaBRI Liga 1 2021Persipura. Degradasi. Liga 1
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

PBSI
Olahraga

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

April 25, 2026
PFL Series Papua 2026
Olahraga

PFL Series Papua: Manzaby FC Bintang tundukkan Moncongbulo FC

April 25, 2026
Sepak bola
Olahraga

Kolaborasi PTFI dan PSSI perkuat fondasi sepak bola di Papua

April 19, 2026
KONI
Olahraga

Dana belum cair, agenda KONI Papua Barat tertunda

April 6, 2026
KONI Papua
Olahraga

KONI Papua agendakan raker dan musorprov usai Paskah

April 2, 2026
Persipura
Olahraga

Dua penyerang Persipura masih butuh adaptasi

March 27, 2026

Discussion about this post

Recommended Stories

Pedagang melayani pembeli bungkus ketupat jelang Hari Raya Idul Fitri di Pasar Paldam, Jayapura, Papua, Minggu (1/5/2022) / (ANTARA/GUSTI TANATI)

Sebentuk toleransi dari seikat ketupat

April 11, 2024
Migrasi Penduduk dari Luar Papua

Dewan Adat Papua: Migrasi ke Tanah Papua harus dibatasi

May 14, 2022
Sinak Papua

Senjata anggota TNI di Sinak hilang, anak-anak ditangkap, satu dikabarkan meninggal dunia

February 27, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara