Jayapura, Jubi — Persekutuan Kaum Bapa (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) Eden Tanjung Ria Base G telah melakukan sejumlah aksi nyata menjaga lingkungan dengan menanam terumbu karang di beberapa titik pesisir Papua sepanjang tahun 2024. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab iman terhadap alam ciptaan sekaligus menjaga sumber kehidupan masyarakat pesisir.
Ketua PKB GKI Eden, Hanok Yawa, menjelaskan bahwa kegiatan transplantasi karang menjadi bagian dari program lingkungan yang dirancang untuk melatih warga gereja, khususnya anggota PKB, agar peduli terhadap kelestarian laut.
“Program ini dibuat supaya kita menjaga laut dan masyarakat di pesisir, terutama para nelayan. Selain bermanfaat bagi biota laut dan ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi warisan bagi generasi mendatang,” kata Hanok Yawa, usai pelatihan Jurnalis bagi unsur jemaat GKI Eden Tanjung Ria Base G, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, inisiatif ini murni digerakkan oleh anggota PKB dengan dukungan kerja sama berbagai pihak, seperti Polairud Polda Papua, Basarnas, dan TNI AL, yang ikut membantu dalam pelatihan teknik menyelam dan penggunaan alat transplantasi.
“Kami gunakan dana dari kas PKB untuk membeli bahan-bahan seperti besi, kawat, dan perekat. Setelah itu, rangkanya dikeringkan di darat, baru kemudian dibawa ke laut bersama bibit karang yang diambil langsung dari perairan sekitar,” tambah Yawa.
Sementara itu, Kais Ronald Maikiay, anggota PKB GKI Eden yang juga terlibat sebagai tenaga transplantasi, menceritakan proses teknis kegiatan ini. Sebelum turun ke laut, para peserta dibekali pengetahuan dari akademisi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Cenderawasih serta pakar budidaya karang dari Makassar, bekerja sama dengan Polisi Air.
“Kami belajar teori dulu, baru praktek. Kami buat rangka dari besi dan kawat, dicampur pasir supaya tidak cepat karat. Karang diikat dengan kabel tis, lalu ditanam di dasar laut,” ujarnya.
Kegiatan transplantasi dilakukan secara berkelompok di beberapa lokasi, antara lain Pantai Base G, Kayu Besi, Harlem, Tablasupa, serta di Kepulauan Padaido, Biak (wilayah Klasis Aimando). Aksi ini juga melibatkan United Evangelical Mission (UEM) Region Asia Pasifik, Klasis Port Numbay, Tim Penyelam PKB Eden, serta Kelompok Peduli Lingkungan Pesisir Laut.
“Harapan saya, terumbu karang ini bisa tumbuh subur dan menjadi tempat berkumpulnya ikan. Kalau ekosistem laut terjaga, masyarakat juga akan merasakan manfaatnya — baik secara ekologis maupun ekonomi,” tutur Maikiay.
Gerakan kecil dari PKB GKI Eden ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas gereja dapat berperan aktif dalam menjaga ciptaan Tuhan, tidak hanya melalui doa dan ibadah, tetapi juga lewat tindakan nyata melestarikan laut dan sumber kehidupan di dalamnya.(*)







Discussion about this post