Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home KMAN VI

Bupati Jayapura ikut Apen Bayeren di FDS

October 28, 2022
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Apen Bayaren

Alfares Yapen saat berjalan di atas batu panas atau ritual Apen Bayeren di Kalkote Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/10/2022). - Jubi/dam

Sentani, Jubi – Ini merupakan penampilan keempat kali ritual Apen Bayeren di Jayapura sebab orang tua pertama datang dan mementaskan di Hollandia pada 1962. Saat itu orang tua Barnabas Yapen tampil berjalan di atas api berpijar di depan gedung Nieuw Guinearaad, sekarang kantor DPR Papua.

Hal ini dikatakan Alfares Yapen, pemimpin Sanggar Apen Bayeren, Kampung Adoki, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor kepada Jubi di sela-sela pementasan Apen Bayeren di Kalkote, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/10/2022).

RELATED POSTS

Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura

Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Sisa makanan penyumbang sampah terbesar di Kabupaten Jayapura

“Jadi sekarang kami tampil di sini untuk keempat kali. Tadi Bapak Bupati Jayapura juga ikut dalam ritual ini, menginjak batu panas secara simbolis. Apalagi Beliau merupakan salah satu figur yang mampu memimpin ke depan,” kata Yapen.

Kepada Jubi, Mansar Alfares Yapen mengaku kalau ayah almarhum Barnabas Yapen yang pertama kali mementaskan ritual injak batu panas di Hollandia waktu itu pada 1962.

“Sekarang kami generasi berikutnya yang melanjutkan tradisi ini secara turun temurun,” katanya seraya menambahkan telah menyiapkan generasi muda sejak usia anak-anak.

Dia menambahkan ada kewajiban untuk menurunkan ilmu Apen Bayeren kepada tiga anak-anak yang masih duduk di kelas III SD.

“Tadi yang tampil dalam Apen Bayeren ada tiga anak dan dua mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia,” katanya.

Apen Bayeren
Alfares Yapen saat berjalan di atas batu panas atau ritual Apen Bayeren di Kalkote Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (27/10/2022). – Jubi/Ronald Paraibabo

Sementara itu, Gerald Kafiar, tokoh adat dari Suku Byak, mengatakan kata Apen dalam bahasa Biak artinya batu yang dibakar sedangkan Bayeren merupakan kesepakatan atau semacam perjanjian.

Menurut Kafiar, ritual Apen Bayeren biasa dilakukan untuk seseorang yang mampu mengatur rumah tangga atau masyarakat dengan baik.

“Siapapun yang dianggap figur dalam masyarakat, wajib memuji dia dalam perapian,” kata Kafiar.

Alfares Yapen, salah satu turunan dari Barnabas Yapen, mengatakan mereka mendapatkan karunia untuk berjalan di atas batu panas dari nenek moyang leluhur.

“Kami hanya mewariskan itu kepada generasi muda dalam klen kita yaitu klen Yapen,” katanya.

Apen Bayeren diawali dengan memanaskan batu di atas tumpukan kayu yang dibakar atau batu-batu di panggang di atas bara api. Setelah batunya memerah, mansar (paitua/bapak) Alfares Yapen mulai mengunyah kapur, sirih, dan pinang lalu menyembur dan sebagian digosok di telapak kaki yang hendak berjalan di atas batu berpijar.

Saat hendak menjalankan ritual ini, ada Wor atau lagu yang dinyanyikan yaitu Neno-neno, pujian untuk Sang Pencipta atau dalam bahasa Byak disebut Manseren Nanggi.

“Kita harus menyanyi Wor pujian Nano-nano karena ritual ini berasal dari Sang Pencipta,” katanya.(*)

Berita ini juga merupakan kontribusi dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Papua yang sedang magang di Jubi, Ronald Paraibabo.

Tags: Apen BayerenKabupaten JayapuraKMAN VIPapua
ShareTweetSendShareShare
News Desk

News Desk

Related Posts

Dogiyai
KMAN VI

Cek logistik, komitmen Forkopimda Papua Tengah dukung penyelenggara Pemilu 2024

February 9, 2024
Jayapura
Jayapura Membangun

Kepedulian terhadap adat istiadat mulai tumbuh di Kabupaten Jayapura

November 8, 2022
AMAN
Jayapura Membangun

Berpamitan dengan ondofolo, Sekjen AMAN mohon doa restu

November 3, 2022
Masyarakat Adat
Jayapura Membangun

Dampak positif pandemi Covid-19 bagi masyarakat adat

November 3, 2022
KMAN
Jayapura Membangun

Satu miliar rupiah beredar selama KMAN VI berlangsung

November 2, 2022
Masyarakat Adat
KMAN VI

17 poin Maklumat Tanah Tabi dari Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI

October 31, 2022

Recommended Stories

Persipura Jayapura

Jika ingin jaga momentum, Persipura Jayapura harus kalahkan Persipal Palu

November 8, 2024
pasar murah

Warga mengaku sangat terbantu oleh Pasar Murah Ramadan di PTC

March 22, 2025
lalu lintas

Kapolri memastikan kelancaran lalu lintas saat Natal dan Tahun Baru

December 18, 2022

Popular Stories

  • Pesta Babi

    ‘Pesta Babi’ di Yogyakarta, membuka mata publik melihat persoalan Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Raya : Ketika lagu kebangsaan menjadi luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tokoh Gereja dan Pimpinan Mahasiswa Tolikara Kecam Pernyataan Pangdam XVII Cenderawasih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PAHAM Papua desak Komnas HAM RI dan panglima TNI gerak cepat sikapi video penyiksaan warga sipil di Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panglima WPA tegaskan Indonesia harus hargai OAP, jika tidak perang total!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara