Jubi Papua
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
PRICING
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Dugong, Ikan Duyung Pemalu di Teluk Wondama

June 6, 2025
Waktu Membaca: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Dugong atau Duyung

Dugong yang terkena tombak diselamatkan di Kampung Aisandami, Teluk Duari, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat – Jubi/darilaut.id/KKP

Jayapura, Jubi – Duyung atau dugong adalah sejenis mamalia laut yang termasuk dalam ordo Sirenia, atau yang sering disebut sapi laut. Mamalia ini dapat bertahan hidup hingga usia 22 sampai 25 tahun. Dugong dikenal sebagai makhluk yang pemalu sehingga jarang terlihat.

“Iya, kami memang jarang menemui dugong di Teluk Wondama karena mamalia ini agak pemalu. Kami hanya menemukan jejak-jejaknya saja,” kata Rusthesa Latritiani dari Bidang Penyuluhan TNTC Wilayah 2 Wasior saat ditemui tim jurnalis Jubi di Wasior, Kamis (15/5/2025) lalu.

RELATED POSTS

DAP Wondama serahkan SK Plt Ketua KAPP, berharap jadi tuan di negeri sendiri

Tambang emas berizin, namun tak berikan kontribusi bagi di Wondama

Ketika Suling Bambu Wondama Menyatu dalam Pujian di Lapangan Aitumeri

Alumnus Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu menjelaskan bahwa dugong, atau yang lebih dikenal sebagai duyung, adalah mamalia laut herbivora yang sangat bergantung pada padang lamun sebagai sumber makanan.

“Dugong sangat bergantung pada padang lamun. Mereka menghabiskan banyak waktu di sana untuk merumput,” katanya seraya menambahkan bahwa dugong juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem padang lamun.

Dugong yang muncul di Teluk Wondama, khususnya di sekitar Kampung Aisandami, pernah menjadi fokus sosialisasi dan kegiatan pelepasliaran setelah ditemukan dalam kondisi terdampar.

Sementara itu, Tonci Samora, Ketua Kelompok Ekowisata Kampung Aisandami, Distrik Teluk Duari, Kabupaten Teluk Wondama, menceritakan bahwa sekitar Agustus 2018, seekor dugong (Dugong dugon) pernah ditemukan di perairan Teluk Duari.

Menurutnya, saat itu warga menemukan seekor dugong dalam kondisi terluka dan hampir mati.

“Waktu itu, ada nelayan yang menemukan dugong tersebut tertancap tombak tepat di bagian punggungnya,” katanya. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC). “Langsung dirawat dan ditinggal hidup di dekat jembatan Kampung Aisandami,” tambahnya.

Mengutip laman www.wwf.id, dugong adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut di Indonesia, dan merupakan satu-satunya anggota ordo Sirenia yang habitatnya tidak terbatas pada perairan pesisir. Dugong dapat ditemukan di sepanjang cekungan Samudra Hindia dan Pasifik.

Namun, jumlah populasi dugong di perairan Indonesia hingga kini belum dapat dipastikan, karena terbatasnya kajian tentang status populasinya. Informasi mengenai keberadaan dugong umumnya masih bersumber dari laporan masyarakat nelayan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dugong dikategorikan sebagai biota perairan yang dilindungi. Status ini diberikan karena populasi dugong terus menurun dan terancam punah.

Meskipun telah ditetapkan sebagai satwa dilindungi, dugong tetap menghadapi ancaman kepunahan jika tidak ada langkah penanganan serius. Penurunan populasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tingkat reproduksi yang rendah, terjaring alat tangkap nelayan, tertabrak kapal, hingga penangkapan untuk diperjualbelikan.

Dugong juga kerap ditangkap karena kepercayaan bahwa air matanya memiliki kekuatan mistis. Padahal, cairan itu sebenarnya hanya lendir pelembap mata yang keluar dari kelenjar air mata saat dugong berada di luar air.

Sayangnya, perburuan dugong masih sering terjadi di beberapa wilayah akibat rendahnya kesadaran masyarakat bahwa dugong adalah satwa liar yang dilindungi oleh pemerintah.

Menjaga populasi dugong agar tetap lestari sangat penting. Dugong berperan besar dalam menjaga kelestarian padang lamun—habitat penting yang menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa laut, pelindung pesisir dari abrasi, serta penyerap karbon yang membantu mengatasi perubahan iklim. (*)

Lanjut Baca
Tags: ikan dugongIkan DuyungKabupaten Teluk Wondama
ShareTweetSendShareShare
Admin2

Admin2

Related Posts

Sampah Sisa makanan
Lingkungan

Sampah sisa makanan berdampak lebih kuat terhadap pemanasan global

April 25, 2026
Foto saat IDAI Gelar Skrining Jantung Anak Gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong (23/4/2026).. Ditemukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi - Jubi/ Gamaliel
Domberai

IDAI gelar skrining jantung anak gratis di RSUD Sele Be Solu Sorong, temukan sejumlah kasus serius yang butuh operasi

April 24, 2026
Komunitas IBAYAUW
Lingkungan

Komunitas IBAYAUW bersihkan kawasan Hutan Perempuan

April 24, 2026
e-Sport
Domberai

Cabor E-Sport dan Perbasi sinergi dorong perbaikan KONI Papua Barat

April 24, 2026
Taruna
Domberai

Polisi periksa 12 orang pascainsiden SMK Taruna Kasuari Manokwari

April 23, 2026
SMK Taruna
Domberai

Siswa SMK Taruna Manokwari dianiaya senior, orangtua laporkan ke Polisi

April 24, 2026

Discussion about this post

Jubi Papua

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Visit our landing page to see all features & demos.

LEARN MORE »

Recent Posts

  • PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional
  • Indigenous women lead cleanup of polluted ‘Women’s Forest’ in Jayapura
  • Seminar Examines Protection of Women and Child Victims under Indonesia’s New Criminal Code

Categories

  • 2007
  • Advertorial
  • Animha
  • Bali NTT
  • Berita Papua
  • Bomberai
  • Domberai
  • Dunia
  • Ekonomi
  • Features
  • Headline
  • Indepth Story
  • Infografis
  • Jayapura Membangun
  • Kabupaten Jayapura
  • Kabupaten Jayawijaya
  • Kabupaten Merauke
  • KMAN VI
  • Lapago
  • Lingkungan
  • Majelis Rakyat Papua
  • Mamta
  • Mappi
  • Meepago
  • Memilih untuk Indonesia
  • Menyapa Nusantara
  • Nasional & Internasional
  • Nusa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pacnews
  • Papua
  • Papua Tengah
  • Pasifik
  • Pemilu
  • Penkes
  • Perempuan dan Anak
  • Polhukam
  • Provinsi Papua
  • Rilis Pers
  • Saireri
  • Seni & Budaya
  • Tanah Papua
  • Uncategorized

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara